Bibliotika

Pilihan Redaksi

Asal-usul Misterius di Balik Tudung Pengantin Wanita

Asal-usul Misterius di Balik Tudung Pengantin Wanita

BIBLIOTIKA - Pasangan-pasangan pengantin internasional umumnya berpenampilan khas—yang pria mengenakan celana dan jas, sementara yang wanita mengenakan gaun panjang yang dilengkapi tudung yang menutupi kepala dan mukanya. Nyaris kita tidak pernah melihat pengantin wanita (dalam prosesi perkawinan internasional) yang tidak mengenakan tudung kepala.

Karena identik dengan pengantin wanita, tudung kepala pun menjadi salah satu aksesori penting yang tak pernah ketinggalan pada upacara pernikahan. Tudung kepala, selain memberi kesan cantik pada pengantin wanita, ternyata memiliki kisah atau latar belakang yang misterius.

Diketahui bahwa tudung pengantin kali pertama populer pada zaman Romawi. Kala itu, tudung pengantin bukanlah berwarna putih seperti sekarang, melainkan warna merah yang disebut Flammeum, dari kata flamming atau membara.

Tudung pengantin warna merah tersebut dibuat untuk menutupi pengantin wanita dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tujuannya adalah sebagai simbol pengantin wanita yang dibakar oleh api untuk menakuti roh-roh jahat yang ingin mengincar atau mengganggunya di hari pernikahan.

Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, tentu tudung pengantin mengalami perubahan definisi dan manfaat. Tudung yang tadinya mistis disimbolkan sebagai lambang penyerahan pengantin wanita dari ayah ke suaminya.

Oleh karena itu, tudung pengantin hanya boleh dibuka oleh mempelai pria saat upacara pernikahan telah selesai dan disahkan oleh pemuka agama.

Baca juga: Misteri Surat Catatan Setan dari Abad Ke-17

Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu Depresi

Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu Depresi

BIBLIOTIKA - Makanan dan minuman modern bisa dibilang jauh beda dengan makanan dan minuman tradisional. Makanan dan minuman modern cenderung lebih cepat dikonsumsi, karena tidak membutuhkan proses pembuatan yang lama. Akibat kesibukan yang makin meningkat, orang-orang di zaman modern pun sangat akrab dengan yang serba instan, termasuk makanan dan minuman instan atau cepat saji.

Sayangnya, yang serba instan sering kali tidak baik, begitu pula dengan makanan serta minuman instan. Makanan cepat saji, misalnya, sejak dulu telah dinyatakan sebagai makanan yang tidak baik bagi kesehatan, karena dapat memicu obesitas. Begitu pula soft drink atau minuman ringan, juga telah dinyatakan sebagai minuman yang tidak baik bagi tubuh—jauh lebih sehat mengonsumsi air putih atau teh.

Yang mungkin masih jarang diungkap adalah bahwa makanan-makanan semacam itu juga berpotensi menimbulkan depresi. Karenanya, banyaknya orang modern yang mengalami depresi bisa jadi bukan hanya karena tuntutan hidup dan kerja yang makin meningkat, tapi juga makanan yang mereka konsumsi, seperti pasta, soft drink, dan makanan cepat saji.

Pasta

Pasta adalah makanan cepat saji. Makanan ini sering dijadikan solusi praktis bagi yang sibuk dan tidak sempat menyiapkan makan malam. Namun, mengonsumsi pasta setiap malam bisa dibilang tidak baik bagi kesehatan. Selain menjadi penyebab inflamasi, pasta juga dikaitkan dengan kemungkinan depresi.

Pasta maupun bagel adalah makanan yang dapat menyebabkan radang. Dalam penelitian yang dimuat di jurnal Brain, Behavior and Immunity, disebutkan bahwa makanan tersebut berhubungan dengan depresi, khususnya pada wanita berusia 50 sampai 77 tahun.

Dalam studi yang dilakukan, peneliti melihat kebiasaan makan pada lebih dari 40 ribu wanita yang tidak mengalami depresi pada awal penelitian. Ternyata, mereka yang mengonsumsi pasta secara rutin menderita depresi pada akhir penelitian.

Soft drink

Soft drink atau minuman ringan banyak tersedia di berbagai tempat, siap membantu mengusir rasa haus siapa pun. Kenyataannya, minuman semacam itu yang kita pilih ketika kebetulan sedang jalan-jalan, dan merasa kehausan. Sayangnya, soft drink semacam cola dapat memicu depresi.

Kenyataan itu diungkap dalam jurnal Brain, Behavior and Immunity, yang menyebutkan bahwa orang yang sering atau rutin mengonsumsi minuman ringan memiliki kemungkinann lebih besar untuk mengalami depresi.

Makanan cepat saji

Sama seperti soft drink, makanan cepat saji juga nyaris dapat ditemukan di mana pun, siap untuk mengenyangkan orang-orang yang kebetulan sedang lapar. Gerai-gerai makanan cepat saji juga terdapat di mana-mana.

Mengonsumsi makanan cepat saji dalam jumlah sedikit atau jarang memang bisa dibilang tidak masalah. Sesekali, karena suatu hal, bisa saja kita mengonsumsi makanan cepat saji. Namun, jika makanan semacam itu dikonsumsi setiap hari, dampaknya tidak baik bagi kesehatan, yang salah satunya berkaitan dengan depresi.

Baca juga: Sejarah Ayam Goreng KFC yang Jarang Diketahui

10 Universitas Terbaik di Dunia 2018

10 Universitas Terbaik di Dunia 2018

BIBLIOTIKA - Bisa jadi, banyak dari kita yang ingin masuk ke universitas atau perguruan tinggi dunia yang dinilai paling top dan berkualitas, semisal Harvard University, atau MIT, dan semacamnya. Namun, sayang, memasuki universitas top semacam itu sering kali sulit. Selain tes masuk yang bisa jadi berat, biaya pendidikan di kampus-kampus top juga mahal. Namun, jika kita kebetulan punya dua hal itu—kemampuan otak yang bagus dan uang yang cukup—tak ada salahnya mencoba. Siapa pun tentu ingin kuliah di universitas terbaik di dunia.

Lalu universitas mana yang bisa dianggap terbaik di dunia? Kita bisa merujuk pada data QS World University Rankings untuk mendapatkan jawabannya.

QS World University Rankings adalah publikasi tahunan peringkat universitas yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS). Setiap Tahun, QS menilai universitas-universitas di seluruh dunia berdasarkan reputasi akademi, reputasi alumni, kulitas tenaga pengajar, dan penampilan internasional.

QS University Ranking juga merupakan pemeringkatan resmi yang dijadikan acuan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI untuk mengukur kualitas kelembagaan perguruan tinggi di Indonesia menuju World Class University.

Pada Kamis, 8 juni 2017, QS merilis peringkat universitas di dunia untuk tahun ajaran 2017-2018. Ada lebih dari 959 perguruan tinggi di 84 negara di dunia yang masuk dalam hitungan QS.

Pengumuman pemeringkatan itu dirilis di www.topuniversities.com. Hasilnya adalah sepuluh universitas terbaik didominasi oleh Amerika Serikat, disusul oleh Inggis dan Swiss.

Lima universitas di Amerika Serikat masuk dalam daftar 10 kampus terbaik di dunia. Sedangkan di Inggris ada 4 universitas yang masuk 10 besar. ETH Zurich - Swiss Federal Institute of Technology dari Swiss berhasil meraih posisi ke 10 kampus terbaik dunia.
Berikut ini adalah 10 universitas terbaik dunia untuk tahun 2018, dengan nilai teratas:

1. Massachusettes Institute of Technology (MIT), AS

Kampus yang merupakan institusi riset yang terletak di distrik Back Bay, Boston, Amerika Serikat ini selama 6 tahun berturut-turut menempati peringkat teratas sebagai universitas terbaik di dunia.

Universitas di Amerika ini juga memperoleh nilai yang luar biasa dalam peringkat kali ini, dan merupakan satu-satunya universitas di dunia yang diberi nilai 5+ oleh QS.

2. Standford University, AS

Universitas yang terletak di tenggara San Fransisco ini memiliki jurusan Art and Humanities, Engineering and Technology, Life Sciences and Medicine, Social Sciences and Management, dan Natural Sciences.

Selama 2 tahun berturut-turut, Stanford berhasil menggeser Harvard ke peringkat no. 3. Menurut tabel penilaian, semua indikator Standford sebenarnya tidak kalah dari MIT. Namun, sayangnya jumlah mahasiswa internasionalnya kalah jauh jika dibandingkan dengan MIT.

3. Harvard University, AS

Harvard dikenal sebagai pencetak para tokoh terkenal, seperti Barack Obama dan Michele Obama, juga Bill Gates dan Mark Zuckerberg yang juga belajar di Harvard.

Meskipun kedudukan harvard telah digeser ke ranking 3 sejak 2 tahun berturut-turut oleh Stanford, tapi reputasi akademik dan prospek kerja lulusan universitas ini tetap mendapat skor 100.

4. California Institute og Technology (Caltech), AS

Caltech adalah universitas yang mengedepankan ilmu alam dan teknik. Caltech juga merupakan universitas yang terkemuka dalam riset.

Sebelumnya, selama 2 tahun berturut-turut, Caltech berada di peringkat ke-5. Namun, tahun ini, Caltech berhasil naik 1 peringkat. Mungkin, ini berkat perolehan nilai yang tinggi dalam kategori rasio dosen – mahasiswa, dan publikasi dari tenaga pengajar.

5. University of Cambridge, Inggris

Universitas yang berdiri pada tahun 1209 ini memiliki sejarah yang sangat kaya. Beberapa alumninya yang paling terkenal adalah Sir Isaac Newton (fisikawan Inggris yang menemukan gravitasi), aktor Ian McKellen, matematikawan Stephen Hawking, aktris Emma Thompson, dan redaktur surat kabar Arianna Huffington.

Berbeda dengan 4 peringkat sebelumnya, peringkat ke-5 ditempati oleh universitas Inggris: University of Cambridge.

Walau posisi universitas ini terus bergeser turun dari peringkat ke-3 di tahun 2016 ke peringkat ke-4 di tahun 2017, dan kemudian ke peringkat ke-5 di tahun 2018, reputasi akademik dan prospek kerja lulusan masih tetap mendapatkan nilai sempurna.

6. University of Oxford, Inggris

University of Oxford merupakan universitas dengan jurusan English Language, Literature, Geography, Archeology, Anatomy and Physiology, dan Arts and Humanities terbaik di dunia.

University of Oxford bertahan selama 3 tahun berturut-turut di posisi ke-6. Setidaknya, ia tidak turun peringkat. Namun, jumlah mahasiswa dan dosen internasional di universitas ini lebih banyak dari University of Cambridge.

7. University College London (UCL), Inggris

UCL merupakan kampus pusat pengajaran dengan keunggulan dalam bidang kedokteran, bahasa, hukum, teknik, dan sejarah astrofisika. UCL juga telah meraih 29 penghargaan Nobel sejak didirikan pada tahun 1901.

UCL masih bertahan di posisinya yang sama selama 2 tahun. Pada tahun ini, UCL berhasil meraih peringkat No.1 untuk kualitas pendidikan dan pelatihan. UCL adalah salah satu universitas yang memiliki keberagaman mahasiswa tertinggi di dunia.

8. Imperial College London, Inggris

Universitas yang didirikan oleh Pangeran Albert pada 1907 ini mengedepankan pengajaran pada sains, perdagangan, dan seni. Imperial College London berhasil naik 1 peringkat dari tahun sebelumnya.

9. University of Chicago, AS

Universitas yang dikenal sebagai pencetak ilmuwan dan milyarder ini berdiri pada tahun 1890. Alumninya yang paling terkenal adalah Carl Sagan, seorang astronom, penulis Saul Bellow, dan aktivis Susan Sontag.

University of Chicago berhasil naik 1 peringkat setelah 2 tahun berturut-turut menempati peringkat ke-10. Reputasi akademik universitas ini meraih skor yang nyaris sempurna, yaitu 99,9.

10. Swiss Federal Institute of Technology (ETH Zurich), Swiss

Satu-satunya universitas yang masuk sepuluh besar dari Swiss adalah ETH Zurich. Universitas yang berdiri pada 1854 ini merupakan tempat lahirnya para jenius. Alumni pentingnya adalah Albert Einstein, Lino Guzella, Mileva Maric, dan masih banyak lagi.

Akhirnya, ada universitas di luar Amerika dan Inggris yang mendominasi peringkat 10 besar. Namun, sayangnya universitas ini turun 2 peringkat dari tahun lalu. Mungkin, rasio mahasiswa dan dosen yang belum ideal.

Baca juga: 100 Universitas Terbaik di Indonesia

Mengapa Dunia Dilanda Kekurangan Air Bersih?

Mengapa Dunia Dilanda Kekurangan Air Bersih?

BIBLIOTIKA - Dunia sedang dilanda krisis air bersih, dan itu terjadi di mana-mana. Kita yang hidup di Indonesia mungkin belum terlalu merasakan dampaknya, karena setidaknya masih dapat memperoleh air bersih, meski dengan cara membeli. Namun, di berbagai negara lain, krisis air bersih benar-benar sudah parah. Sebegitu parah, sampai banyak orang harus berjalan berkilo-kilo meter demi mendapatkan air bersih di tempat yang sebelumnya tidak terjamah.

Di Indonesia, penduduk di daerah perkotaan belum terlalu merasakan dampaknya, karena bisa langganan air bersih dari PAM/PDAM. Namun, bagi penduduk di daerah pedesaan, mendapatkan air bersih bisa cukup sulit, khususnya bagi yang belum mendapat akses PAM/PDAM. Mereka juga harus pergi ke sumber air yang kadang sangat jauh, untuk bisa mendapat air bersih.

Mengapa dunia dilanda kekurangan dan krisis air bersih? Berikut ini beberapa di antara latar belakangnya.

Pertambahan jumlah penduduk

Air bersih yang kita konsumsi berasal dari tanah, danau, sungai, dan uap air. Air bersih itu terus digunakan, tapi jumlahnya tidak bisa bertambah. Sedangkan manusia di bumi terus meningkat. Terutama untuk negara-negara besar seperti Indonesia dan Cina.

Setiap manusia dianjurkan untuk mengonsumsi 2 liter air per hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, lalu berapa banyak air bersih yang dibutuhkan untuk 7,6 miliar orang? Belum lagi air bersih yang digunakan untuk keperluan makan dan keperluan rumah tangga lainnya.

Kerusakan sumber daya alam

Bagi kita yang tinggal di perkotaan, sering ditemui sungai yang penuh sampah dan berwana kotor. Padahal sungai membantu menyalurkan air dari mata airnya. Untuk di Jakarta, pemerintah sering melakukan berbagai hal untuk menaturalisasi sungai, mulai dari mengambil sampahnya, menyerok lumpur yang mengendap, hingga memperlebar aliran sungai. Begitu juga di pegunungan, banyak pohon-pohon yang ditebangi.

Padahal pohon-pohon itu membantu siklus hidrologi. Tapi karena banyak yang dibutakan oleh uang, maka pohon-pohon itu akhirnya ditebang. Walaupun banyak gerakan menanam pohon, tentu membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga pohon itu kuat dan siap digunakan. Itu pun kalau belum keburu diambil orang-orang untuk dijual kembali. Kalau sumbernya sudah dirusak, terus bagaimana kita mau minum air bersih?

Penggunaan kebutuhan industri yang berlebih

Sebuah perusahaan mobil membutuhkan banyak air untuk memproduksi 1 unit mobil. Bayangkan kalau sehari perusahaan itu memproduksi puluhan mobil. Berapa banyak air yang harus terbuang? Belum lagi perusahaan-perusahaan yang memproduksi minuman dan makanan, yang bahan bakunya adalah air bersih?

Kalau ada yang bertanya buat apa perusahaan mobil butuh air banyak, jawabannya untuk menghilangkan noda-noda yang menempel seperti oli, bekas lem, dan lain-lainnya.

Boros air yang tak disadari

Pernahkah kita mencuci dengan air banyak, tapi saat ingin membilas ternyata air yang kita siapkan ternyata tidak diperlukan, dan akhirnya dibuang? Pernahkah kita mengisi air untuk mandi atau mengisi air di tampungan sampai airnya tumpah-tumpah? Pernahkah kita mencuci mobil/motor saat musim hujan? Pernahkah kita membeli air minum kemasan, tapi belum sampai habis sudah dibuang?

Ya, itu adalah perilaku boros air yang jarang kita sadari. Coba bandingkan dengan saudara kita yang harus berjalan berkilo-kilo untuk mendapat air bersih. Atau bandingkan dengan negara Afrika yang penduduknya sering mengalami krisis air, bahkan sampai mengonsumsi air kotor. Harusnya kita bisa lebih bijak dalam menggunakan air bersih.

Baca juga: Tips Mudah dan Ringan Mengatasi Krisis Air Bersih

Tips Mudah dan Ringan Mengatasi Krisis Air Bersih

Tips Mudah dan Ringan Mengatasi Krisis Air Bersih

BIBLIOTIKA - Masalah krisis air bersih adalah masalah kita semua. Artinya, masing-masing kita perlu ikut bertanggung jawab atas krisis dan kekurangan air bersih yang saat ini sedang melanda dunia, khususnya Indonesia. Karena nyatanya masing-masing kita membutuhkan air bersih untuk minum dan memenuhi berbagai kebutuhan lain.

Kalau kita pernah menonton film "Mad Max: Fury Road", kita akan melihat bagaimana kondisi dunia tanpa air bersih. Dan bagaimana manusia mendewa-dewakan air bersih dibandingkan sebongkah berlian.

Untuk solusi tercepatnya, kita tak mungkin menyetop seluruh industri yang menggunakan air bersih, mengurangi jumlah penduduk maupun memperbaiki sumber daya alam yang rusak. Karena semua itu tentu memerlukan waktu bertahun-tahun. Maka hal yang bisa kita lakukan adalah melalui kesadaran diri sendiri akan pentingnya air bersih di masa depan nanti.

Berikut solusi yang bisa kita lakukan untuk menghemat penggunaan air bersih.

Hemat air saat mandi

Buat yang terbiasa menggunakan shower, mungkin bisa dikecilkan tekanan airnya. Karena air shower akan terus keluar walaupun saat kita tidak menggunakannya. Begitu juga dengan pengguna gayung, mungkin yang awalnya mengunakan 1 gayung full bisa dikurangi hanya menggunakan setengah gayung, walaupun mandinya jadi lebih lama, setidaknya bisa lebih efektif dan menghemat air.

Perbaiki pipa air yang bocor

Buat yang pipa airnya rusak dan bikin air nyemprot keluar, mending panggil tukang buat dibetulkan, daripada ditambal atau hanya diikat. Karena cara itu kurang efektif, walaupun air sudah tidak muncrat keluar, tapi airnya masih bisa merembes.

Gunakan tempat penampungan saat hujan

Ketika musim hujan, sebaiknya air itu ditampung. Air hujan yang tertampung bisa dipakai berbagai hal, seperti untuk menyiram tanaman, mencuci motor, mengepel, dan lain-lain. Cara ini tentu lebih hemat karena kita tak perlu bayar air ke PAM.

Gunakan air seperlunya

Terkadang kita tanpa sadar menggunakan air hingga berlebih. Sampai akhirnya kita lupa akan menggunakan air itu untuk apa. Dan berujung pada dua hal, kalau tidak dibuang ya dibiarkan saja di ember.

Membuat sumur resapan

Hampir seluruh tanah di zaman sekarang sudah berubah jadi semen dan aspal. Sehingga area-area resapan berkurang dan menyebabkan banjir. Selain itu, tanaman-tanaman ikut terkena dampaknya, yaitu sulit mendapatkan sumber air. Oleh karena itu, kita harus bisa membedakan area-area yang harus dijadikan sumber resapan dan mana yang tidak.

Memanfaatkan air bekas pakai

Saat kita selesai mencuci beras atau mencuci makanan, ada baiknya air tersebut kita gunakan untuk menyiram tanaman. Karena air itu memiliki kandungan nutrisi dibandingkan air biasa. Tapi jangan gunakan air bekas cucian baju untuk menyiram tanaman karena dapat merusak tanah.

Baca juga: Masalah Air di Indonesia