Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu Depresi

Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu Depresi

BIBLIOTIKA - Makanan dan minuman modern bisa dibilang jauh beda dengan makanan dan minuman tradisional. Makanan dan minuman modern cenderung lebih cepat dikonsumsi, karena tidak membutuhkan proses pembuatan yang lama. Akibat kesibukan yang makin meningkat, orang-orang di zaman modern pun sangat akrab dengan yang serba instan, termasuk makanan dan minuman instan atau cepat saji.

Sayangnya, yang serba instan sering kali tidak baik, begitu pula dengan makanan serta minuman instan. Makanan cepat saji, misalnya, sejak dulu telah dinyatakan sebagai makanan yang tidak baik bagi kesehatan, karena dapat memicu obesitas. Begitu pula soft drink atau minuman ringan, juga telah dinyatakan sebagai minuman yang tidak baik bagi tubuh—jauh lebih sehat mengonsumsi air putih atau teh.

Yang mungkin masih jarang diungkap adalah bahwa makanan-makanan semacam itu juga berpotensi menimbulkan depresi. Karenanya, banyaknya orang modern yang mengalami depresi bisa jadi bukan hanya karena tuntutan hidup dan kerja yang makin meningkat, tapi juga makanan yang mereka konsumsi, seperti pasta, soft drink, dan makanan cepat saji.

Pasta

Pasta adalah makanan cepat saji. Makanan ini sering dijadikan solusi praktis bagi yang sibuk dan tidak sempat menyiapkan makan malam. Namun, mengonsumsi pasta setiap malam bisa dibilang tidak baik bagi kesehatan. Selain menjadi penyebab inflamasi, pasta juga dikaitkan dengan kemungkinan depresi.

Pasta maupun bagel adalah makanan yang dapat menyebabkan radang. Dalam penelitian yang dimuat di jurnal Brain, Behavior and Immunity, disebutkan bahwa makanan tersebut berhubungan dengan depresi, khususnya pada wanita berusia 50 sampai 77 tahun.

Dalam studi yang dilakukan, peneliti melihat kebiasaan makan pada lebih dari 40 ribu wanita yang tidak mengalami depresi pada awal penelitian. Ternyata, mereka yang mengonsumsi pasta secara rutin menderita depresi pada akhir penelitian.

Soft drink

Soft drink atau minuman ringan banyak tersedia di berbagai tempat, siap membantu mengusir rasa haus siapa pun. Kenyataannya, minuman semacam itu yang kita pilih ketika kebetulan sedang jalan-jalan, dan merasa kehausan. Sayangnya, soft drink semacam cola dapat memicu depresi.

Kenyataan itu diungkap dalam jurnal Brain, Behavior and Immunity, yang menyebutkan bahwa orang yang sering atau rutin mengonsumsi minuman ringan memiliki kemungkinann lebih besar untuk mengalami depresi.

Makanan cepat saji

Sama seperti soft drink, makanan cepat saji juga nyaris dapat ditemukan di mana pun, siap untuk mengenyangkan orang-orang yang kebetulan sedang lapar. Gerai-gerai makanan cepat saji juga terdapat di mana-mana.

Mengonsumsi makanan cepat saji dalam jumlah sedikit atau jarang memang bisa dibilang tidak masalah. Sesekali, karena suatu hal, bisa saja kita mengonsumsi makanan cepat saji. Namun, jika makanan semacam itu dikonsumsi setiap hari, dampaknya tidak baik bagi kesehatan, yang salah satunya berkaitan dengan depresi.

Baca juga: Sejarah Ayam Goreng KFC yang Jarang Diketahui