Susah Kaya, karena Terlalu Banyak Gaya

Susah Kaya, karena Terlalu Banyak Gaya

BIBLIOTIKA - Kita yang hidup di zaman ini menghadapi tantangan yang jauh lebih sulit dibandingkan generasi zaman dulu. Di masa sekarang, ada banyak iklan dan promosi yang menyerbu kehidupan kita, yang merayu-rayu kita untuk membeli banyak hal, mencoba banyak hal, bahkan untuk pamer banyak hal, yang ujung-ujungnya menghabiskan uang kita.

Lihat saja kebiasaan minum kopi. Di masa lalu, minum kopi adalah perkara remeh, dengan biaya kecil, yang bisa dilakukan di warung mana pun. Tapi sekarang, minum kopi membutuhkan biaya besar, karena dilakukan di gerai terkenal yang harga kopinya juga mahal. Anak-anak muda sekarang merasa perlu minum kopi mahal di tempat keren, karena itu menjadi kebanggaan. Buktinya, mereka mengunggah foto-foto ngopinya ke media sosial semacam Instagram.

Itu baru urusan minum kopi. Padahal, urusan hidup sangat banyak, dari makanan sampai pakaian, dari pendidikan sampai hiburan, dan lain-lain. Susahnya, generasi milenial zaman sekarang tampaknya akan menghadapi masa depan suram alias susah kaya, karena gaya hidup mereka yang terlalu memboroskan uang.

Kenyataannya, kesenangan pada hal-hal kecil bisa mengakibatkan kesusahan besar di kemudian hari. Kesimpulan itu dikukuhkan situs keuangan pribadi bankrate.com, atas hasil studi mereka terkait prilaku keuangan generasi milenial di Amerika Serikat.

Studi itu menyimpulkan, milenial menjadi korban 'kejahatan' keuangan umum, akibat publisitas yang mendorong prilaku konsumtif. Mereka rata-rata nongkrong di kafe lima kali dalam sepekan, dan 30% di antaranya membeli kopi di gerai khusus tiga kali seminggu.
“Seringkali ini terlihat sebagai pengeluaran yang kecil, tapi jadi masalah buat keuangan Anda,” tandas laporan itu.

Beberapa kesimpulan dari survey yang dilakukan:

Dalam setahun, rata-rata milenial menghabiskan uang lebih dari 2.300 dolar AS. Angka itu lebih besar dari pengeluaran generasi tua untuk berbagai kebutuhan pokok, BBM dan gas, mampir ke resto dan kafe, serta tagihan biaya ponsel.

Milenial menghabiskan 233 dolar AS per bulan untuk makan, lebih mahal dibandingkan generasi tua yang pengeluaran untuk makannya 182 dolar AS per bulan.

Pengeluaran untuk ponsel milenial 161 dolar AS per bulan, dibandingkan generasi tua yang hanya 135 dolar AS per bulan.

Satu-satunya yang pengeluaran milenial lebih kecil, yaitu 80 dolar AS per bulan dibandingkan generasi tua yang 114 dolar AS per bulan, adalah untuk pembayaran tv berlangganan.

Kenapa milenial harus lebih sungguh-sungguh menabung? Generasi yang lahir antara 1980-1997 ini menanggung beban biaya pendidikan dan harga rumah yang makin mahal dari generasi sebelumnya. Kondisi ini diperberat dengan pertumbuhan gaji yang stagnan.

Data biro statistik AS mengungkapkan, setiap generasi milenial AS pada 2016 menanggung utang biaya pendidikan rata-rata sebesar 37.172 dolar AS. Angka itu naik 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jika dulu angsuran KPR bisa ditutupi dengan 30% pendapatan, ke depan hal itu diperkirakan tak mencukupi lagi.

Studi ini juga menyimpulkan, orang Amerika yang lebih muda cenderung berpenghasilan lebih rendah dan memiliki lebih sedikit tabungan dibandingkan generasi orang tua mereka. Akibatnya, ketahanan finansial mereka lebih rentan.

Hampir setengah (49%) milenial berusia 20 sampai 37 memiliki dana darurat tak sampai 500 dolar AS.

Baca juga: Ukuran Kekayaan Menurut Tiga Generasi Berbeda