Kisah dan Sejarah Industri Telur Asin di Brebes

Kisah dan Sejarah Industri Telur Asin di Brebes

BIBLIOTIKA - Brebes terkenal sebagai kota yang identik dengan telur asin. Karena itu pula, orang-orang yang datang ke Brebes biasanya akan berusaha mendapatkan telur asin Brebes untuk dijadikan oleh-oleh orang di rumah, juga untuk dinikmati bersama keluarga. Nyatanya, telur asin Brebes juga terkenal enak, sehingga banyak digemari.

Bagaimana industri telur asin bisa tumbuh di Brebes, hingga kota itu identik dengan telur asin seperti sekarang?

Di masa lalu, telur asin, khususnya di Brebes, sebenarnya tidak ditujukan untuk keperluan bisnis atau industri. Telur asin semula dimaksudkan untuk keperluan persembahyangan bagi warga Tionghoa di Klenteng. Di Brebes, Jawa Tengah, telur asin disajikan bersama sesaji bandeng, daging ayam, daging babi, arak, dan buah-buahan, dipersembahkan untuk Dewa Bumi.

Tapi karena kondisi ekonomi untuk bertahan hidup, telur asin kemudian menjadi kudapan karena alasan ekonomis.

Dari catatan Syahbandar Tegal, sejak tahun 1820-an pelabuhan Tegal mengirim telur bebek dari Tegal dan Brebes ke Batavia (sekarang Jakarta). Telur yang semula dikonsumsi untuk sendiri akhirnya tumbuh menjadi industri komersial.

Orang peranakan Cina Brebes merekrut orang Brebes jadi pekerja. Yang akhirnya mereka jadi tahu pengolahan telur asin. Mulai 1960-an telur asin Brebes mulai dikenal seiring dengan arus transportasi ke Jakarta dan Semarang. Kemudian telur asin Booming di era 1980-an.

Di Brebes, keluarga Tjoa Kiat Hien dan istrinya, Niati, merupakan perintis telur asin Tjoa. Tjoa adalah salah satu keturunan kedua dari keluarga In Tjiauw Seng dan isterinya, Tan Po Nio, yang mulai memperjualbelikan telur asin pada tahun 1950-an.

Telur asin menjadi diplomasi kuliner yang memadukan keragaman budaya setelah dibawa oleh keluarga peranakan Tionghoa Brebes, hingga booming telur asin terjadi di tahun 1980-an. Sejak itu, telur asin Brebes meluas ke barat, yakni wilayah Pebatan dan Pesantunan. Seiring dengan itu, para mantan pekerja di keluarga Peranakan Tionghoa juga mulai membuat telur asin, sehingga industri ini makin meluas.