Mengenal Buah Alkesa atau Sawo Belanda

Tidak ada komentar :
Mengenal Buah Alkesa atau Sawo Belanda

BIBLIOTIKA - Alkesa (Pouteria campachiana) adalah buah berbentuk lonjong, dengan ujung agak meruncing. Ukurannya bervariasi, dari sebesar telur ayam sampai tiga atau empat kali ukuran telur ayam. Ketika masih muda, buah alkesa berwarna hijau, lalu berubah kekuningan, hingga berwarna jingga mencolok saat telah matang. Kulitnya halus, licin dan mengilap, sementara daging buahnya bertekstur padat namun lembut, seperti ubi rambat yang dikukus, atau seperti kuning telur rebus.

Pohon alkesa termasuk suku sawo-sawoan atau Sapotaceae. Di Indonesia, buah ini kadang disebut sawo walanda alias sawo belanda. Pohon alkesa diperkirakan berasal dari wilayah tropis Amerika, suatu wilayah di Meksiko Selatan yang bernama Campeche. Itu sebabnya buah ini diberi nama Pouteria campechiana. Sekarang, buah alkesa banyak ditemukan di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Pohon alkesa umumnya tidak terlalu besar, dengan tinggi sekitar 10-15 meter. Letak daunnya saling berseling, dengan bentuk elips panjang seperti daun mangga, kaku, mengilap, dengan warna hijau tua. Bunganya berwarna putih kehijauan, dan berkelompok.

Alkesa biasanya dikonsumsi sebagai buah matang yang segar, atau kadang dibakar sebentar. Rasanya manis, tidak ada rasa asam sedikit pun seperti umumnya buah-buahan. Buah ini juga lebih bersifat mengenyangkan daripada menyegarkan. Di beberapa negara Amerika Latin, daging buah alkesa digunakan sebagai campuran membuat kue dan minuman, atau dibuat selai. Daging buah alkesa mengandung banyak karoten (provitamin A) yang bersifat antioksidan, juga vitamin C dan niasin.

Karena kandungan gizinya yang baik, alkesa pun dipercaya dapat membantu kesehatan. Selain buah, kulit batang alkesa juga diyakini memiliki khasiat obat. Di Meksiko, rebusan kulit batang pohon alkesa digunakan sebagai obat demam, sementara di Kuba digunakan untuk mengobati sakit kulit. Di Kuba, buah alkesa juga digunakan untuk mengatasi anemia.

Alkesa juga kaya kalori, karbohidrat/zat tepung, serat, kalsium, fosfor, karoten, thiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin C. Kandungan itu membuat alkesa disebut-sebut sebagai alternatif pangan. Selain dapat dikonsumsi sebagai buah atau campuran sajian makanan, alkesa juga diketahui dapat membantu mengatasi radang mulut, menjaga kesehatan mata, menjaga kesehatan usus, mencegah infeksi, sebagai bahan campuran makanan bayi, dan lain-lain.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar