Donald Trump dan Kisah Pembunuh Berantai Abad Ke-16

Donald Trump dan Kisah Pembunuh Berantai Abad Ke-16

BIBLIOTIKA - Donald Trump, Presiden Amerika Serikat ke-45, yang saat ini masih duduk di kursi kepresidenan, adalah keturunan seorang pembunuh berantai dari abad ke-16. Kenyataan mengejutkan itu terungkap setelah sejumlah ilmuwan melakukan investigasi terhadap kisah Peter Stumpf, pembunuh sekaligus kanibal yang hidup di Jerman, pada masa lampau.

Peter Stumpf dijuluki "Siluman Serigala dari Bedburg". Menurut sejumlah dokumen tua yang masih ada saat ini, Stumpf dihukum mati bersama kekasihnya, yang bernama Katharina Trump, yang dituduh membantu pria itu melakukan kejahatannya. Nama si kekasih itulah yang mula-mula menarik perhatian para ilmuwan untuk melakukan investigasi mendalam terhadap sosok Peter Stumpf.

Dr. Kevin Pittle, pakar antropologi dari Biola University di California Selatan, melakukan penelitian itu, bersama beberapa koleganya. Tim peneliti bentukan Pittle kini meyakini, dari sejumlah bukti yang diperoleh, bahwa amat mungkin Katharina Trump merupakan leluhur Donald Trump, sang Presiden Amerika Serikat.

Lalu siapa Peter Stumpf?

Sebuah selebaran yang dicetak pada 1590 menunjukkan proses eksekusi Peter Stumpf, yang mengaku membunuh 13 anak-anak dan dua perempuan hamil. Berdasarkan sejumlah catatan, kisah Peter Stumph dimulai ketika para penduduk desa di Bedburg, tak jauh dari kota Koln, menemukan bangkai sapi yang sudah terkoyak-koyak.

Kemudian, tak hanya hewan ternak yang hilang, anak-anak dan perempuan muda juga mulai raib tak ketahuan rimbanya. Setelah itu, sebagian anak-anak dan perempuan itu ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi yang amat mengenaskan. Pembunuhan ini terus berlangsung selama beberapa dekade sebelum akhirnya berhenti.

Suatu hari, seekor serigala mencoba menyerang seorang anak perempuan. Namun, upaya serigala itu gagal karena sekelompok hewan ternak menyerangnya dan hewan buas itu kabur. Penduduk desa lalu memburu serigala itu dengan bantuan beberapa ekor anjing. Lalu mereka menemukan sosok yang diyakini sebagai serigala lalu mengejarnya.

Namun, pada satu titik mereka tidak menemukan si serigala tetapi justru Peter Stumpf, petani kaya yang meringkuk ketakutan. Stumpf kemudian ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan. Di sana dia mengaku melakukan semua pembunuhan yang menggemparkan itu.

Stumpf mengaku dia terlahir dengan rasa haus darah yang tak terpuaskan. Dan dia mengaku sudah membunuh dan menyantap daging manusia selama 25 tahun. Dia kemudian mengaku telah membunuh 13 orang anak-anak dan dua perempuan hamil lalu menyantap daging mereka.

Akhirnya, Stumpf dihukum mati pada 31 Oktober 1589. Setelah tangan, kaki, dan kepalanya dipenggal, jenazahnya kemudian dibakar.

Hal terpenting dari kisah ini adalah, dokumen-dokumen tua mencatat putri Stumpf, Beell dan istrinya Katharina Trump membantu aksi pria itu. Keduanya juga dihukum mati dan dibakar di atas jenazah sang pembunuh berantai.