Aneka Manfaat Kolang-kaling untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Kolang-kaling untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Kolang-kaling adalah buah yang dihasilkan pohon enau atau pohon aren (Arenga pinnata). Semula, pohon aren menumbuhkan buah yang memiliki 2 atau 3 butir inti biji (endosperma) berwarna putih, tersalut batok tipis yang keras. Buah yang muda intinya masih lunak dan agak bening. Buah itu belum bisa dimakan, karena mengandung getah yang dapat menimbulkan gatal jika disentuh.

Untuk menghilangkan getah tersebut, buah aren yang masih muda harus dibakar atau direbus terlebih dulu, untuk mengeluarkan intinya. Setelah itu, inti-inti biji direndam dalam air kapur beberapa hari, untuk menghilangkan getahnya.

Selain cara tersebut, ada pula cara lain, yaitu dengan mengukus buah aren selama tiga jam. Setelah dikupas, inti bijinya dipukul hingga gepeng, kemudian direndam dalam air selama 10-20 hari. Inti biji yang telah diolah itulah yang lalu disebut kolang-kaling.

Kolang-kaling biasa digunakan untuk campuran es, manisan, atau dimasak sebagai kolak. Kolang-kaling biasanya menjadi hidangan populer ketika bulan puasa tiba, khususnya di Indonesia. Selain enak, kolang-kaling juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Dalam 100 gram kolang-kaling, terkandung nutrisi berikut:
  1. Kalori: 27 kkal
  2. Protein: 0,4 gram
  3. Lemak: 0,2 gram
  4. Karbohidrat: 6 gram
  5. Serat: 1,6 gram
  6. Kalsium: 91 mg
  7. Fosfor: 243 mg
  8. Zat besi: 0,5 mg

Ditambah dengan kandungan gelatin serta vitamin A, vitamin B, dan vitamin C, kolang-kaling pun memiliki khasiat dalam menunjang kesehatan. Berikut ini di antaranya.

Melancarkan pencernaan

Kolang-kaling memiliki 39% serat kasar, yang sangat baik dalam melancarkan pencernaan, dan membantu tubuh manusia membuang limbah yang tidak diperlukan oleh tubuh. Selain itu, kolang-kaling juga mengandung karbohidrat yang dapat memberi rasa kenyang dan energi, sehingga baik untuk dikonsumsi orang yang sedang menjalankan program diet sehat.

Membantu program diet

Kolang-kaling memiliki kandungan air sangat tinggi. Dalam 100 gram kolang-kaling terdapat air mencapai 93,8%. Kolang-kaling juga mengandung sekitar 0,69 gram protein, 4 gram karbohidrat, 0,95 gram serat kasar, dan 0,69 gram protein. Semua nutrisi itu baik untuk mendukung program diet.

Selain memberi kesegaran, mengonsumsi kolang-kaling juga membantu melancarkan pencernaan, sekaligus memberi rasa kenyang lebih lama. Dampaknya, tentu saja, Anda tidak akan teralu banyak ngemil.

Mengatasi arthritis

Pengidap arthritis biasanya mengalami nyeri pada lutut atau persendian saat berjalan kaki atau naik turun tangga. Kolang-kaling dapat membantu mengatasi masalah itu, karena karbohidrat yang terkandung dalam kolang-kaling pada umumnya adalah galaktomannan. Galaktomannan adalah zat yang sering digunakan sebagai bahan dasar obat arthritis, karena dapat membantu mengurangi rasa sakit di persendian.

Anda bisa mendapat manfaat tersebut—mengatasi arthritis—dengan cara rutin mengonsumsi 100-200 gram kolang-kaling, yang direbus tanpa gula dan tanpa zat pewarna.

Mencegah osteoporosis

Selain serat dan karbohidrat, kolang-kaling juga mengandung kalsium yang cukup tinggi. Kalsium sangat bagus dalam mencegah osteoporosis. Dalam setiap 100 gram kolang-kaling terdapat 91 miligram kalsium, sehingga sangat cocok untuk mengisi kebutuhan kalsium Anda, khususnya bagi Anda yang alergi susu.

Sebagai pengganti susu

Susu dianggap sebagai sumber kalsium, namun susu memiliki kandungan kalori yang tinggi. Hal itu menjadikan masalah bagi yang sedang menjalani diet, karena kalori tinggi dapat menambah berat badan. Karenanya, jika Anda ingin tetap memperoleh asupan kalsium tanpa mengkhawatirkan masalah berat badan, Anda bisa menggantikannya dengan kolang-kaling.

Kandungan kalsium dalam kolang-kaling bisa dibilang hampir sama dengan susu. Berdasarkan penelitian, 100 gram susu sapi murni mengandung 125 mg kalsium. Sedangkan dalam 100 gram kolang-kaling terkandung 91 mg kalsium.