Hati-hati, Ini 4 Postingan di Medsos yang Bisa Membuatmu Terbunuh

Hati-hati, Ini 4 Postingan di Medsos yang Bisa Membuatmu Terbunuh

BIBLIOTIKA - Medsos alias media sosial adalah layanan internet yang digunakan banyak orang di dunia. Popularitasnya bahkan menandingi situs-situs berita. Melalui media sosial semisal Twitter, Facebook, dan semacamnya, orang-orang bisa menumpahkan apa pun yang ingin dikatakan, atau berinteraksi dengan siapa pun yang diinginkan.

Dari satu sisi, medsos tentu memberi hal positif, semisal mejadi tempat menambah wawasan sampai menjalin pertemanan. Namun, di sisi lain, medsos bisa menimbulkan masalah dan dampak negatif, jika tidak digunakan secara benar. Bahkan, apa yang kita tulis di medsos bisa berpotensi bahaya. Setidaknya, sampai saat ini ada beberapa orang yang sampai tewas terbunuh karena postingan mereka di medsos.

Berikut ini jenis-jenis postingan yang membuat pelaku (penulis postingan) sampai terbunuh. Karenanya, hati-hati dan hindari menulis postingan semacam ini.

Mengejek 

Siapa pun tentu tidak suka diejek, termasuk diejek di media sosial yang pasti akan dilihat/dibaca banyak orang. Tetapi hal itulah yang dilakukan Lisa Berverly, kepada mantan suaminya.

Ceritanya, mantan suami Lisa Berverly tidak mampu memenuhi pemberian uang untuk anaknya (anak hasil perkawinan dengan Lisa Berverly). Karena itu, Lisa Berverly mengejek sang mantan suami di Facebook.

Mantan suami Lisa Berverly membaca postingan itu, dan marah. Ia menemui mantan istrinya, dan memukulnya dengan palu. Belum cukup, sang mantan suami juga menggorok leher Lisa Berverly hingga tewas.

Pamer

Tak bisa dipungkiri, banyak orang suka pamer di media sosial. Dari pamer hal-hal biasa—seperti makanan, tempat liburan, pakaian, dan lain-lain—sampai pamer hal-hal ekstrem. Siapa sangka kalau aksi pamer di medos bisa membuat seseorang terbunuh?

Malachi Hemphill adalah anak laki-laki yang tewas akibat pamer di Instagram. Ia memamerkan pistol milik orang tuanya di live Instagram, dengan harapan teman-temannya terkesan.

Teman-teman Malachi Hemphill memang terkesan melihat aksi pamer tersebut. Mereka bahkan menantang Malachi Hemphill untuk menembakkan pistol itu ke mulutnya. Malachi Hemphill mengira pistol itu kosong tanpa peluru. Tanpa ragu, ia memasukkan moncong pistol ke mulut, dan menarik picu. Naas, pistol itu berpeluru, dan ia tewas seketika.

Menyinggung SARA

Di medsos, orang memang bisa menyatakan apa saja yang diinginkan. Namun, tentu saja, ada batas yang juga harus dipatuhi. Salah satunya adalah tidak menyinggung SARA (Suku, Agama, dan Ras), karena dapat menyinggung perasaan orang lain. Lebih dari itu, menyinggung SARA di medos bisa membuat orang terbunuh.

Nadeem James, warga Pakistan, bisa menjadi contoh dalam hal ini. Di medos, ia menyebarkan puisi yang belakangan dinilai menghina Nabi Muhammad. Mungkin dia bertujuan bercanda, dan tidak bermaksud menghina. Namun, hukum di Pakistan tidak dapat menoleransi perbuatan Nadeem James, dan menjatuhkan hukuman mati untuknya.

Adegan berbahaya

Orang kadang berusaha membuat orang lain terkesan dengan hal-hal ekstrem, misal melakukan adegan berbahaya yang tidak berani dilakukan orang lain. Hal-hal semacam itu biasanya diabadikan lewat foto atau video. Kadang, hasilnya bisa sangat berbahaya. Seperti yang dilakukan Pedro Ruiz dan Mona Lisa Perez.

Di YuoTube, dua orang itu merekam adegan berbahaya dalam bentuk menahan peluru dari pistol Dessert Eagle, hanya dengan buku ensiklopedia. Buku tersebut memang tebal, tapi masih kalah kuat dengan peluru yang menembusnya, hingga mengenai sasaran.

Baca juga: Cerita Bohong yang Dimuat Wikipedia Hingga 10 Tahun