John Fredriksen, Pengusaha Tanker Norwegia

Share:
 John Fredriksen, Pengusaha Tanker Norwegia

BIBLIOTIKA - John Fredriksen mengawali karirnya sebagai kurir, dan sekarang terkenal sebagai pengusaha tanker terkenal Norwegia. Dia lahir pada 10 Mei 1944 di Oslo, Norwegia, di sebuah keluarga miskin. Karena kemiskinan pula, John Fredriksen tidak bisa mengenyam pendidikan yang cukup. Pada usia 16 tahun, dia sudah mulai bekerja menjadi kurir di Oslo, yang bertugas menyampaikan pesan-pesan dari orang-orang di kapal ke orang-orang di darat. Pekerjaannya itu menjadikannya dekat dengan kapal.

Ketika usianya mulai dewasa, dia bergabung dengan kapal tanker yang melakukan pengeboran minyak di laut. Dari situ, pengetahuannya terus bertambah, dan dia mulai mengimpikan memiliki usaha sendiri. Mula-mula, dari tabungan yang berhasil dikumpulkannya, John Fredriksen membeli sebuah kapal kecil yang ia sewakan kepada pemilik kapal tanker yang membutuhkan tambahan transportasi. Usaha itu berjalan dengan baik, hingga ia bisa menambah kapal-kapalnya, meski sempat tersandung masalah.

Pada 1986, misalnya, kapal milik John Fredriksen terbelit masalah hukum karena diduga terlibat kasus pencurian minyak mentah, karena kapalnya disewa untuk penyimpanan. Meski John Fredriksen sebenarnya tidak terlibat secara langsung dengan kejahatan tersebut, dia ikut mendekam di penjara hingga 4 bulan. Pengalaman itu pun menjadikannya lebih berhati-hati.

Sekeluar dari penjara, dia meneruskan mengembangkan usaha, dan bisnisnya makin maju. Jika semula hanya menyewakan kapal, sekarang dia mulai masuk dalam usaha pengeboran minyak dengan kapal tanker sendiri. Kemudian, dia juga menyewakan alat-alat pengeboran. Kemampuan bisnisnya pun makin terasah dan mumpuni, hingga dia dikenal sebagai salah satu raja tanker Norwegia.

Kini, dari rumahnya yang megah di daerah Chelsea, Inggris, John Fredriksen menjalankan tiga perusahaannya, yaitu Seadrill, Frontline, dan Golar LNG. Seadrill bergerak di bidang pengeboran minyak dan gas. Sedangkan Frontline dan Golar LNG di bidang usaha perkapalan. Dia juga membeli saham Smedvig, perusahaan minyak lepas pantai terbesar dan tertua di Norwegia.

Melalui perusahaan Seadrill, John Fredriksen menyewakan alat-alat untuk pengeboran minyak di bawah laut. Dari 39 alat bor paling canggih di dunia, 12 di antaranya adalah milik Seadrill. Alat bor tersebut mampu melakukan operasi hingga kedalaman 7.500 kaki di bawah laut. Seadrill menetapkan tarif sewa sebesar 600.000 dollar per hari untuk satu alat atau mesin bor—harga yang relatif lebih murah dibanding persewaan lain.

Kemudian, melalui Frontline, John Fredriksen memimpin perusahaan kapal minyak tanker terbesar dunia yang berbasis di Hamilton, Bermuda. Sekarang, Frontline memiliki 90 kapal tanker dengan wilayah operasi yang membentang dari perairan Alaska, Teluk Meksiko, lepas pantai Brasil, hingga Afrika Barat. Frontline juga memiliki 9,6 persen saham Overseas Shipholding Group, perusahaan perkapalan terbesar di dunia pada awal 2010.

Untuk mengontrol tiga perusahannya tersebut, John Fredriksen mendirikan perusahaan induk bernama Hemen Holdings. Saat ini, dengan kekayaan sebesar 10,5 miliar dollar, John Fredriksen menjadi salah satu orang terkaya di dunia.