Mengapa Dunia Dilanda Kekurangan Air Bersih?

Mengapa Dunia Dilanda Kekurangan Air Bersih?

BIBLIOTIKA - Dunia sedang dilanda krisis air bersih, dan itu terjadi di mana-mana. Kita yang hidup di Indonesia mungkin belum terlalu merasakan dampaknya, karena setidaknya masih dapat memperoleh air bersih, meski dengan cara membeli. Namun, di berbagai negara lain, krisis air bersih benar-benar sudah parah. Sebegitu parah, sampai banyak orang harus berjalan berkilo-kilo meter demi mendapatkan air bersih di tempat yang sebelumnya tidak terjamah.

Di Indonesia, penduduk di daerah perkotaan belum terlalu merasakan dampaknya, karena bisa langganan air bersih dari PAM/PDAM. Namun, bagi penduduk di daerah pedesaan, mendapatkan air bersih bisa cukup sulit, khususnya bagi yang belum mendapat akses PAM/PDAM. Mereka juga harus pergi ke sumber air yang kadang sangat jauh, untuk bisa mendapat air bersih.

Mengapa dunia dilanda kekurangan dan krisis air bersih? Berikut ini beberapa di antara latar belakangnya.

Pertambahan jumlah penduduk

Air bersih yang kita konsumsi berasal dari tanah, danau, sungai, dan uap air. Air bersih itu terus digunakan, tapi jumlahnya tidak bisa bertambah. Sedangkan manusia di bumi terus meningkat. Terutama untuk negara-negara besar seperti Indonesia dan Cina.

Setiap manusia dianjurkan untuk mengonsumsi 2 liter air per hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, lalu berapa banyak air bersih yang dibutuhkan untuk 7,6 miliar orang? Belum lagi air bersih yang digunakan untuk keperluan makan dan keperluan rumah tangga lainnya.

Kerusakan sumber daya alam

Bagi kita yang tinggal di perkotaan, sering ditemui sungai yang penuh sampah dan berwana kotor. Padahal sungai membantu menyalurkan air dari mata airnya. Untuk di Jakarta, pemerintah sering melakukan berbagai hal untuk menaturalisasi sungai, mulai dari mengambil sampahnya, menyerok lumpur yang mengendap, hingga memperlebar aliran sungai. Begitu juga di pegunungan, banyak pohon-pohon yang ditebangi.

Padahal pohon-pohon itu membantu siklus hidrologi. Tapi karena banyak yang dibutakan oleh uang, maka pohon-pohon itu akhirnya ditebang. Walaupun banyak gerakan menanam pohon, tentu membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga pohon itu kuat dan siap digunakan. Itu pun kalau belum keburu diambil orang-orang untuk dijual kembali. Kalau sumbernya sudah dirusak, terus bagaimana kita mau minum air bersih?

Penggunaan kebutuhan industri yang berlebih

Sebuah perusahaan mobil membutuhkan banyak air untuk memproduksi 1 unit mobil. Bayangkan kalau sehari perusahaan itu memproduksi puluhan mobil. Berapa banyak air yang harus terbuang? Belum lagi perusahaan-perusahaan yang memproduksi minuman dan makanan, yang bahan bakunya adalah air bersih?

Kalau ada yang bertanya buat apa perusahaan mobil butuh air banyak, jawabannya untuk menghilangkan noda-noda yang menempel seperti oli, bekas lem, dan lain-lainnya.

Boros air yang tak disadari

Pernahkah kita mencuci dengan air banyak, tapi saat ingin membilas ternyata air yang kita siapkan ternyata tidak diperlukan, dan akhirnya dibuang? Pernahkah kita mengisi air untuk mandi atau mengisi air di tampungan sampai airnya tumpah-tumpah? Pernahkah kita mencuci mobil/motor saat musim hujan? Pernahkah kita membeli air minum kemasan, tapi belum sampai habis sudah dibuang?

Ya, itu adalah perilaku boros air yang jarang kita sadari. Coba bandingkan dengan saudara kita yang harus berjalan berkilo-kilo untuk mendapat air bersih. Atau bandingkan dengan negara Afrika yang penduduknya sering mengalami krisis air, bahkan sampai mengonsumsi air kotor. Harusnya kita bisa lebih bijak dalam menggunakan air bersih.

Baca juga: Tips Mudah dan Ringan Mengatasi Krisis Air Bersih