Tips, Kiat, dan Panduan Merawat Piyik Perkutut

Tidak ada komentar :
 Tips, Kiat, dan Panduan Merawat Piyik Perkutut

BIBLIOTIKA - Piyik perkutut sangat rentan pada penyakit. Biasanya setiap peternak kehilangan sejumlah piyik yang mati setiap tahunnya. Kematian piyik dapat terjadi dalam berbagai situasi.

Piyik yang ditetaskan oleh induknya sendiri atau perkutut indukan pengganti (perkutut babu) tidak terlepas dari bahaya kematian. Kematian dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti terinjak oleh induknya atau perkutut indukan pengganti, terjatuh dari sarang dan mati kedinginan atau kelaparan, lantai kandang yang kurang terawat hingga menimbulkan genangan air yang sangat berbahaya bagi piyik yang terjatuh, atau juga mati karena diserang semut.

Tidak selalu hal di atas itu yang mengakibatkan kematian piyik Anda, seringkali juga ditemui piyik perkutut yang menjadi cacat karena kecelakaan seperti di bawah ini:

Di sangkar puter; peternak seringkali menggunakan puter sebagai pengasuh lanjutan piyik perkutut yang ditetaskan oleh induknya atau indukan pengganti. Puter yang berbadan lebih besar dari perkutut juga sangat mengundang risiko bagi kematian piyik perkutut.

Seringkali yang terjadi adalah kematian atau cacat akibat terinjak oleh puter. Karenanya, upayakan untuk menggunakan sarang yang berukuran besar, agar memberikan ruang keleluasaan bagi perkutut / puter ataupun bagi piyik perkututnya. Sarang yang digunakan sebaiknya jangan sarang yang sangat cekung ke dalam meskipun cukup luas. Lebih baik menggunakan sarang yang luas, tetapi tidak tinggi.

Selain itu, saluran air pada lantai perlu dijaga kelancarannya sehingga tidak terjadi genangan. Apabila tetap terjadi juga, ada baiknya untuk memberikan alas yang lebih tebal seperti pasir atau bata.

Kontrol terhadap piyik di bawah satu bulan di kandang induknya atau di kandang puter harus dilakukan secara rutin setiap harinya. Ini diperlukan untuk memastikan bahwa induk atau pengasuhnya memberikan distribusi makanan secara merata ke masing-masing piyik.

Karena ada kalanya salah satu atau beberapa piyik saling berebut makanan hingga mengurangi jatah piyik yang lain, sehingga piyik yang menjadi korban mengalami penurunan kondisi kesehatan. Apabila ini terjadi di kandang induknya sendiri, salah satu piyik sebaiknya ditarik dan diasuh ke puter atau diasuh oleh peternaknya sendiri. Kalau itu terjadi di kandang puter, cukup lolohkan milet atau pur kepada piyik yang tidak dapat jatah makan tadi, dan kembalikan lagi kepada puter pengasuhnya.

Apabila ditemui adanya piyik yang mengalami penurunan kondisi secara tajam (seperti tulang dadanya terasa menonjol sekali tanpa diselimuti daging), piyik tersebut harus diambil dan dirawat oleh peternak. Piyik itu harus dimasukkan ke sangkar dengan sinar lampu yang cukup untuk memanasi badannya. Pemberian makan minimal harus dilakukan tiga kali sehari, di samping pemberian vitamin secara rutin agar kondisi piyik tersebut cepat kembali pulih.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar