Bibliotika

Pilihan Redaksi

10 Ramalan Kiamat yang Terkenal tapi Gagal Total

10 Ramalan Kiamat yang Terkenal tapi Gagal Total

BIBLIOTIKA - Ada orang-orang yang, entah kenapa, sangat suka dengan ramalan mengenai datangnya kiamat. Sebegitu suka, hingga mereka sampai mengikuti wacana-wacana mengenai datangnya kiamat dengan sangat intens dan serius.

Pada Desember 2012, misalnya, banyak orang yang sempat percaya bahwa kiamat akan segera tiba di dunia. Ramalan kiamat yang konon akan datang pada 21 Desember 2012 itu didasarkan pada kalender Suku Maya. Sebegitu heboh isu atau ramalan itu, sampai muncul film Hollywood berjudul 2012. Isinya tentu saja kisah kiamat.

Tapi toh nyatanya tanggal itu berlalu tanpa ada peristiwa apa pun yang besar, apalagi kiamat. Tapi ramalan kiamat bukan hanya muncul pada 2012. Sebelumnya telah muncul aneka ramalan serupa, namun sama-sama terbukti gagal total. Berikut ini sepuluh di antaranya.

Ayam Peramal dari Leeds: 1806

Di Kota Leeds, Inggris, muncul ayam yang bikin geger pada tahun 1806 silam. Ayam ini awalnya disangka menghasilkan telur yang bertuliskan 'Kristus akan datang'. Gara-gara itu, banyak orang percaya kiamat benar-benar akan tiba. Belakangan, ketahuan kalau tulisan di telur tersebut dibuat oleh seseorang.

Kaum Millerite: 23 April 1843

Seorang petani Inggris, bernama William Miller, sudah bertahun-tahun mempelajari Alkitab, dan menyimpulkan dengan penafsiran pribadinya bahwa Tuhan akan menghancurkan dunia, antara 21 Maret 1843 sampa 21 Maret 1844.

Miller bahkan memiliki pengikut, bernama Millerite, yang meyakini kiamat akan terjadi pada 23 April 1843. Banyak yang percaya, sampai mengorbankan banyak harta mereka. Namun, ketika menyadari kiamat tak pernah tiba, perkumpulan itu dibubarkan.

Armageddon/Kiamat kaum Mormon: 1891 

Pendiri gereja Mormon, bernama Joseph Smith, mengadakan rapat gereja pada Februari 1835 untuk memberitahu bahwa dia baru saja berbicara dengan Tuhan.

Selama berbincang dengan Tuhan (atau entah siapa), Smith menyatakan bahwa Yesus akan turun ke bumi dalam waktu 56 tahun ke depan, dan masa akhir zaman segera dimulai. Apakah terjadi? Jawabannya jelas, tidak.

Komet Halley: 1910

Tahun 1881, seorang astronom menemukan ekor komet mengandung gas mematikan yang disebut cyanogen (dari asal kata sianida). Awalnya biasa saja, sampai seseorang menyadari bahwa orbit komet yang dinamakan Halley itu akan bersentuhan dengan orbit Bumi di tahun 1910.

Setelah banyak kecemasan publik karena menduga gas beracun itu bisa membuat banyak orang mati dan ras manusia musnah, para ilmuwan menjelaskan bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan, dan kiamat yang ditakutkan itu pun tak terjadi.

Pat Robertson: 1982

Pada Mei 1980, televangelis dan pendiri Koalisi Kristen, Pat Robertson, secara mengejutkan menyatakan dalam acara TV bahwa dia tahu kapan kiamat akan terjadi (yang sebetulnya di seluruh kitab suci agama menyebutkan tak ada makhluk hidup dan malaikat yang tahu kapan kiamat terjadi, kecuali Tuhan).

Dengan tegas, Robertson menyatakan bahwa pada tahun 1982 akan terjadi kiamat. Hasilnya? Kita semua masih hidup sampai saat ini.

Heaven's Gate: 1997

Pada 1997, ada komet Hale-Bopp yang muncul bersamaan dengan isu gila bahwa ada UFO yang mengikutinya. Kedatangan komet itu ditutupi oleh NASA dan komunitas astronomi, meski dugaan itu dibantah para astronom (dan orang waras lainnya).

Rumor itu menginspirasi suatu perkumpulan bernama Heaven's Gate, yang percaya bahwa UFO itulah yang akan membawa mereka menghindari akhir dunia. Hasilnya malah orang-orang itu berakhir karena bunuh diri dengan pemahaman bahwa roh mereka dijemput oleh UFO pada 26 Maret 1997.

Kedatangan Abad Baru: 2000

Ketika abad lalu hampir berakhir, pergantian milenium tahun 2000 sempat memunculkan banyak isu kiamat. Beberapa di antaranya adalah komputer yang dianggap bisa membuat kiamat, serta pengarang buku 5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster, Richard Noone di tahun 1997 yang meyakini bahwa massa es di Antartika akan menjadi setebal 3 mil pada 5 Mei 2000.

Anehnya, tanggal itu tepat dengan sejajarnya planet-planet di tata surya. Namun, faktanya, yang terjadi ketika tanggal itu berlalu sampai 12 tahun sekarang, Bumi belum beku.

Nostradamus: Agustus 1999

Karya tulis Michel de Nostradame memang membingungkan dengan banyaknya kalimat metaforis, dan hal itu menarik perhatian banyak orang selama lebih dari 400 tahun. Beberapa ramalannya dianggap tepat, termasuk salah satunya, "Tahun 1999, bulan ketujuh. Dari langit datang raja besar teror," yang membuat orang berpikir kiamat akan terjadi. Tapi mungkin Nostradamus melakukan kesalahan, karena itu tak terjadi.

God's Church Ministry: Musim gugur 2008

Ronald Weinland, pendeta dari God's Church, menyatakan bahwa kiamat akan tiba. Bukunya, 2008: God's Final Witness, yang terbit pada 2006, menyebutkan bahwa akan ada ratusan juta orang meninggal pada akhir 2006.

Tulisannya yang terkenal, "Paling lama hanya akan ada 2 tahun tersisa, sebelum dunia mengalami waktu terburuk sepanjang sejarah manusia. Musim gugur 2008 nanti Amerika akan tumbang sebagai negara berkuasa, dan tak akan jadi negara merdeka lagi.” Dan apakah terbukti? Jangan buang-buang waktu untuk memikirkannya.

Harold Camping: 2011

Pendeta aliran Kristen Evangelis ini memperingatkan umat manusia untuk menghadapi kiamat yang akan datang pada Jumat, 21 Oktober 2011 lalu. Peramal kiamat asal California ini sudah dua kali salah memprediksi datangnya kiamat.

Pertama, Harold Camping memperkirakan kiamat pada 6 September 1994 dan 21 Mei 2011. Salah tiga kali, Camping akhirnya bertobat. Bahkan, Camping terkena stroke ringan setelah itu.

Baca juga: Penjelasan Ilmuwan Tentang Tanda-tanda Datangnya Kiamat

Mengapa Kita Berhati-hati Saat Berjalan di Lantai Licin?

Mengapa Kita Berhati-hati Saat Berjalan di Lantai Licin?

BIBLIOTIKA - Mungkin terdengar bodoh kalau kita menanyakan, “Mengapa kita berhati-hati saat berjalan di jalanan atau lantai yang licin?” Kenyataannya kita biasa melakukan hal itu. Ketika menghadapi lantai yang licin, secara otomatis kita berhati-hati, agar tidak terpeleset atau terjatuh. Pertanyaannya, mengapa kita bisa melakukan hal itu?

Atau, dalam kesempatan lain, kita ingin membuat es teh. Kita masukkan sejumlah cairan teh ke dalam gelas, lalu memasukkan es batu ke dalamnya. Bagaimana kita bisa menentukan ukuran es batu secara tepat, hingga minuman di dalam gelas tidak luber dan tumpah? Dari mana kita belajar soal itu?

Jawabannya mungkin terdengar mencengangkan: Ada mesin fisika di otak kita.

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, para ilmuwan menemukan area otak yang menjadi aktif ketika seseorang memprediksi bagaimana objek bergerak berdasarkan hukum-hukum fisika.

Intuisi fisika memang tak akan banyak membantu kita menyelesaikan soal-soal fisika di dalam buku paket sekolah. Intuisi fisika kita melakukan hal yang jauh lebih penting: melakukan perhitungan fisika secara langsung dan cepat, sehingga memungkinkan Anda untuk berurusan dengan “dunia fisika” dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai cara: dari berjalan lebih hati-hati di lantai yang licin, hingga membuat Anda memasukkan jumlah es batu dengan tepat pada gelas berisi air agar tidak sampai tumpah.

“Sulit untuk menghargai peran penalaran fisika dalam kehidupan sehari-hari, kecuali Anda memperhatikan dengan saksama hal-hal yang Anda lakukan,” kata Ahli kognitif Jason Fischer dari Johns Hopkins University, yang merupakan penulis kedua studi.

Untuk menemukan letak intusisi fisika diproses di otak, Fischer dan timnya meminta 12 partisipan menyaksikan serial video tentang menara blok yang goyah, dan memindai otak mereka. Para partisipan diminta untuk memperhatikan informasi visual, dan memprediksi ke arah mana blok-blok itu akan jatuh.

Hasil pemindaian otak mengungkap, ketika para peserta mencoba memprediksi terungkapnya peristiwa fisika, beberapa daerah otak menjadi lebih aktif. Percobaan tambahan juga mengungkap bahwa area otak yang sama juga aktif ketika partisipan secara pasif menyaksikan video yang melibatkan banyak aksi fisika, seperti objek yang bergulir dan berbenturan.

Area yang aktif itu berada di korteks premotor dan area motorik suplementer, yang terlibat dalam merencanakan tindakan dan mengontrol gerakan.

Penemuan ini menunjukkan bahwa intiusi fisika dan perencanaan tindakan terkait erat dengan otak. “Kami yakin ini mungkin terjadi karena bayi belajar fisika saat mengasah kemampuan motorik mereka,” kata Fischer.

Studi sebelumnya, yang meneliti intuisi fisika pada bayi, mengungkap bahwa selama tahun pertama kehidupannya, bayi belajar untuk memahami berbagai jenis hubungan fisika yang ada di dunia.

Selain manusia, banyak hewan juga memiliki mesin fisika dalam otak mereka. Jika dilihat dari sisi bertahan hidup, mungkin intuisi fisika jauh lebih penting bagi hewan dibanding kita.

“Hewan harus tahu bagaimana permukaan tanah yang memungkinkan untuk melakukan lompatan. Mereka tahu mereka tidak dapat berjalan di air. Pemahaman mereka sangat baik dalam hal-hal dasar semacam ini,” pungkas Fischer. 

Baca juga: Mengapa Ada Jam Tangan yang Harganya Sangat Mahal?

Hindari 5 Kesalahan Saat Membeli Rumah Pertama

Hindari 5 Kesalahan Saat Membeli Rumah Pertama

Beberapa kesalahan sering sekali dilakukan oleh masyarakat setelah membeli rumah, terutama rumah pertama. Apakah Anda salah satu yang pernah mengalaminya? Semisal Anda sedang mencari perumahan murah di Bogor, namun dengan kualitas perumahan aman dan nyaman. Setelah Anda mendapatkannya, beberapa kesalahan ini sering sekali muncul dan bisa jadi akan Anda lakukan.

1. Terlalu Banyak Menghabiskan Uang

Sebelum tertarik untuk melakukan survey mengenai sebuah unit rumah, Anda terlebih dahulu mengetahui secara pasti kisaran kemampuan yang dimiliki. Setelah mengetahui angka kasar untuk jumlah cicilan rumah yang akan diajukan, Anda harus menyesuaikan kondisi keuangan saat ini. Hitung berapa banyak pengeluaran yang biasa dikeluarkan setiap bulan. Pilih rumah dengan jumlah cicilan di bawah jumlah estimasi yang disanggupi, agar tidak mengalami kesulitan di tengah proses cicilan.

2. Menghitung Ayam Sebelum Pecah dari Telurnya

Ketika hendak memperhitungkan berapa besaran cicilan yang sanggup Anda bayar, jumlah tersebut harus sesuai dengan pendapatan saat ini. Selain itu, jumlah pendapatan gabungan Anda dan pasangan dihitung berdasarkan sumber pendapatan tetap. Jangan menambah sumber pendapatan dari bonus atau memperkirakan kenaikan gaji di bulan depan. Cara ini dinilai lebih aman, karena Anda tidak pernah mengetahui keadaan keuangan Anda di tengah jalan nanti.

3. Tidak Memperhitungkan Biaya Tambahan

Jika sebelumnya Anda menyewa rumah, biaya yang harus dikeluarkan hanya seputar uang kontrak setiap bulan. Namun jika Anda hendak membeli rumah, uang muka dan jumlah cicilan per bulan hanya sebagian kecil yang harus dibayar. Disisi lain Anda harus memperhitungkan biaya asuransi dan pajak property yang bervariasi sesuai dengan lokasi tempat tinggal.

4. Tidak Melibatkan Ahli Dalam Proses Survei

Biasanya pemilik rumah atau bagian pemasaran perumahan tidak akan menyebutkan kekurangan yang dimiliki propertinya, saat itulah peran ahli properti akan sangat penting. Para ahli dapat Anda temukan dari agen properti atau kolega yang telah berpengalaman di bidang properti.

Itulah beberapa hal yang mungkin bisa terjadi pada Anda ketika membeli rumah, maka dari itu perhatikan baik-baik keadaan Anda ketika membeli rumah.

Penjelasan Ilmuwan Tentang Tanda-tanda Datangnya Kiamat

Penjelasan Ilmuwan Tentang Tanda-tanda Datangnya Kiamat

BIBLIOTIKA - Kita telah diberitahu bahwa kiamat akan terjadi, ketika bumi hancur dan musnah. Lautan akan membeludak dan menciptakan banjir di daratan, gunung-gunung akan meletus, dan langit akan runtuh. Tanah tempat berpijak akan membuka, menelan orang-orang di atasnya, dan kehancuran dunia pun tak bisa lagi dielakkan.

Itu penjelasan atau gambaran kiamat sebagaimana yang selama ini diajarkan oleh agama. Bagaimana sains atau ilmu pengetahuan menggambarkan kiamat?

Ilmu pengetahuan juga meyakini akan datangnya hari kiamat, namun berdasarkan sebab akibat. Bumi, tak terelakkan lagi, memang akan hancur. Namun tidak secara tiba-tiba, melainkan karena adanya berbagai fenomena yang terus merusak kehidupan di dalamnya. Polusi yang tinggi, air laut yang tercemar, es di kutub yang meleleh, adalah sebagian tanda yang akan membawa bumi kepada kehancuran.

Temuan terbaru menyatakan, persentase unsur karbon akan meningkat secara masif di lautan pada akhir abad ini dan habitat akan mengalami perubahan. Peningkatan karbon dan perubahan habitat itu diprediksi akan memicu kepunahan massal keenam.

Dalam kurun waktu 540 juta tahun terakhir, lima peristiwa kepunahan sudah terjadi, termasuk punahnya dinosaurus. Sekitar 252 juta tahun lalu, peristiwa Great Dying, meluluhlantakkan isi bumi, dan lebih dari 95 persen makhluk hidup di lautan punah. Laut menjadi lebih asam pada saat itu.

Daniel Rothman, fisikawan dari Institut Teknologi Massachusetts, menggambarkan adanya keterkaitan antar peristiwa kepunahan tersebut. Dirinya memprediksi, karbon dalam jumlah besar akan ditambahkan ke lautan sehingga kiamat tak terelakkan.

Pada pertemuan internasional tentang perbuahan iklim, ilmuwan menghasilkan skenario terbaik bahwa jumlah zat karbon di lautan disebut dalam ambang batas, apabila penambahan mencapai 310 gigaton karbon. Ambang batas kiamat menurutnya apabila melebihi angka 500 gigaton.

Dilansir di situs news.mit.edu, dua ambang batas tersebut didapat setelah Daniel Rothman mempelajari siklus karbon dalam kurun waktu 540 juta tahun. Dalam jangka panjang, kepunahan akan terjadi apabila perubahan siklus tersebut terjadi lebih cepat daripada adaptasi ekosistem global.

Sementara itu, siklus karbon yang terjadi pada rentang waktu yang lebih singkat, perubahan siklus karbon tidak akan menjadi masalah, namun ditentukan oleh besar kecilnya perubahan siklus yang akan menentukan kemungkinan terjadinya kepunahan massal.

Daniel Rothman juga menghitung peningkatan jumlah emisi karbon dioksida akhir-akhir ini yang terjadi dalam waktu singkat. Ini akibat ulah manusia. Ia mencoba menghitung emisi karbon dari aktivitas manusia yang mempengaruhi ekosistem laut. Daniel memperoleh angka 310 gigaton karbon akan tercapai pada tahun 2100.

Apakah ini berarti kepunahan massal akan segera terjadi pada pergantian abad ini? Daniel menjelaskan kiamat akan membutuhkan waktu, bisa 100-10.000 tahun lagi. Namun, menurutnya, tahun 2100, dunia mungkin menjadi "wilayah tak dikenal".

Baca juga: Kiamat Hampir Tiba, Manusia Harus Pindah ke Antariksa

Upaya Menguak Skandal Masa Lalu Dinasti Mesir

Upaya Menguak Skandal Masa Lalu Dinasti Mesir

BIBLIOTIKA - Bagi sebagian orang, mengetahui masa lalu jauh lebih menyenangkan daripada berusaha mengetahui masa depan. Karena itulah, di dunia ini kita mengenal sejarawan, juga arkeolog. Mereka mempelajari masa lalu, berusaha menguak banyak hal dari sejarah, untuk kemudian memahaminya untuk saat ini. Hasil pembelajaran dan penelitian mereka pun berguna dalam menambah pengetahuan dan wawasan orang-orang di zaman sekarang.

Salah satu upaya yang baru-baru ini dilakukan oleh para peneliti adalah berusaha menguak kemungkinan adanya skandal pada masa lalu Dinasti Mesir. Mereka melakukan upaya itu dengan menggunakan tes DNA mitokondria terhadap dua mumi asal Mesir.

Hasil tes tersebut tampaknya membuka misteri baru, yang membuka penafsiran tentang silsilah keluarga berusia 4.000 tahun. Dua mumi yang terkenal di Inggris itu adalah pendeta Khnum-nakht dan Nakht-ankh. Mereka ditemukan di Dier Rifeh, 250 mil selatan Kairo, Mesir.

Makam mereka dijuluki "makam dua bersaudara" setelah prasasti Sarcophagi menyebutkan bahwa kedua pria itu adalah putra gubernur setempat. Penggalian makam dipimpin arkeolog Inggris, Flinders Petrie, pada tahun 1907.

Isi lengkap makam dikirim ke Manchester pada tahun 1908. Ahli Mesir wanita profesional pertama Inggris, Dr Margaret Murray, berkesempatan membukanya. Murray dan timnya menyimpulkan kedua morfologi kerangka sangat berbeda dan berujung pada dugaan tak adanya hubungan keluarga.

Untuk memastikannya, para ilmuwan dari Universitas Manchester mengambil sejumlah DNA dari gigi pada tahun 2015. Analisis menunjukkan bahwa baik Nakht-Ankh maupun Khnum-Nakht termasuk mitokondria haplotipe M1a1. Artinya, terdapat hubungan darah satu ibu di antara keduanya.

Setelah itu, fakta lain ditemukan setelah tim mencocokkan kromosom Y tak lengkap dan menunjukkan variasi pada keduanya. Hal ini mengindikasikan mereka berasal dari ayah yang berbeda.

Penggunaan DNA mitokondria sebagai bahan analisis bukanlah hal baru. Namun, pada mumi, metode itu baru diterapkan dengan hasil analisis yang mengejutkan. Para ilmuwan masih belum bisa memberikan penjelasan yang dapat mengarah kepada skandal keluarga.

Kemungkinannya, salah satu di antara saudara laki-laki itu merupakan hasil adopsi, hasil perselingkuhan, hingga keturunan asli salah satu dari keduanya tak pernah diakui secara umum.

"Ini adalah perjalanan yang panjang dan melelahkan menuju hasil, tetapi akhirnya kita sampai di sini," kata Dr Konstantina Drosou, ilmuwan Sekolah Ilmu Bumi dan Lingkungan di Universitas Manchester, yang melakukan pencocokan DNA, dilansir dari Telegraph.

"Saya sangat bersyukur kami dapat menambahkan bagian kecil, tetapi sangat penting ke teka-teki sejarah besar, dan saya yakin saudara laki-laki itu akan sangat bangga dengan kami. Saat-saat inilah yang membuat kita percaya pada DNA purba," paparnya.

Baca juga: Mencari Jejak Peradaban Kota Atlantis