Sejarah Ayam Goreng KFC yang Jarang Diketahui

Sejarah Ayam Goreng KFC yang Jarang Diketahui

BIBLIOTIKA - Orang-orang mengenal Colonel Sanders sebagai penemu Kentucky Fried Chicken (KFC). Padahal, jauh-jauh hari sebelum Sanders lahir, ayam goreng semacam itu sudah ada, meski belum disebut KFC. Penamaan KFC datang dari tempat lahir Sanders, di Kentucky, USA.

Ayam goreng ala KFC bahkan telah ada sebelum Amerika terbentuk sebagai negara seperti yang kita kenal. Di masa itu, Amerika masih disebut sebagai New World (Dunia Baru), dan negara-negara seperti Inggris, Spanyol, Prancis, Belanda, juga Swedia, menjadikannya sebagai piala bergilir. Belakangan, Inggris menjadi pemenang dalam perebutan Dunia Baru, berkat kekuatan maritim yang mereka miliki.

Setelah berhasil mendominasi wilayah Dunia Baru, khususnya di bagian utara, Inggris mulai menancapkan kekuasaannya di sana dengan membangun rangkaian settlement (pemukiman), dan mengundang para penduduk dari Kepulauan Britania agar bermukim di tempat baru tersebut. Sebagian penduduk Kepulauan Britania kemudian berpindah ke sana, meski sebagian tidak dengan suka rela.

Warga Kerajaan Inggris juga berdatangan ke wilayah baru tersebut, termasuk etnis minoritas seperti Irlandia dan Wales, juga para oposan politik terhadap Monarki, yang menyeberangi samudra guna mengadu nasib. Salah satu etnis di Inggris yang juga menginjakkan kaki di Dunia Baru adalah Skotlandia.

Pada 1603, Kerajaan Inggris dan Skotlandia bersatu di bawah kepemimpinan Raja Skotlandia, James VI. Sejak itu pula, King James menggalakkan ekspedisi maritim ke Dunia Baru, dan mendirikan koloni Inggris pertama di Amerika yang didasarkan pada namanya, Jamestown.

King James VI kemudian mendatangkan banyak orang Skotlandia ke Amerika untuk bekerja di perkebunan, seiring banyak yang datang secara sukarela untuk membangun jaringan perdagangan lintas samudra.

Lambat laun, koloni Inggris di Dunia Baru semakin besar, dan usaha pertanian serta perkebunan di sana membutuhkan banyak tenaga kerja baru. Sejak itulah, pemerintah Inggris mulai membawa orang-orang kulit hitam dari wilayah Afrika Barat untuk dijadikan budak di koloni mereka.

Pada masa itu, budak tidak dianggap setara dengan manusia Eropa umumnya. Budak adalah properti yang bisa diperdagangkan layaknya benda, dan tidak memiliki hak-hak dasar manusia, seperti hidup bebas atau menyuarakan opini pribadi. Yang melekat pada diri mereka hanya selembar pakaian dan kewajiban untuk mengabdi pada pemiliknya.

Pada masa itu pula, ada aturan yang melarang para budak memiliki hewan ternak. Mereka hanya diizinkan memelihara ayam milik majikan, yang dapat diambil dagingnya. Karenanya pula, satu-satunya makanan yang dikenal para budak di masa itu hanya daging ayam, dan mereka mengolah daging ayam dengan cara yang telah mereka kenal—membalutnya dengan tepung bersama aneka bumbu, dan menggorengnya di dalam minyak panas.

Pengolahan ayam dengan cara itu sebenarnya didasari alasan praktis. Yaitu proses pembuatannya mudah, dan bahan-bahan yang digunakan juga murah. Selain itu, ayam yang digoreng dengan cara mereka menghasilkan sesuatu yang enak. Ayam goreng itulah yang—berabad-abad kemudian—dikenal dunia sebagai Kentucky Fried Chicken.

Ayam goreng bersalut tepung itu sudah populer di kalangan komunitas Afro-Amerika di wilayah selatan Amerika Serikat, bahkan menjadi masakan khas daerah itu. Meski begitu, tidak semua orang tertarik mencoba, karena ayam goreng tersebut identik dengan para budak.

Masyarakat Amerika, yang berkulit putih, menganut segregasi rasial antara keturunan Eropa dan masyarakat kulit hitam keturunan budak Afrika. Hasilnya, bukan hanya penduduk kulit hitam yang mendapat perlakuan diskriminatif, bahkan produk budaya kuliner mereka pun ikut dipandang sebelah mata.

Seiring berjalannya waktu, ketegangan rasial antara kedua etnis perlahan mengalami penurunan tensi. Lewat perjuangan tak kenal lelah dari para aktivis dan intelektual kulit hitam seperti Booker T. Washington, Frederick Douglass, dan Martin Luther King. Jr, masyarakat kulit hitam Amerika dapat merasakan angin kebebasan serta persamaan hak. Stereotipe negatif terhadap ayam goreng sebagai makanan para budak pun mulai meredup.

Bahkan, ayam goreng tersebut kini menjadi salah satu kuliner kegemaran rakyat Amerika. Lewat tangan Colonel Sanders, ayam goreng itu menjadi waralaba terkenal, bernama Kentucky Fried Chicken. Dari Amerika, Fried Chicken menyebar hingga pelosok terjauh bumi, dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas tanpa memandang suku ataupun golongan.

Baca juga: Kisah dan Sejarah Industri Telur Asin di Brebes