Panduan Menyimpan dan Merawat Madu

Tidak ada komentar :
Panduan Menyimpan dan Merawat Madu

BIBLIOTIKA - Madu termasuk bahan makanan yang dapat dikonsumsi segala usia, bahkan dapat diperkenalkan pada anak-anak sejak dini. Madu yang asli dipercaya mengandung antibakteri alami, sehingga bisa membantu dalam menjaga kesehatan, serta membantu penyembuhan orang sakit. Penelitian-penelitian memang telah mendukung bahwa madu memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan, termasuk manfaat antibakteri yang dikandungnya yang bermanfaat untuk mengatasi luka bakar dan bisul.

Secara umum, di dalam madu tidak hanya terkandung gula, tetapi juga protein, vitamin, dan mineral, serta tidak mengandung kolesterol. Ada berbagai jenis madu, dari yang berwarna gelap sampai putih. Biasanya, madu yang berwarna lebih tua mengandung nutrisi yang lebih banyak dibandingkan yang berwarna terang.

Madu tergolong bahan makanan yang mudah disimpan dan tahan lama. Selama penyimpanan, ada beberapa efek alami yang muncul, namun biasanya tidak berpengaruh pada kondisinya. Beberapa hal yang perlu diketahui menyangkut penyimpanan madu adalah sebagai berikut:

Tidak perlu khawatir jika melihat madu yang Anda simpan seperti berembun. Kondisi semacam itu menunjukkan kalau madu telah mengalami kristalisasi, dan hal itu tidak berbahaya jika dikonsumsi. Ini juga bukan indikasi atau tanda bahwa kualitas madu telah menurun atau buruk.

Madu mengandung konsentrasi gula yang tinggi, sehingga dapat dengan cepat mengalami kristalisasi. Suhu yang rendah juga menjadi salah satu penyebab terjadinya proses tersebut.

Madu tidak harus disimpan dalam lemari es. Bahkan Anda akan lebih mudah mengkonsumsinya jika Anda tidak menyimpan madu di lemari pendingin itu.

Jika madu simpanan Anda mengalami kristalisasi, Anda bisa memasukkan botol madu di tengah wadah berisi air panas untuk kembali mengencerkannya. Coba aduklah selama dipanaskan itu.

Hindari memanaskan madu secara langsung di atas api, karena biasanya madu akan berubah apabila berada dalam temperatur yang terlalu panas, terutama dalam hal rasa dan warna. Ketika dalam kondisi panas, madu biasanya akan berubah menjadi karamel, seperti halnya gula pada umumnya.

Tidak perlu repot-repot menyimpan madu, juga tidak perlu tempat yang terlalu khusus. Cukup diletakkan di tempat yang adem, jauh dari sinar matahari, dan tutuplah rapat-rapat.

Madu bisa dibekukan, tetapi hal itu tidak diperlukan.


Tips mengetahui keaslian madu

Sering kali madu yang ditawarkan di pasaran bukan madu asli alias campuran. Hal ini akan jadi masalah jika yang Anda butuhkan adalah madu asli atau madu murni. Lebih masalah lagi jika madu campuran itu diklaim sebagai madu asli, sehingga tidak jarang membingungkan.

Nah, bagaimana cara mudah untuk mengetahui apakah madu yang ditawarkan itu asli ataukah tidak? Berikut ini tipsnya:
  1. Madu asli memiliki rasa asam yang khas, bukan asam seperti buah. Kadang madu memang dicampur dengan sari buah, dan diolah lagi untuk mendapatkan rasa seolah murni. Jadi, pastikan rasa madu Anda.
  2. Jika diteteskan di kertas koran, madu asli akan sukar sekali meresap, sedang madu campuran akan cepat sekali menembus kertas koran.
  3. Madu asli akan berbuih ketika dikocok, sedang yang palsu tidak berbuih ketika dikocok.
  4. Ketika diteteskan ke kuku, madu asli tidak akan meleleh. Sedang madu yang campuran akan meleleh.
  5. Kuning telur atau susu kedelai akan segera menggumpal jika dituangi madu asli, tetapi hal itu tidak terjadi jika dituangi madu campuran.
  6. Dalam polarimeter, madu asli akan membuat jarum menyimpang ke kanan, sedangkan madu campuran sebaliknya (ke kiri).

Tidak ada komentar :

Posting Komentar