Apa Sebenarnya yang Disebut Hoax?

Apa Sebenarnya yang Disebut Hoax?

BIBLIOTIKA - Di internet, kita sering mendapati istilah hoax. Biasanya, istilah itu digunakan untuk mengingatkan orang lain, misal, “Hati-hati, berita ini hanya hoax.” Seiring dengan itu, ada banyak pihak yang terus berupaya memerangi hoax, khususnya di internet. Kenyataannya, hoax memang banyak bertebaran di internet atau dunia maya, meski juga beredar di dunia nyata.

Jadi, apa sebenarnya yang disebut hoax?

Merujuk pada Webster Dictionary, hoax adalah “something intended to deceive; deliberate trickery intended to gain an advantag; A deception for mockery or mischief; a deceptive trick or story; a practical joke; subject to a playful hoax or joke; To deceive by a story or a trick, for sport or mischief; to impose upon sportively.”

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, “hoaks adalah sesuatu untuk menipu; tipuan yang disengaja untuk mendapatkan keuntungan, manfaat tertentu; sesuatu tersebut bisa berupa kata-kata, kisah, cerita, gambar, grafis, film, video, dan lain sebagainya.”

Jadi, hoaks bisa saja berisi hal-hal yang ada, fakta, peristiswa (pada masa dan situasi kondisi tertentu), yang ditampilkan ulang sebagai ada dan benar pada waktu dan situasi kondisi yang beda/berbeda (yang kemudian/belakangan) atau disesuaikan dengan kepentingan si penampil ulang fakta tersebut. 

Upaya, usaha, dan melakukan penyesuaian ulang (yang bergeser jauh dari hal, fakta, kejadian, peristiwa sebenarnya) itulah, yang kini sering terjadi; tentu dengan maksud serta tujuan yang di antaranya untuk mendapat simpati, empati, pembelaan, bahkan popularitas.

Sebagai contoh, sekian tahun lalu ada perang di Irak, dan berita terkait perang tersebut banyak muncul di media, termasuk di internet. Bersama berita-berita terkait perang di Irak, banyak pula bertebaran foto-foto terkait perang di Irak, termasuk foto ledakan bom, foto orang-orang yang mati, foto para pengungsi, dan lain-lain. Semua foto itu tentu benar, yaitu benar menggambarkan perang di Irak ketika peristiwa itu terjadi.

Bertahun kemudian, misalnya saat ini, ada orang-orang tertentu yang menggunakan foto-foto terkait perang di Irak untuk menyuarakan sesuatu yang lain. Misal, mereka menggunakan foto-foto perang di Irak dan mengatakan bahwa foto-foto itu adalah gambaran yang sedang terjadi di Afghanistan (atau negara lain).

Praktik semacam itu masuk sebagai hoax. Yaitu menggunakan foto yang benar untuk situasi dan kondisi tertentu (perang di Irak), namun digunakan untuk situasi dan kondisi yang tidak benar.

Ilustrasi semacam itu hanya satu contoh. Di luar ilustrasi tersebut, masih banyak contoh lain yang juga bisa disebut hoax. Intinya, hoax adalah sesuatu (berita, kabar, foto, artikel, atau apa pun) yang tidak benar. Dalam hal itu, dibutuhkan kemampuan untuk bisa membedakan mana yang hoax (tidak bisa dipercaya) dan mana yang benar (layak dipercaya).

Karena itu pula, saat menerima atau mendapati sesuatu, khususnya di internet, ada baiknya untuk memeriksanya terlebih dulu, dan tidak buru-buru menyebarkannya. Karena bisa jadi yang kita dapati itu ternyata hoax. Saat kita menyebarkannya, kita telah turut serta dalam penyebaran hoax.

Baca juga: Cerita Bohong yang Dimuat Wikipedia Hingga 10 Tahun