Cara-cara Kawin Hewan yang Aneh dan Unik (2)

Tidak ada komentar :
 Cara-cara Kawin Hewan yang Aneh dan Unik

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Cara-cara Kawin Hewan yang Aneh dan Unik 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Clownfish

Clownfish adalah ikan yang sangat unik, karena dapat mengganti jenis kelaminnya. Clownfish hidup dalam kelompok yang terdiri dari sepasang jantan dan betina yang dapat berkembang biak, serta beberapa jantan yang tidak berbiak.

Di dalam kelompok clownfish, ada hirarki ketat berdasarkan ukuran. Ikan terbesar adalah betina, terbesar berikutnya adalah jantan, dan kemudian anggota kelompok lain adalah jantan yang tidak berbiak.

Apabila si betina mati atau terpancing manusia, maka jantan terbesar akan berubah kelamin menjadi betina. Kemudian, yang terbesar dari jantan tidak berbiak akan mendapatkan “promosi” untuk menjadi jantan yang mendampingi si betina.

Kepinding

Kepinding adalah serangga parasit dari keluarga Cimicidae. Kepinding jantan tidak peduli dengan organ seksual betina, karena perkawinan mereka bahkan tidak mesti melibatkan organ seksual si betina.

Kepinding jantan memiliki organ seksual yang berbentuk seperti pedang. Ketika kawin, yang dilakukan si jantan hanya menusuk tubuh kepinding betina, dan memasukkan spermanya. Setelah itu si betina akan mengandung. Para ilmuwan bahkan memiliki sebutan lucu untuk hal itu, yakni traumatic insemination.

Landak


Dalam setahun, landak betina tertarik untuk kawin hanya dalam waktu 8 sampai 12 jam. Selebihnya, landak betina tidak punya nafsu untuk kawin.

Untuk mengajak landak betina berhubungan selama musim kawin yang singkat itu, landak jantan akan berdiri pada kaki belakangnya, lalu menggoyang-goyangkan badannya, dan kemudian menyemprotkan aliran air seni yang sangat deras dari jarak 6 kaki ke tubuh si betina, dari kepala sampai kaki.

Tersedia paket buku digital BIBLIOTIKA untuk Anda.
Untuk mendapatkan, klik di sini.

Apabila si betina tidak terkesan, dia akan menjerit dan mengibaskan air seni dari tubuhnya. Tetapi jika dia siap untuk berhubungan, si betina akan mengangkat tubuh belakangnya untuk mengekspos bagian bawah perutnya, dan membiarkan si jantan menaikinya dari belakang (itu satu-satunya posisi yang aman untuk landak, karena keberadaan duri-duri di tubuhnya).

Dalam hubungan itu, landak betina biasanya tidak mudah dipuaskan, sehingga akan meminta si jantan untuk melakukannya berkali-kali sampai si jantan kelelahan. Apabila si jantan terlalu cepat lelah, landak betina akan meninggalkan dia untuk menemukan landak jantan yang lain.

Bowerbird

Untuk menarik pasangan betina, bowerbird jantan akan membangun sebuah struktur yang sangat rumit, yang disebut “a bower”. Struktur rumit itu menyerupai gubuk kecil, yang dibuat dari ranting-ranting. Setelah itu, burung jantan tersebut akan menghiasi pondoknya tersebut dengan berbagai benda sebagai hadiah bagi calon pasangannya. Di antaranya seperti bulu, batu, bunga, bahkan plastik dan kaca.

Potongan-potongan benda yang jumlahnya bisa mencapai ratusan itu secara hati-hati ditata dalam tema monokromatik (misalnya semua item berwarna merah). Burung itu akan benar-benar marah jika ada orang atau burung lain yang merusak atau mengacaukan pondoknya, misalnya dengan menempatkan satu benda yang berbeda warna.

Bowerbird jantan menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk memilih dan mengatur hal-hal itu. Bahkan, mereka tidak peduli jika terpaksa harus pergi ke pondok bowerbird jantan lain untuk mencuri suatu barang demi untuk melengkapi keindahan pondoknya sendiri. Dan, biasanya, sambil mencuri itu, dia akan membuat pondok saingannya kacau dan berantakan.

Kobra India

Ritual perkawinan kobra India tidak jauh beda dengan acara pertarungan yang brutal. Ketika menginginkan betina untuk kawin dengannya, si jantan akan menyerang si betina, dan si betina akan melawan dengan ganas. Si jantan akan berusaha menundukkan si betina, tapi biasanya hal itu membutuhkan perjuangan yang sangat keras. Mereka akan saling serang hingga sekitar 1 jam.

Pertarungan itu biasanya akan berakhir setelah si betina meletakkan kepalanya di tanah, yang berarti menyerah dan mau dikawini. Si jantan kemudian akan mengeluarkan organ seksnya yang berjumlah dua, lalu masuk ke dalam organ reproduksi si betina. Proses itu kadang berlangsung antara 2 menit sampai 24 jam.

Kutu

Meski kecil, hewan ini memiliki keunikan dalam proses kawin mereka. Ketika akan kawin, kutu jantan akan membuat lubang pada punggung kutu betina. Kutu jantan tidak memiliki penis, dan dia membuka punggung kutu betina dengan menggunakan hidungnya. Kemudian, kutu jantan akan mengarahkan bagian belakang tubuhnya, untuk memasukkan spermanya ke dalam lubang tersebut. Sperma itu kemudian akan membuahi sel telur si betina dalam tubuhnya.

Baca lanjutannya: Cara-cara Kawin Hewan yang Aneh dan Unik (3)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar