Ini Penyebab Kenapa Kita Perlu Meninggalkannya Zona Nyaman


Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah zona nyaman, kan? Zona nyaman dapat diartikan sebagai posisimu saat ini yang terbilang sudah mapan dan sudah kamu jalani dalam jangka waktu yang lama. Lalu, pertanyaan berikutnya, mengapa kita harus keluar dari zona nyaman? Bukankah kita seharusnya memang mencari zona nyaman?

Pertanyaan itu mungkin pernah terlintas dalam pikiranmu saat dalam kondisi krisis. Banyak orang ragu meninggalkan zona nyaman mereka karena takut memasuki dunia baru. 

Zona nyaman adalah keadaan nyaman dalam situasi kamu saat ini, baik di tempat kerja, bersama teman, atau dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kamu berada di zona nyaman, maka akan cenderung tidak terlalu tertarik untuk mencoba hal-hal baru atau mencapai yang lebih banyak di dalam zona tersebut.

Jika kamu tetap berada di zona ini, kamu mungkin tidak dapat melanjutkan kehidupan yang lebih berkembang. Lalu, apakah sebenarnya kita perlu keluar dari zona nyaman? 

Jika kamu sedang resah dengan zona nyaman hidupmu, kamu bisa simak artikel ini untuk memahami alasan kenapa kita harus keluar dari zona nyaman, dan apa manfaat yang bisa kita ambil dari perilaku tersebut:

Mengenal Zona Nyaman

Ungkapan “keluar dari zona nyaman” sebenarnya sudah sangat populer sejak tahun 1990-an, dari orang Persia. Istilah “zona nyaman” pertama kali diciptakan dalam “The Dangers of the Comfort Zone” yang diterbitkan oleh Judith Bardwick pada tahun 1991. 

Judith Bardwick mendefinisikan zona nyaman sebagai perilaku dimana seseorang dengan perilaku yang terbatas bekerja untuk mencapai tingkat kinerja yang stabil. Akibatnya, pekerjaan umumnya dilakukan tanpa risiko, monoton, dan membosankan.

Berdasarkan pendapat Alasdair A.K., dalam buku From Comfort Zones to Performance Management, zona nyaman dapat digambarkan sebagai fungsi secara umum atau nyaman tanpa usaha yang maksimal. Karena itu, orang-orang di zona aman ini akan cenderung melakukan hal-hal secara normal, tanpa rasa takut dan tanpa risiko, bahkan terkesan monoton dan membosankan.

Akibatnya, orang-orang di zona nyaman cenderung memiliki karir yang menetap. Singkatnya, hal ini berfokus pada pekerjaan yang dilakukan tanpa menimbulkan risiko atau ketakutan. Namun di sisi lain, hal itu justru menyebabkan kinerja yang stabil tanpa ada perbaikan. Itulah sebabnya seseorang perlu keluar dari zona nyamannya.