Mengapa Pemerintah Cina Melarang Musik Hip Hop?

Mengapa Pemerintah Cina Melarang Musik Hip Hop?

BIBLIOTIKA - Di masa pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia pernah melarang musik-musik Teh Beatles, bahkan pemerintah Indonesia di masa itu melarang warga berpenampilan seperti anggota The Beatles. Di zaman itu, orang-orang Indonesia—khususnya pemerintah—menyebut musik-musik seperti yang dinyanyikan The Beatles dengan sebutan “musik ngak-ngik-ngok”.

Latar belakang pelarangan pemerintah Indonesia terhadap musik ngak-ngik-ngok karena menilai musik semacam itu tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Meski mungkin peraturan semacam itu akan dianggap aneh pada zaman sekarang, namun bukan berarti pelarangan serupa tidak terjadi lagi.

Saat ini, pemerintah Cina juga melakukan sesuatu yang pernah dilakukan pemerintah Indonesia sekian puluh tahun lalu, yaitu melarang musik. Kali ini, yang dilarang oleh pemerintah Cina adalah musik hip hop. Mereka melarang musik itu ditampilkan di televisi atau di internet, juga di panggung live.

Lembaga Sensor Cina menyasar musik hip-hop yang tengah populer di kalangan anak muda negara itu untuk dibredel, karena dinilai memiliki cita rasa rendah dan bertentangan dengan nilai Partai Komunis.

Artis hip hop Wang Hao, yang dikenal sebagai "PG One", dan Zhou Yan, yang dikenal sebagai "GAI", kontestan program The Singer yang populer, telah mendapat sanksi dalam beberapa pekan terakhir.

Seperti yang dilansir Reuters pada 22 Januari 2018, sanksi diberikan karena keduanya dianggap berperilaku buruk, serta konten lagu masing-masing bertentangan dengan nilai Partai Komunis.

Pembersihan dimulai saat PG One dipaksa untuk meminta maaf atas lirik cabul yang menurut para kritikus menghina wanita dan mendorong penggunaan obat-obatan terlarang untuk kesenangan.

Kantor berita resmi Cina, Xinhua, menulis bahwa PG One tidak pantas di panggung dan harus dihentikan karena menyediakan platform dengan konten yang memiliki cita rasa rendah. Media dan perusahaan berita resmi lainnya dengan cepat mengikutinya. Lagu-lagu rapper tersebut langsung ditarik dari sebagian besar situs online.

GAI dikeluarkan secara sepihak dari ajang menyanyi "The Singer" pekan lalu. GAI, yang berada di tempat ketiga di The Singer, disiarkan oleh Hunan TV, dipecat dari program minggu lalu tanpa alasan.

"Prospek hip-hop di Cina tampak redup setelah rapper lokal dihapus dari acara TV," demikian lapor media Cina, Global Times, pada Minggu, 21 Januari 2018.

Global Times bulan ini memuat artikel yang mengatakan bahwa musik hip-hop merupakan alat bagi orang untuk melampiaskan kemarahan, kesengsaraan, dan keluhan mereka. Namun karena tidak sesuai dengan budaya Cina, maka tidak dapat berkembang di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Kampanye tersebut menggarisbawahi pembersihan konten budaya yang lebih luas dari permainan video, streaming online, dan bahkan seni pertunjukan di tengah dorongan untuk membuat produk budaya yang mematuhi nilai-nilai inti sosialis mainstream.

PG One, GAI dan Hunan TV belum memberikan komentar terkait kasus tersebut.

Selain keduanya, Rapper Mao Yanqi, alias VaVa, juga telah dikeluarkan dari variety show Happy Camp. Musik oleh Triple H, rapper bawah tanah yang berpengaruh, juga telah dihapus dari situs streaming utama.

Berita terkait pembredelan itu muncul setelah pada pekan lalu, badan pengawas siaran Cina mengatakan konten tidak bermoral dan vulgar harus dijauhkan dari televisi, termasuk hip-hop dan bahkan artis yang memiliki tato.

Baca juga: Sejarah dan Fakta Musik Pop Korea