Aneka Manfaat Petai untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Petai untuk Kesehatan untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Petai (Parkia speciosa) merupakan tumbuhan tropis dari jenis polong-polongan (Fabaceae). Pohon petai dapat mencapai tinggi 20 meter, dengan daun majemuk dan tersusun sejajar. Biasanya, bunga muncul di dekat ujung ranting, sementara buahnya besar memanjang. Dari satu bongkol bisa terdapat belasan buah, dan dalam satu buah terdapat hingga 20 biji.

Biji petai sering dimanfaatkan untuk menyedapkan masakan. Bahkan, sebegitu akrab petai dengan urusan masakan, hingga kebanyakan orang mungkin tidak menyadari kalau petai sebenarnya masuk golongan buah-buahan.

Sebagian orang menyukai petai, sebagian lain tidak. Yang menyukai petai biasanya karena masakan jadi terasa lebih sedap, sehingga meningkatkan nafsu makan. Sementara yang tidak suka biasanya karena memakan petai menjadikan bau mulut lebih tajam, dan urin lebih berbau.

Terlepas suka atau tidak, petai memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Protein dalam petai, misalnya, empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan apel. Karbohidrat dalam petai juga dua kali lipat lebih banyak dibandingkan apel, fosfor dalam petai tiga kali lipat lebih banyak, vitamin A dan zat besi lima kali lipat lebih banyak, sementara mineral lainnya dua kali lipat lebih banyak. Bahkan, berdasarkan penelitian di laboratorium, kandungan protein dalam petai lebih tinggi dibandingkan protein dalam tempe.

Karena kandungan nutrisinya yang luar biasa, petai pun memiliki aneka manfaat yang tidak bisa disepelekan. Kalau Anda kebetulan penyuka petai, Anda perlu tahu aneka manfaat petai berikut ini, dalam menunjang kesehatan.

Menangkal radikal bebas

Kandungan antioksidan yang tinggi dalam petai dapat menangkal radikal bebas, seperti hidrogen peroksida, superoksida anion, dan hidroksil. Radikal bebas bisa terdapat pada makanan, terutama yang dipanggang dan digoreng, juga dari lingkungan sekitar, sampai sinar ultraviolet.

Radikal bebas dapat merusak jaringan tubuh, dan memberi beberapa dampak negatif terhadap kesehatan, termasuk kanker, kerusakan hati, dan ginjal. Seperti yang disebut tadi, petai mampu mengatasi hal itu.

Meningkatkan mood

Mengonsumsi petai dapat meningkatkan mood, memperbaiki emosi, dan menurunkan depresi atau gelisah. Hal itu dimungkinkan, karena petai memiliki kandungan zat tryptophan, yaitu sejenis protein yang bisa diubah menjadi serotonin, yang dapat meningkatkan mood menjadi lebih baik, tubuh lebih rileks, dan pikiran lebih tenang.

Mengatasi darah tinggi

Petai mengandung kalium yang tinggi, sekaligus memiliki kadar garam yang rendah. Kandungan kalium dalam petai sangat baik dalam membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Karena kenyataan itu pula, FDA di Amerika mengizinkan perkebunan petai untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini dalam menurunkan risiko tekanan darah dan stroke.

Meningkatkan energi

Terdapat tiga jenis gula alami di dalam petai, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Dikombinasikan dengan serat, tiga gula alami itu mampu memberikan tambahan tenaga atau meningkatkan energi dalam waktu cepat.

Penelitian menemukan, mengonsumsi dua porsi petai dapat memberikan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit. Selain menambah energi, penelitian juga mengungkapkan bahwa petai dapat mengatasi berbagai macam penyakit dan kondisi buruk pada tubuh.

Mengatasi anemia

Petai memiliki kandungan zat besi tinggi, yang dapat membantu menstimulasi produksi sel darah merah dalam tubuh. Dengan kata lain, petai dapat membantu mengatasi masalah anemia.

Meningkatkan kemampuan otak

Kandungan kalium yang tinggi dalam petai dapat membantu meningkatkan kemampuan otak, dalam menyerap pengetahuan maupun meningkatkan kewaspadaan. Penelitian mengenai hal ini pernah dilakukan pada 200 siswa di AS. Para siswa itu diberi asupan petai pada waktu sarapan, jam istirahat, dan makan siang. Hasilnya, mereka dapat menjalani proses belajar dengan lebih baik, dan dapat mengerjakan ujian dengan hasil lebih baik.

Melancarkan pencernaan

Dengan kandungan serat tinggi yang dimilikinya, petai dapat membantu menormalkan pencernaan yang bermasalah, dan melancarkannya kembali.

Menenangkan saraf

Kandungan aneka vitamin dalam petai diketahui dapat membantu menenangkan saraf tubuh, sehingga mengurangi ketegangan.

Menghentikan aktivitas merokok

Jika Anda ingin mulai menghentikan aktivitas merokok, Anda bisa sering mengonsumsi petai. Kandungan vitamin B6 dan B12 yang dikandung petai, bersama kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat pulih dari efek penghentian nikotin, sehingga Anda dapat menjauhi rokok dengan lebih mudah.

Menurunkan risiko stroke

Penelitian yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine, menyebutkan bahwa mengonsumsi petai dalam makanan sehari-hari dapat menurunkan risiko kematian akibat stroke hingga 40 persen.

Mengatasi PMS

PMS atau pre-menstrual syndrome dapat diatasi dengan mengonsumsi petai, karena petai mengandung vitamin B6 yang membantu mengatur kadar gula dalam tubuh, sekaligus membantu mood agar lebih baik.

Menetralkan asam lambung

Kandungan nutrisi dalam petai dapat membantu menetralkan asam lambung, dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

Mengatur suhu tubuh

Emosi yang tidak terkendali, kecenderungan mudah marah atau sering marah, bisa diatasi dengan mengonsumsi petai. Petai memiliki khasiat dalam mengatur dan menurunkan suhu tubuh, sehingga emosi lebih baik dan lebih stabil. Petai bahkan dijadikan sarana terapi untuk masalah SAD (Seasonal Affective Disorder atau penyakit emosional yang kacau), karena kandungan triptopan dalam petai mampu mengatasi hal itu.

Mengatasi stres

Kalium adalah mineral penting, yang membantu menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak, dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stres, kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal itu dapat diseimbangkan kembali dengan bantuan petai yang tinggi kalium.

Mengatasi gigitan nyamuk

Kulit petai ternyata memiliki khasiat dalam mengatasi bentol dan gatal akibat gigitan nyamuk. Kalau Anda digigit nyamuk, dan terdapat bentol pada kulit serta menimbulkan gatal, Anda bisa mengatasinya dengan menggosoknya dengan bagian dalam kulit petai.