Sejarah dan Asal Usul Hari Koki Sedunia

Sejarah dan Asal Usul Hari Koki Sedunia

BIBLIOTIKA - Tanggal 20 Oktober dirayakan sebagai Hari Koki Internasional atau Hari Koki Sedunia (International Chefs Day). Perayaan itu ditujukan untuk memperingati berdirinya World Association of Chefs Societies (WACS). WACS adalah lembaga asosiasi koki sedunia. Asal usul berdirinya WACS berasal dari ide federasi memasak di Swiss.

Profesi juru masak atau koki adalah profesi yang berumur tua. Karenanya, pada akhir abad ke-19, banyak asosiasi koki yang berdiri di berbagai negara. Masing-masing asosiasi itu berdiri sendiri-sendiri, dan tidak/belum memiliki kesatuan asosiasi untuk seluruh dunia. Akhirnya, asosiasi memasak dari Swiss melahirkan gagasan untuk mendirikan asosiasi yang mewadahi semua asosiasi di berbagai negara. Gagasan itu tercetus pada bulan Mei 1920.

Delapan tahun kemudian, ide atau gagasan dari asosiasi Swiss terbentuk dengan didirikannya WACS. Asosiasi koki internasional itu resmi berdiri di Sorbonne, Paris. Kongres pertama asosiasi internasional itu dihadiri 65 delegasi dari 17 negara, mewakili 36 asosiasi nasional dan internasional. Saat itu, August Escoffier ditunjuk sebagai Presiden Kehormatan Pertama WACS. Kongres selanjutnya kembali diadakan di Prancis pada 1930 dan 1936.

Pada 1939, Perang Dunia II pecah. Sementara kondisi negara-negara dunia sedang tidak jelas, keanggotaan EACS ditangguhkan sementara, sampai dikembalikannya lembaga tersebut pada 1949. Dua tahun setelah itu, mereka mengadakan kongres di Frankfurt, Jerman, untuk menunjuk kembali presiden WACS.

Pada 1954, WACS kembali mengadakan kongres, kali ini di Swiss, yang lalu berlanjut setiap dua tahun sekali di tempat yang berbeda di seluruh dunia. Kebiasaan itu masih diteruskan sampai sekarang. Terakhir, kongres dilaksanakan di Thessalonika, Yunani, pada 2016. Kongres selanjutnya akan diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11 sampai 14 Juli 2018.

Kini, anggota WACS telah berjumlah lebih dari 100 asosiasi koki resmi dari berbagai negara di seluruh benua di dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: Etika Memasak, dari Aturan Sarung Tangan Sampai Masker