Tips dan Panduan Praktis Hemat Energi

Share:
Tips dan Panduan Praktis Hemat Energi

BIBLIOTIKA - Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk bisa menghemat penggunaan energi listrik, sehingga beban pembayaran rekening listrik per bulan tidak lagi membengkak.

Dengan mengatur penggunaan alat-alat rumah tangga yang biasa Anda gunakan sehari-hari, Anda sekeluarga bisa banyak menghemat energi listrik, dan itu sama artinya menghemat pengeluaran bulanan Anda untuk tagihan rekening listrik. Sudah saatnya untuk memulai hidup hemat energi.

Lemari es:
  1. Pilihlah lemari es dengan ukuran dan kapasitas yang sesuai kebutuhan.
  2. Buka pintu lemari es seperlunya saja, dan pada kondisi tertentu, dijaga agar dapat tertutup rapat.
  3. Isilah lemari es secukupnya, dalam arti tidak melebihi kapasitas.
  4. Tempatkan lemari es di tempat yang teduh, dan jauhkan dari sumber panas seperti kompor atau sinar matahari.
  5. Letakkan lemari es minimal 15 cm dari dinding atau tembok rumah.
  6. Jangan memasukkan makanan atau minuman yang masih panas ke dalam lemari es.
  7. Bersihkan kondensor (terletak di belakang lemari es) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.
  8. Aturlah suhu lemari es sesuai kebutuhan. Tidak terlalu rendah, karena semakin rendah (dingin) semakin banyak pula konsumsi energi listrik yang dibutuhkan.
  9. Matikan lemari es bila tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Setrika listrik:
  1. Aturlah tingkat panas yang diperlukan sesuai dengan bahan pakaian yang akan disetrika.
  2. Bersihkan bagian bawah setrika dari kerak yang dapat menghambat panas.
  3. Matikan setrika segera sesudah selesai menyetrika, atau bila akan ditinggalkan untuk mengerjakan yang lain.
  4. Biasakan untuk menyetrika pakaian tidak secara sedikit-sedikit, agar tidak terlalu sering menghidupkan setrika listrik.

Televisi dan radio:
  1. Matikanlah televisi, radio, tape recorder, serta peralatan audio visual lainnya bila tidak ditonton atau tidak didengarkan.

Pompa air:
  1. Gunakan tangki penampung air dan nyalakan pompa air hanya bila air di dalam tangki hampir habis, atau menggunakan sistem kontrol otomatis.
  2. Gunakan pelampung pemutus arus otomatis. Alat ini akan memutus arus listrik ke pompa air bila air sudah penuh. Semakin sering pompa air ‘hidup-mati’, maka semakin besar daya listrik yang dipakai.
  3. Pilihlah jenis pompa air yang sesuai dengan kebutuhan, dan yang memiliki tingkat efisiensi yang tinggi.

Kipas angin:
  1. Bukalah ventilasi atau jendela rumah untuk memperlancar udara ke dalam rumah.
  2. Hidupkan kipas angin seperlunya dan matikan bila tidak dibutuhkan.
  3. Pilihlah kipas angin yang memiliki alat pengatur waktu (timer) dan aturlah timer sesuai dengan kebutuhan. (Ini sangat bermanfaat ketika Anda menggunakan kipas angin menjelang tidur).
  4. Aturlah kecepatan kipas angin sesuai dengan kebutuhan.

Mesin cuci:
  1. Pilihlah mesin cuci dengan kapasitas sesuai dengan jumlah cucian setiap hari.
  2. Pakailah mesin cuci sesuai dengan kapasitasnya. Bila melebihi kapasitas, dapat menambah beban pemakaian tenaga listrik.
  3. Bila cucian hanya sedikit, usahakan mencuci dengan tangan saja.
  4. Alat pengering sebaiknya hanya digunakan pada saat mendung atau hujan. Bila hari cerah, sebaiknya dijemur saja.

Rice cooker:
  1. Pilihlah rice cooker dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan.
  2. Letakkan rice cooker dalam posisi tegak sehingga alat pemutus aliran listrik bekerja dengan baik.
  3. Memasaklah nasi sesuai dengan kapasitas rice cooker.
  4. Usahakan untuk menanak nasi mendekati waktu makan.
  5. Periksalah selalu alat pemutus aliran listrik otomatisnya. Bila alat ini rusak, maka listrik akan terus mengalir ke elemen pemanas, meskipun nasi telah matang.

Vacuum cleaner:
  1. Pilihlah vacuum cleaner yang sesuai dengan kebutuhan dan dengan daya secukupnya.
  2. Bersihkan kantong debu segera setelah selesai menggunakan vacuum cleaner.
  3. Gunakan vacuum cleaner untuk pekerjaan yang cukup berat. Bila untuk pekerjaan ringan atau kecil, gunakan saja sapu atau alat pembersih lainnya.
  4. Matikan segera vacuum cleaner apabila motor menjadi panas atau terjadi perubahan suara motornya. Kemungkinan ada sesuatu yang mengganggu kerja vacuum cleaner.

Lampu penerangan:
  1. Gunakanlah lampu yang hemat energi.
  2. Gunakan ballast elektronik dan pasang kondensator pada jenis lampu TL atau neon.
  3. Hidupkan lampu hanya pada saat diperlukan saja. Matikan bila sudah tak diperlukan lagi.
  4. Warna dingin, lantai dan langit-langit yang terang sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi lampu penerangan.
  5. Pasanglah lampu penerangan sesuai atau sedekat mungkin dengan obyek yang diterangi.
  6. Aturlah perabotan rumah agar tidak menghalangi cahaya lampu penerangan.
  7. Bersihkan gelas lampu apabila kotor atau berdebu, agar tidak menghalangi cahaya lampu.