Panduan Memasarkan Produk untuk Usaha Kecil Menengah (1)

Tidak ada komentar :
Panduan Memasarkan Produk untuk Usaha Kecil Menengah

BIBLIOTIKA - Memasarkan produk adalah tugas penting setiap pengusaha setelah membuat produk. Karena alasan sebuah produk dibuat adalah agar bisa dipasarkan atau dijual, sehingga mendatangkan keuntungan. Bagi pengusaha besar atau untuk produk terkenal, memasarkan barang mungkin bukan hal yang terlalu sulit, karena mereka memiliki banyak biaya atau nama yang sudah dikenal luas. Namun, bagi kalangan pengusaha kecil dan menengah, memasarkan produk perlu trik tersendiri.

Berikut ini adalah kiat-kiat memasarkan produk untuk usaha kecil dan menengah. Melalui kiat-kiat berikut, Anda bisa memasarkan produk dengan biaya yang relatif terjangkau, khususnya jika sumber daya Anda tidak begitu besar.

Membuka toko khusus

Kiat ini sangat bagus, jika produk yang Anda buat beraneka ragam, sekaligus eksklusif (dalam arti sulit didapatkan di tempat lain), sehingga Anda bisa membuka toko yang secara khusus menawarkan aneka macam produk yang Anda buat.

Dengan toko yang secara khusus menjual produk Anda, yang Anda butuhkan hanya sebuah tempat untuk toko, barang-barang atau produk, serta karyawan yang ditugaskan untuk menjaga toko serta melayani pembeli. Di waktu mendatang, jika prospeknya bagus, Anda bisa mulai membuka toko yang merupakan cabang toko utama.

Mungkinkah kita bisa menjual produk dalam jumlah banyak, hanya melalui beberapa toko saja? Kita bisa melihat contoh sukses yang telah dilakukan oleh produsen kaos Jogger. Kaos Jogger tidak bisa ditemukan di sembarang tempat, dan hanya ada di toko resminya. Namun, meski begitu, orang-orang rela berdatangan ke tokonya, demi bisa membeli kaos tersebut. Hal itu karena Jogger menawarkan kualitas sekaligus keunikan.

Dengan cara yang sama, kita bisa meniru langkah yang dilakukan Jogger. Dengan produk yang unik sekaligus berkualitas, orang tidak akan segan untuk datang langsung ke toko kita. Bahkan, jika nama produk kita telah dikenal bagus, orang akan berdatangan untuk “kulakan” atau membeli dalam jumlah besar, untuk dijual kembali.

Dalam hal ini, poin penting yang perlu diperhatikan adalah keunikan dan kualitas produk yang kita tawarkan.

Menitipkan produk ke toko-toko

Jika produk yang kita buat tidak memiliki keunikan dan kualitas yang sekiranya mampu membuat orang berdatangan, maka pemasaran konvensional dengan menitipkan produk ke toko-toko bisa dilakukan. Ada banyak produk yang dipasarkan dengan cara itu. Dalam satu kota saja, ada ribuan toko yang bisa Anda datangi untuk menitipkan produk. Belum lagi warung-warung di perkampungan, yang jumlahnya juga mencapai ribuan dalam satu kota saja.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA untuk Anda.
Untuk mendapatkan, klik di sini.

Untuk dapat melayani banyak toko dan warung sekaligus, tentu dibutuhkan banyak tenaga. Untuk itu, kita bisa mencari pekerja yang secara khusus bertugas menawarkan dan menitipkan produk kita ke toko-toko dan warung. Biasanya, produk yang dibutuhkan sehari-hari (semisal sabun, shampo, dan lainnya) memiliki peluang cukup besar untuk diterima di berbagai tempat.

Dengan menitipkan produk ke toko-toko, kita bisa berharap menjual banyak barang. Karena, meski masing-masing toko mungkin hanya mampu menjual sedikit produk setiap bulan, namun jika ada ribuan toko yang melakukannya, maka total penjualan akan sangat besar.

Umpamakan saja kita menyuplai produk ke seribu toko, dan masing-masing toko mampu menjual sepuluh produk saja setiap bulan, artinya kita telah melakukan penjualan sebanyak sepuluh ribu produk. Itu baru untuk satu produk. Jika kita memiliki tiga atau lima produk, tentu jumlahnya akan lebih besar lagi.

Menawarkan produk ke ritel/waralaba

Ini langkah yang bisa kita ambil untuk semakin meluaskan pemasaran. Perusahaan ritel/waralaba, semisal Alfamart dan semacamnya, tentu membutuhkan pasokan barang terus-menerus untuk melangsungkan bisnis mereka. Untuk itu, kita bisa memasok barang kepada mereka, melalui perusahaan induknya.

Baca lanjutannya: Panduan Memasarkan Produk untuk Usaha Kecil Menengah (2)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar