Asal-usul Misterius di Balik Tudung Pengantin Wanita

Asal-usul Misterius di Balik Tudung Pengantin Wanita

BIBLIOTIKA - Pasangan-pasangan pengantin internasional umumnya berpenampilan khas—yang pria mengenakan celana dan jas, sementara yang wanita mengenakan gaun panjang yang dilengkapi tudung yang menutupi kepala dan mukanya. Nyaris kita tidak pernah melihat pengantin wanita (dalam prosesi perkawinan internasional) yang tidak mengenakan tudung kepala.

Karena identik dengan pengantin wanita, tudung kepala pun menjadi salah satu aksesori penting yang tak pernah ketinggalan pada upacara pernikahan. Tudung kepala, selain memberi kesan cantik pada pengantin wanita, ternyata memiliki kisah atau latar belakang yang misterius.

Diketahui bahwa tudung pengantin kali pertama populer pada zaman Romawi. Kala itu, tudung pengantin bukanlah berwarna putih seperti sekarang, melainkan warna merah yang disebut Flammeum, dari kata flamming atau membara.

Tudung pengantin warna merah tersebut dibuat untuk menutupi pengantin wanita dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tujuannya adalah sebagai simbol pengantin wanita yang dibakar oleh api untuk menakuti roh-roh jahat yang ingin mengincar atau mengganggunya di hari pernikahan.

Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, tentu tudung pengantin mengalami perubahan definisi dan manfaat. Tudung yang tadinya mistis disimbolkan sebagai lambang penyerahan pengantin wanita dari ayah ke suaminya.

Oleh karena itu, tudung pengantin hanya boleh dibuka oleh mempelai pria saat upacara pernikahan telah selesai dan disahkan oleh pemuka agama.

Baca juga: Misteri Surat Catatan Setan dari Abad Ke-17