Asal Usul Istilah Air Mata Buaya

Asal Usul Istilah Air Mata Buaya

BIBLIOTIKA - Salah satu istilah terkenal yang kerap disebut adalah “air mata buaya”. Biasanya, orang menggunakan istilah itu untuk menyebut seseorang yang tampak bersedih atau menangis, namun ekspresi tersebut sebenarnya palsu. Kalau dia menangis, tangisnya palsu. Kalau dia tampak menyesal, penyesalannya palsu. Itulah kira-kira makna istilah air mata buaya.

Sebenarnya, dari mana asal usul istilah itu? Kenapa disematkan dengan buaya? Apakah buaya memang menangis?

Sebenarnya, buaya memang menangis. Di alam liar, buaya sering memangsa hewan-hewan yang berukuran kecil sampai besar. Karena mulutnya dapat menganga lebar, buaya pun bisa memangsa hewan-hewan lain yang ukuran tubuhnya besar. Yang menjadi masalah, dalam proses memakan mangsa itu, buaya sering kesulitan akibat ukuran si mangsa yang besar.

Mulut buaya memang dapat membuka hingga lebar. Namun, tenggorokan buaya memiliki ruang yang terbatas—tidak selebar mulutnya saat terbuka. Jadi, ketika buaya memangsa hewan yang besar, mangsa itu bisa masuk ke mulut dengan mudah, tapi agak sulit saat harus ditelan melewati tenggorokan. Dalam proses itu, buaya sering meneteskan air mata dalam proses menelan mangsanya, karena merasakan tenggorokan yang sakit.

Karenanya, air mata buaya yang keluar tidak berarti bahwa dia sedih atau menyesal karena telah memangsa hewan lain. Karena itu pula, air mata buaya pun memiliki makna “air mata palsu”, sehingga menjadi pepatah yang kita kenal.

Baca juga: Teori Konspirasi dan Keyakinan Kaum Bumi Datar