Kiamat Hampir Tiba, Manusia Harus Pindah ke Antariksa

Kiamat Hampir Tiba, Manusia Harus Pindah ke Antariksa

BIBLIOTIKA - Jika menengok kehidupan bumi saat ini, mau tak mau kita harus mengakui bahwa bumi sedang menuju kehancuran. Tingginya asap, polusi, dan karbon dioksida, mewabah di mana-mana. Seiring dengan itu, pohon-pohon ditebangi, dan hutan digunduli, untuk berbagai tujuan. Di antaranya untuk hunian atau pemukiman. Padahal, hutan dan pohon berfungsi, salah satunya, menyerap karbon dioksida.

Selain itu, pohon-pohon serta hutan juga memiliki fungsi penting dalam menyerap air hujan yang turun, sehingga banjir bisa dielakkan. Pohon-pohon juga menjaga kerapatan tanah, sehingga bencana longsor juga bisa dijauhkan. Ketika pohon-pohon terus ditebangi, dan hutan-hutan terus diubah menjadi pemukiman, maka manusia sedang mengundang bencana bagi bumi.

Itu hanya salah satu contoh atau ilustrasi bagaimana manusia merusak bumi yang menjadi tempat tinggalnya sendiri. Padahal, contoh selain itu banyak sekali, sehingga saat ini aneka bencana terus melanda, es di kutub terus meleleh dan mencair, air lautan terus naik, dan lain-lain.

Fisikawan Stephen Hawking bahkan mengungkapkan, manusia tidak punya pilihan lain selain mencari tempat baru untuk hidup. Mau tidak mau, manusia harus meninggalkan bumi. Cepat atau lambat, manusia bisa punah karena hantaman asteroid ataupun pemanasan akibat evolusi matahari.

Untuk itu, dalam Starmus Festival di Trondheim, Norwegia, Hawking mengajak semua bangsa untuk fokus lagi ke misi antariksa. Menurutnya, tahun 2020, manusia harus sukses mendarat lagi di bulan. Sementara, tahun 2025, manusia harus sudah bisa menginjakkan kaki di Mars.

"Menyebar ke luar angkasa akan mengubah sejarah manusia. Saya harap misi antariksa bisa menyatukan banyak negara yang selama ini berkompetisi untuk mengatasi satu tantangan global," katanya. "Misi antariksa ambisius baru akan menarik banyak anak muda, dan meningkatkan ketertarikan pada bidang lain seperti astrofisika dan kosmologi."

Hawking mengatakan, dirinya tidak menyangkal tantangan iklim dan lingkungan. Namun, bagaimana pun, manusia harus punya persiapan jangka panjang sebab bumi memang tidak bisa dihuni selamanya.

"Kita kehabisan ruang, dan satu-satunya tempat kita bisa pergi adalah dunia lain. Inilah saatnya kita mengeksplorasi tata surya," ungkapnya. "Merambah antariksa adalah satu-satunya cara menyelamatkan diri. Saya yakin manusia harus meninggalkan bumi."

Hawking mengatakan, kolonisasi planet lain bukan lagi skenario dalam film fiksi ilmiah. Manusia harus mewujudkannya menjadi kenyataan.

"Jika manusia bertahan jutaan tahun ke depan, masa depan kita akan tergantung pada kemampuan mencapai tempat yang tak pernah dicapai sebelumnya," katanya.

Misi antariksa butuh perhatian global. Ia berharap bangsa-bangsa di dunia tak bertikai dan fokus pada upaya menyelamatkan manusia.

Baca juga: Ini yang Akan Terjadi jika Kutub Bumi Terbalik