Bibliotika

Pilihan Redaksi

Kisah Dokumen Penting yang Mengubah Dunia

Kisah Dokumen Penting yang Mengubah Dunia

BIBLIOTIKA - Berdasarkan sejarah, kita tahu bahwa Perang Dunia II berakhir setelah Amerika Serikat mengancurkan Jepang dengan menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Karena negaranya hancur pula, Jepang menyerah dalam Perang Dunia II, dan itu artinya Indonesia pun lepas dari penjajahan Jepang, dan memproklamirkan kemerdekaan.

Apa yang akan terjadi, kalau saja Amerika Serikat tidak menjatuhkan bom di Jepang, dan artinya Jepang masih berkuasa di Perang Dunia II? Inilah kisah di balik titik penting yang mengubah wajah dunia.

Tanggal 2 Agustus 1939, Albert Einstein menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat saat itu, Franklin D Roosevelt. Surat yang berisi dorongan untuk meneliti atom itu kemudian berperan besar dalam mengubah dunia sekaligus kehidupan Einstein.

Penulisan surat yang diawali Einstein dengan "dorongan" untuk menyelamatkan dunia dari ancaman Jerman yang juga punya perhatian pada riset atom itu pada akhirnya justru memicu kerusakan besar akibat Amerika Serikat yang mengebom Jepang.

Sejarah surat tersebut diawali dari rangkaian penemuan yang dipublikasikan di jurnal terkemuka, Die Naturwissenschaften dan Nature, pada tahun 1939. Publikasi sejumlah fisikawan di kedua jurnal itu menyita perhatian para ilmuwan, karena mengungkap soal reaksi uranium dan potensinya dalam pembangkitan energi.

Para ilmuwan menyadari, penemuan tersebut bisa menjadi pedang bermata dua. Reaksi inti berantai dengan uranium bisa membangkitkan listrik efektif, tetapi di sisi lain bisa pula menjadi dasar pengembangan bom atom.

Leo Szilard dan Enrico Fermi, fisikawan terkemuka saat itu, menyadari bahwa sejumlah ilmuwan Jerman juga meneliti soal atom dan uranium. Hal itu menjadi perhatian sebab saat itu Jerman berada di bawah kekuasaan Hitler. Sangat mungkin Jerman mengembangkan bom atom dan menggunakannya untuk menyerang bangsa lain.

Szilard, yang juga rekan Einstein semasa tinggal di Jerman, merasa harus mendorong orang di balik Teori Relativitas itu untuk bertindak. Einstein diminta mengirim surat ke Presiden Roosevelt. Kala itu, para ilmuwan menilai bahwa keterlibatan Amerika Serikat pada penelitian nuklir masih sedikit.

Ketika diberitahu tentang potensi pengembangan bom atom dari uranium, Einstein mengatakan pada Szilard, "Bahkan saya tak memikirkannya."

Setelah berdiskusi, Einstein kemudian menyetujui pengiriman surat pada Roosevelt. Szilard dan Einstein menyusun naskah surat pada 2 Agustus 1939. Surat itu dikirimkan pada 9 Agustus 1939.

Roosevelt membalas dengan berterima kasih dan menyatakan bahwa dirinya akan menginvestigasi kemungkinan penyalahgunaan uranium. Einstein kemudian mengirimkan dua surat lagi pada 7 Maret 1940 dan 25 April 1940. Rangkaian surat itu kemudian mendasari awal penelitian Amerika Serikat soal bom atom.

Awalnya, penelitian tak fokus pada pengembangan skala besar bom atom itu sendiri. Barulah pada tahun 1942, pengembangan dilakukan oleh United States Army Corps of Engineers atas perintah Roosevelt lewat program "Manhattan Project". Einstein tak pernah terlibat langsung proyek itu.

Jerman, yang awalnya diwaspadai, ternyata gagal mengembangkan bom atom. Justru Amerika Serikat yang akhirnya berhasil.

Punya pengalaman buruk dengan Jepang atas serangan di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941, Amerika Serikat merancang serangan balik. Amerika Serikat kemudian menjatuhkan bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945.

Serangan yang meluluhlantakkan Jepang itu mengubah peta kekuatan dunia. Bagi Indonesia, serangan itulah yang kemudian memicu sejumlah pemuda mendorong proklamasi kemerdekaan. Jepang sudah kalah.

Menyadari kenyataan tersebut, Einstein sangat menyesal. Dalam wawancaranya dengan Newsweek pada tahun 1947, Einstein mengatakan, "Kalau saya tahu Jerman akan gagal mengembangkan bom atom, saya tak akan melakukan apa-apa."

Surat Einstein memberi gambaran akan dua sisi teknologi, memicu perkembangan sekaligus menghancurkan. Kini, manusia mengembangkan sejumlah teknologi mulai internet, penyuntingan gen, kecerdasan artifisial, dan lainnya. Sungguh pengembangan teknologi perlu dibarengi dengan pengembangan etika dalam penelitian maupun penggunaannya.

Baca juga: 3 Kekeliruan Fatal yang Pernah Dilakukan Albert Einstein

3 Kekeliruan Fatal yang Pernah Dilakukan Albert Einstein

3 Kekeliruan Fatal yang Pernah Dilakukan Albert Einstein

BIBLIOTIKA - Albert Einstein adalah ilmuwan terkenal, bahkan dianggap ilmuwan terbesar abad ke-20. Dia terkenal dengan teori relativitas yang penting bagi manusia dalam memahami kehidupan di bumi, dan Einstein juga mendapatkan Hadah Nobel atas dedikasinya untuk ilmu pengetahuan.

Meski begitu, bukan berarti Einstein tidak pernah keliru, khususnya dalam ilmu pengetahuan yang digelutinya. Di samping menghasilkan banyak teori yang terbukti kebenarannya, Einstein juga diketahui melakukan kekeliruan. Setidaknya, tanpa mengabaikan jasa Albert Einstein untuk dunia ilmu pengetahuan, ada tiga kekeliruan besar yang pernah dilakukannya.

Kekeliruan besar pertama yang diakui oleh Einstein sendiri adalah menambahkan cosmological constant atau konstan kosmologis ke dalam teori Relativitas Umum. Sebetulnya, tujuan Einsten menambahkan teori itu adalah untuk menjelaskan bahwa meskipun alam semesta statis dan tidak berubah, tetapi dalam perumusannya sangat dinamis.

Namun, ternyata alam semesta berkembang dengan kecepatan yang selalu bertambah. Menurut ilmuwan modern, konstan yang dimaksud Einstein mungkin adalah energi gelap dalam perluasan alam semesta, sebuah konsep yang masih menjadi perdebatan.

Kekeliruan kedua terkait mekanika kuantum.

Peran Einstein dalam perkembangan salah satu bidang ilmu fisika yang menggambarkan perilaku partikel subatomik memang tidak terbantahkan. Makalahnya pada tahun 1905, tentang efek fotolistrik, membuat Einstein mendapat Hadiah Nobel, dan teorinya tersebut memiliki dampak kuat pada perkembangan mekanika kuantum.

Namun, ternyata Einstein tidak menyukai mekanika kuantum karena berisi ide-ide aneh yang susah dibuktikan, dan kesimpulan akhir yang menyebut bahwa alam semesta tidak teratur dan penuh ketidakpastian.

Diceritakan dalam buku Einstein's Greatest Mistake, karya David Bodanis, Einstein juga mengaku tidak terkesan dengan gagasan Werner Heisenberg, Niels Bohr, atau ide Erwin Schrodinger dan kucingnya.

Kekeliruan Einstein terakhir adalah menarik prediksi yang dibuatnya pada tahun 1916 tentang teori gelombang gravitasi.

Gelombang gravitasi adalah getaran di dalam ruang dan waktu yang disebabkkan kejadian ruang besar, seperti pergerakan bintang neutron atau lubang hitam. Peristiwa supernova atau tabrakan lubang hitam diyakini menimbulkan gelombang gravitasi terkuat.

Akan tetapi, Einstein kesulitan untuk memperkirakan kekuatan tersebut, dan meragukan keberadaan lubang hitam. Dia bahkan pernah mengajukan sebuah makalah untuk menarik kembali teorinya sekitar tahun 1936, tetapi ditolak.

Pada tahun 2015, para ilmuwan berhasil membuktikan kesalahan Einstein dalam meragukan teorinya. Mereka mendeteksi gelombang gravitasi untuk kali pertama, 100 tahun setelah ramalan Einstein dibuat. Para ilmuwan yang terlibat kemudian dianugerahi Hadiah Nobel untuk penemuan mereka.

Baca juga: Bom Nuklir, dan Penyesalan Terbesar Albert Einstein

7 Film Kisah Nyata yang Isinya Penuh Kebohongan

7 Film Kisah Nyata yang Isinya Penuh Kebohongan

BIBLIOTIKA - Sebagian film dibuat dengan klaim “diangkat dari kisah nyata”. Kenyataannya memang banyak film yang mengangkat hal-hal yang sungguh ada di dunia nyata, dan mengubahnya menjadi tontonan yang menawan. Film-film semacam itu bisa tentang seorang tokoh, atau kisah dan peristiwa tertentu yang dramatis.

Namun, bukan berarti film yang diangkat dari kisah nyata pasti sesuai dengan yang benar-benar terjadi di dunia nyata. Dalam mengangkat hal nyata ke dalam film, sineas tentu menambahkan efek-efek tertentu agar kisah di dalamnya lebih menawan. Meski begitu, ada kalanya efek yang ditambahkan justru bertolak belakang dengan kisah aslinya, sehingga film tersebut tidak bisa seratus persen disebut “kisah nyata”.

Berikut ini adalah 7 film yang diklaim sebagai kisah nyata, namun isinya melenceng jauh dari kenyataan, sehingga malah terkesan sebagai kebohongan.

1. The Pursuit of Happyness (2006)

Siapa yang tak akan terharu melihat perjuangan Will Gardener dalam film Pursuit of Happyness? Lakon yang dibawakan Will Smith ini sukses membuat penonton terinspirasi dengan keteguhannya, ketika bertahan di masa sulit bersama anaknya. Meski diklaim merupakan kisah nyata Will Gardener, sesungguhnya ada banyak sisi gelap yang tak diungkap dalam film ini.

Di dunia nyata, Will Gardener bukanlah pria yang baik. Dia tidak peduli pada keberadaan anaknya ketika sedang mencari kerja. Dia juga tak mempedulikan keadaan anaknya seperti yang ditunjukkan Will Gardener dalam film. Selain itu, anak lelakinya sebenarnya tidak dilahirkan oleh istrinya, melainkan oleh wanita simpanannya. Yang lebih buruk lagi, Gardener adalah pria yang suka melakukan kekerasan pada istrinya.

2. A Beautiful Mind (2001)

Film A Beautiful Mind mengisahkan tentang John Forbes Nash, seorang jenius yang menghabiskan waktunya untuk pemerintah dan memiliki kelainan halusinasi yang membuatnya kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari. Perjuangan yang harus dilakukan Nash karena pikirannya yang 'indah' serta keluarganya, berhasil memukau penonton dan membuat mereka hanyut di dalamnya.

Namun, sebenarnya ada banyak perbedaan antara kehidupan Nash yang asli dengan yang ada dalam film. Nash sebenarnya tidak mengalami halusinasi. Dia memang terkadang mendengar suara-suara aneh, namun tidak sampai berhalusinasi seperti yang ada dalam film. Selain itu, kesetiaan istri Nash dalam film juga tak sama dengan istri Nash di dunia nyata. Pasangan ini bercerai pada tahun 1963, hal yang tak disebut dalam film.

3.Braveheart (1995)

Meski diklaim berdasarkan kisah nyata, faktanya film ini menggunakan banyak 'inovasi kreatif' hingga level ekstrem. Ada banyak detail yang keliru dalam film ini, dan tidak sesuai dengan cerita aslinya. Pertama, Primae Noctis sebenarnya tidak benar-benar ada di dunia nyata, dan pemakaian kilts belum ada hingga abad ke-13.

Selain itu, Isabelle of France sebenarnya tak pernah bertemu William Wallace seperti yang terjadi dalam film. Meski penulis skenario Braveheart, Randall Wallace, mengaku menambahkan banyak hal agar film ini lebih menghibur, tampaknya dia justru membuat sendiri cerita yang sama sekali berbeda dengan cerita aslinya.

4. The Strangers (2009)

Klaim bahwa film ini terinspirasi oleh kisah nyata tampaknya sangat berlebihan. The Stranger mengisahkan pasangan muda yang diteror oleh sekelompok orang asing. Meski film ini diklaim berdasarkan kisah nyata, pada faktanya kejadian dalam film ini tak pernah terjadi sama sekali.

Film ini terinspirasi oleh pengalaman sutradara pada masa kecilnya. Pada suatu malam, ketika kedua orang tuanya tak ada, seseorang mengetuk pintu rumahnya. Ketika pintu dibuka oleh saudarinya, orang tersebut mencari penduduk yang tidak tinggal di sana.

Selanjutnya, penulis menyadari bahwa itu adalah cara yang digunakan oleh sekawanan perampok untuk mengetahui di mana rumah yang kosong untuk dirampok. Itu saja. Kisahnya sangat jauh berbeda dengan film ini.

5. Flight (2012)

Flight menceritakan Whip Whittaker, seorang pilot yang menerbangkan pesawat dan kemudian mengalami kecelakaan. Film ini diklaim berdasarkan kejadian nyata yang dialami Alaska Airlines Flight 261 pada tahun 2000. Meski begitu, ada banyak perbedaan di antara kedua kisah tersebut, selain fakta bahwa kedua pesawat memang mengalami kecelakaan.

Pertama, tokoh Whittaker yang diperankan Denzel Washington sama sekali tak nyata dan hanya fiksi. Pada film ini, pilot mencoba menerbangkan pesawat untuk menyeimbangkannya. Meski tak sepenuhnya berhasil, namun hanya enam orang yang meninggal. Sementara, pada faktanya, pilot gagal menyeimbangkan pesawat dan semua penumpang meninggal.

6. The Hurricane (1999) 

The Hurricane adalah film yang menceritakan Rubin Carter, seorang petinju yang dituduh melakukan pembunuhan tiga kali karena sistem yang rasis. Carter tetap dipenjara hingga 20 tahun. Sampai kemudian bukti kunci bahwa dia tak bersalah berhasil ditemukan, dan dia pun dibebaskan.

Kenyataan yang sebenarnya, Carter tak benar-benar bersih dari tindakan kriminal seperti dalam film. Saat usia 14 tahun, Carter sudah ditangkap karena melakukan perampokan menggunakan senjata api. Fakta bahwa Carter tidak melakukan pembunuhan juga masih belum diketahui dengan jelas. Ini karena ada banyak bukti yang memberatkan Carter, dan tak ada bukti bahwa Carter tidak bersalah dalam hal ini.

7. The Perfect Storm (2000)

Film ini berkisah tentang kru Andrea Gail yang harus berjuang menghadapi hujan badai. Film ini menggunakan nama-nama orang yang memang ada di dunia nyata, seperti Andrea Gail. Fakta bahwa Andrea Gail memang melaut dan tak pernah kembali memang benar, namun selain itu semuanya hanya fiksi.

Faktanya, film ini sebenarnya kombinasi dari berbagai cerita berbeda yang ada dalam buku True Stories karya Sebastion Junger. Semua yang terjadi pada para nelayan dalam film ini terjadi pada orang yang berbeda-beda. Dan seluruh kru Andrea Gail pada kapalnya hanyalah fiksi belaka.

Baca juga: Kisah dan Tokoh-tokoh Nyata Dalam Film Titanic

Empat Jenis Buah dan Kandungan Manfaatnya

Empat Jenis Buah dan Kandungan Manfaatnya

BIBLIOTIKA - Buah adalah makanan yang baik, karena selain enak juga memberi banyak manfaat melalui nutrisi yang dikandungnya. Selain itu, buah memiliki bentuk yang unik, serta warna-warni yang menarik. Dengan semua kualitas tersebut, seharusnya buah memiliki daya tarik tinggi, sehingga setiap orang tidak segan mengonsumsinya, termasuk anak-anak.

Jika kita perhatikan, berbagai macam buah memiliki ciri khas masing-masing, dengan bentuk berbeda, dengan warna unik sendiri-sendiri yang menarik. Masing-masing buah tersebut tidak hanya berbeda dalam bentuk fisik, namun juga berbeda dalam kandungan dan manfaatnya. Secara garis besar, ada empat jenis buah dengan fungsi utama berbeda, dan berikut ini uraiannya.

Buah dengan lemak baik

Contoh buah yang memiliki kandungan lemak baik adalah avokad, apel merah, dan pisang. Ada pula buah yang memiliki kandungan lemak baik, namun kandungan gulanya kurang baik. Contohnya durian. Karena itu, durian hanya disarankan untuk dikonsumsi sebagai pilihan, dalam arti tidak dikonsumsi seara rutin setiap hari.

Buah dengan enzim pencerna kuat

Contoh buah yang memiliki enzim pencerna yang kuat adalah nanas yang masih memiliki rasa asam, dan belum terlalu matang. Semakin banyak rasa asamnya, semakin kuat enzim pencernaanya. Orang yang sering mengalami perut kembung bisa mengonsumsi buah ini. Begitu pula anak-anak yang sering mengalami sakit perut.

Selain nanas, buah yang memiliki kemampuan sama di antaranya adalah kiwi dan pepaya. Mangga juga baik dalam hal ini, asal yang masih memiliki sedikit rasa kecut.

Buah dengan energi tinggi

Contoh buah yang membantu memberi energi adalah pisang dan anggur. Buah raspberry juga memiliki kandungan energi yang tinggi, karena mengandung gula tertinggi di antara buah-buah lainnya.

Selain itu, jeruk juga bisa dikonsumsi untuk mendapatkan energi. Sebaiknya, konsumsilah jeruk bersama selaput putih yang biasa mengelilingi daging buah. Selaput putih itu mengandung hesperadin sebagai zat antikolesterol, yang bisa menekan kadar kolesterol.

Buah dengan antioksidan tinggi

Contoh buah yang memiliki kandungan antioksidan tinggi adalah buah-buahan beri (seperti bluberi, stroberi, dan lain-lain). Umumnya, buah yang memiliki antioksidan tinggi memiliki warna biru atau keunguan.

Selain keluarga buah beri, buah lain yang memiliki manfaat serupa adalah manggis, meski antioksidan terbanyak ada pada kulitnya. Kemudian, anggur juga mengandung antioksidan yang tinggi, sehingga bisa pula dijadikan pilihan. Kadar antoksidan tinggi dalam buah dapat menekan gula darah, karenanya jenis buah ini baik untuk dikosumsi penderita diabetes.

Baca juga: Tips Memilih Sari Buah Kemasan

Tips Memilih Sari Buah Kemasan

Tips Memilih Sari Buah Kemasan

BIBLIOTIKA - Setiap hari, kita dianjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan sebanyak lima porsi. Namun, karena keterbatasan waktu dalam menyediakan buah-buahan di rumah—apalagi harus mengupas, memotong, dan lainnya—sering kali kita terdorong untuk membeli buah dalam bentuk jus atau sari buah kemasan. Meski tidak sebaik mengonsumsi buah asli, namun untuk sekadar memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat, tidak masalah jika sesekali kita membeli sari buah kemasan.

Sari buah kemasan memiliki bentuk seperti cairan. Meski bentuknya cair, namun sari buah tetap memiliki manfaat, khususnya jika mengingat lambung manusia juga memiliki kapasitas yang terbatas. Jika Anda mengonsumsi sari buah, cairan tersebut akan lebih mudah dicerna, sekaligus dalam waktu yang singkat. Hasilnya, zat-zat gizi dalam buah lebih mudah terserap tubuh.

Hal itu tentu berbeda dengan mengonsumsi buah-buahan segar yang masih utuh, yang tentu membutuhkan waktu lebih lama untuk tercerna dalam tubuh. Selain itu, jika mengikuti anjuran untuk mengonsumsi lima porsi buah per hari, dan kita mengonsumsi semua buah tersebut dalam bentuk buah segar, bisa jadi kita sudah kekenyangan makan buah, hingga tidak berselera makan.

Terkait dengan sari buah kemasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar Anda tetap mendapat manfaat vitamin, mineral, juga serat yang cukup dari sari buah. Di pasaran, setidaknya ada tiga macam minuman buah yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tiga macam minuman buah itu dapat dibedakan dari kandungan buahnya:

Pertama, sari buah. Yaitu cairan yang diperoleh dari buah, baik buah tunggal atau campuran dari beberapa buah. Total kandungan sari buahnya mencapai 100 persen, yang diperoleh dari proses penempaan, penghancuran, atau penggilingan buah.

Kedua, minuman sari buah. Yaitu sari buah yang telah diencerkan dengan air. Kandungan total sari buahnya minimal harus berjumlah 35 persen, dengan atau tanpa penambahan gula.

Ketiga, minuman rasa buah. Yaitu sari buah yang telah diencerkan dengan air, namun dengan total kandungan sari buah minimal 10 persen. Di dalam minuman ini umumnya ditambahkan bahan-bahan lain, dan Anda bisa membacanya pada label kemasan.

Dari tiga jenis minuman buah tersebut, Anda bisa menilai dan memilih mana jenis minuman buah yang paling cocok untuk Anda. Jika menginginkan minuman dengan kandungan vitamin dan mineral yang masih utuh, tentu Anda bisa memilih sari buah. Tetapi, jika Anda menginginkan minuman buah sekadar untuk menyegarkan tubuh, minuman rasa buah bisa dijadikan pilihan.

Baca juga: Manfaat Mengonsumsi Buah Sebelum Makan