Etika Memasak, dari Aturan Sarung Tangan Sampai Masker

Etika Memasak, dari Aturan Sarung Tangan Sampai Masker

BIBLIOTIKA - Bagi sebagian orang, memasak bukan pekerjaan mudah. Karenanya tidak semua orang bisa menjadi juru masak atau koki. Seperti profesi lain, seorang juru masak juga memiliki aturan dan etika yang selalu diingat, terkait keamanan makanan atau food safety. Tujuannya tentu agar orang yang mengonsumsi makanannya tidak sampai mengalami masalah kesehatan.

Salah satu cara menjaga keamanan makanan adalah selalu mengingat kebersihan. Sebelum memasak, koki perlu mencuci tangan dengan sabun yang mengandung desinfektan dan air hangat. Karena bakteri di tangan akan mati bila membilas tangan dengan sabun desinfektan, selama kurang lebih 20 detik.

Kemudian, koki juga perlu mengenakan sarung tangan untuk keperluan memasak. Meski begitu, memakai satu sarung tangan yang tidak diganti adalah perilaku yang salah. Satu sarung tangan hanya boleh digunakan untuk satu jenis makanan. Misalnya, setelah memegang buah, koki tidak bisa mengambil ikan dengan sarung tangan yang sama.

Untuk menyentuh pintu atau barang lainnya pun, koki harus melepas sarung tangan terlebih dulu. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari bakteri yang menempel di sarung tangan masuk ke makanan, atau dikenal dengan istilah cross contamination. Koki juga harus bisa memahami kapan waktu yang tepat untuk mengenakan atau melepas sarung tangan.

Ketika memotong wortel mentah misalnya, koki bisa melepas sarung tangan, karena potongan wortel tersebut akan dimasak setelahnya. Namun, kalau mengaduk salad harus pakai sarung tangan, karena setelahnya langsung dimakan. Tujuannya, sekali lagi, agar tidak terjadi cross contamination.

Selain sarung tangan, hal lain yang juga perlu diperhatikan seorang koki adalah pemakaian masker, khususnya ketika seorang koki sedang mengalami flu. Terkait pemakaian masker, koki juga harus bisa memahami kapan masker perlu diganti. Karena masker yang terkena asap terlalu lama juga dapat memunculkan bakteri.

Seorang koki penting memiliki pengetahuan dasar ihwal food safety dan kebersihan. Atau, setidaknya, pengetahuan terkait hal itu penting diketahui oleh pemilik rumah makan, agar keamanan dan kebersihan makanan terjaga dan tidak mengancam kesehatan konsumen.

Baca juga: Tips Sehat Seputar Memasak