Asal Usul Troli atau Kereta Belanja

Tidak ada komentar :
Asal Usul Troli atau Kereta Belanja

BIBLIOTIKA - Di swalayan mana pun, hampir bisa dipastikan ada troli atau kereta belanja, yang disediakan bagi para pengunjung untuk membeli apa pun. Kereta belanja itu umumnya terbuat dari rangka besi yang ringan, dilengkapi roda-roda kecil, sehingga dapat didorong dengan mudah. Dengan kereta belanja, orang dapat membeli banyak barang tanpa arus kerepotan membawa barang-barang yang dibeli.

Dari mana asal usul troli atau kereta belanja?

Orang yang pertama kali memiliki ide mengenai kereta belanja adalah Sylvan N. Goldman dari Oklahoma City, Amerika Serikat. Dia pemilik dua swalayan kecil yang berdiri di kotanya. Sebagai pengusaha swalayan, Sylvan Goldman kerap mengamati para pengunjung yang berbelanja di swalayan miliknya. Pada waktu itu, swalayan hanya menyediakan keranjang kecil yang bisa digunakan pengunjung untuk menaruh barang-barang yang dibeli.

Dalam pengamatannya, Sylvan Goldman mendapati bahwa para pembeli di swalayan umumnya hanya membeli sedikit barang. Mereka memilih beberapa barang, memasukkannya ke keranjang, lalu pergi ke kasir setelah keranjang penuh. Dalam hal itu, Sylvan Goldman berpikir, bagaimana caranya agar pengunjung swalayan bersedia membeli lebih banyak?

Ia memikirkan keranjang kecil yang disediakan di swalayan. Bagaimana kalau keranjang itu diperbesar, agar pengunjung lebih leluasa membeli apa pun?

Dari pemikiran itu, Sylvan Goldman pun menemukan ide untuk membuat keranjang yang lebih besar, yang mampu menampung banyak barang. Namun, karena ukurannya besar, dia pun mengubah keranjang menjadi kereta yang bisa didorong. Selain lebih praktis karena pembeli tidak perlu merasa berat, kereta dorong juga mampu memuat lebih banyak barang.

Kereta dorong hasil kreasi Sylvan Goldman diluncurkan pertama kali pada 1937 di swalayan miliknya. Belakangan, temuannya itu terbukti dapat meningkatkan omset penjualan. Para pengunjung swalayan membeli barang dalam jumlah lebih banyak daripada sebelumnya. Sejak itu pula, swalayan-swalayan lain mengadopsi ide tersebut, dan ikut menyediakan kereta belanja sebagai sarana memudahkan pembeli membawa barang apa pun.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar