5 Teori Konspirasi Populer yang Ternyata Benar

5 Teori Konspirasi Populer yang Ternyata Benar

BIBLIOTIKA - Banyak orang percaya teori konspirasi, sebagaimana banyak orang yang tidak percaya teori konspirasi. Bagi yang percaya, teori konspirasi bisa dipahami sebagai hal yang masuk akal. Sementara bagi yang tidak percaya, teori konspirasi hanyalah akal-akalan yang mungkin terkesan masuk akal tapi sebenarnya tidak benar.

Kenyataannya memang ada, bahkan banyak, teori konspirasi yang tidak terbukti benar, atau masih misterius dan membingungkan sampai sekarang. Dengan kata lain, ada banyak teori konspirasi yang telah terkenal sejak dulu, tapi sampai sekarang tidak/belum jelas benar atau tidaknya. Namun, di luar itu, ada pula teori konspirasi yang belakangan terbukti benar.

Di antara banyak teori konspirasi yang belakangan terbukti benar, berikut ini adalah lima teori konspirasi populer yang perlu kita tahu.

Sekelompok elit mengendalikan dunia

Sebagian orang percaya, bahwa dunia yang kita tinggali tidak berjalan apa adanya, karena sebenarnya dikendalikan sekelompok tokoh elit. Kelompok elit itulah yang mengatur dan mengendalikan dunia, sebagaimana yang mereka inginkan, dan kita semua—penduduk dunia—hanya mengikuti mau mereka. Terdengar seperti teori konspirasi?

Teori konspirasi terkait sekelompok elit yang mengatur dan mengendalikan dunia mungkin terdengar gila, sekaligus sangat populer. Tapi benarkah hal itu? Sebagian orang percaya, hal itu benar. Kenyataannya, setiap tahun ada pertemuan yang dihadiri para tokoh dan elit dunia—setidaknya kalangan para pemimpin Amerika dan Eropa—yang terkenal sebagai Pertemuan Bilderberg.

Pertemuan Bilderberg telah dilakukan sejak 1954 di Hotel de Bilderberg, Belanda. Pertemuan itu sangat terkenal, dan diketahui banyak orang, khususnya karena melibatkan tokoh-tokoh penting dan terkenal dunia. Nama-nama yang mengikuti acara tahunan itu memang terkeskpos media, meliputi para raja, para pemimpin ekonomi, para tokoh politik, hingga para jurnalis berpengaruh. Tapi apa isi rapat atau pertemuan mereka tidak pernah ada yang tahu.

Daniel Estulin, seorang jurnalis investigasi, pernah berusaha membongkar pertemuan atau rapat-rapat yang dilakukan para tokoh di acara tersebut, dan hasilnya adalah sebuah buku berjudul “Bilderberg Group”. Buku itu mengungkapkan bahwa pertemuan Bilderberg memang pertemuan para elit yang mengatur dan mengendalikan dunia.

CIA mengendalikan jurnalis dan media

Media memiliki pengaruh besar dalam membentuk hingga mengarahkan opini atau pendapat dan pemikiran banyak orang. Karenanya, muncul teori konspirasi bahwa bisa jadi media dikendalikan oleh suatu kekuatan, dan dalam hal itu CIA (dinas rahasia Amerika) kerap menjadi tertuduh yang bermain di belakang media. Benarkah hal itu?

Katherine Graham, pemilik harian Washington Post, menerbitkan buku biografi pada 1979, dan buku itu menceritakan tentang “Operation Mockingbird” yang dilakukan oleh CIA.

Operation Mockingbird adalah program yang ditujukan untuk membiayai (dengan kata lain; menyuap) hingga mengancam orang-orang penting di nyaris semua kantor berita populer di Amerika Serikat. Hal itu dilakukan oleh CIA sebagai tanggapan terhadap praktik serupa oleh Uni Soviet terhadap media-media Eropa.

Eksistensi Operation Mockingbird secara spesifik memang masih diliputi misteri. Namun, keberadaannya telah membenarkan bahwa CIA memang (pernah) terlibat dalam kegiatan-kegiatan semacam itu.

Eksperimen pengendalian pikiran

Membayangkan ada sekelompok orang yang ingin mengendalikan pikiran kita semua, terdengar seperti teori konspirasi yang tak masuk akal. Tapi banyak orang yang percaya, bahwa selama ini telah dilakukan berbagai eksperimen yang ditujukan untuk mengendalikan pikiran.

Kenyataannya, CIA bersama US Army Chemical Corps memang pernah melakukan upaya-upaya untuk melakukan hal tersebut. Mereka menciptakan program yang disebut Project MKUltra, yang ditujukan untuk mengupayakan pengendalikan pikiran. Program itu dibuat pada 1950-an.

Project MKUltra diupayakan untuk menggiring warga atau masyarakat agar melakukan kemauan-kemauan lembaga-lembaga tertentu, secara langsung maupun tak langsung. Diperkirakan, eksperimen pengendalian pikiran itu bahkan menjadi penyebab tak sengaja munculnya penyalahgunaan narkoba, yang kini menjadi masalah dunia.

Misteri kematian Adolf Hitler

Adolf Hitler adalah pemimpin NAZI Jerman yang terkenal sebagai diktator kejam. Berdasarkan sejarah, kita diberitahu bahwa Hitler mati bunuh diri. Namun, sebagian pihak tidak percaya fakta sejarah tersebut, dan berspekulasi bahwa Hitler sebenarnya tidak mati bunuh diri, melainkan melarikan diri. Keberadaan mayat di bunker yang ditemukan itu sebenarnya bukan mayat Hitler.

Spekulasi itu tentu saja terdengar khas teori konspirasi. Menurut teori tersebut, tindakan bunuh diri—dengan ditemukannya mayat dalam bunker—hanyalah cara Hitler untuk menyelinap pergi dan menyelamatkan diri. Benarkah hal itu?

Selama bertahun-tahun, pemerintah Rusia menyimpan sebuah tengkorak yang dipercaya sebagai tengkorak Adolf Hitler. Pada 2009, mereka melakukan serangkaian uji dan penelitian pada tengkorak tersebut, untuk memastikan bahwa tengkorak tersebut memang milik Adolf Hitler. Namun hasilnya mengejutkan. Tengkorak yang selama ini disimpan pemerintah Rusia—yang diyakini sebagai milik Adolf Hitler—ternyata tengkorak wanita.

Penyusupan komunis dalam pemerintahan AS

Sebagian orang percaya, bahwa pemerintah Amerika Serikat telah disusupi komunis. Kepercayaan itu tentu sangat khas teori konspirasi. Bagaimana bisa Amerika, yang sangat anti terhadap komunis, bisa disusupi komunis?

Sesuatu yang terdengar tak masuk akal itu, belakangan terbukti kebenarannya. Salah satu warga terhormat dari negara bagian Wisconsin adalah Joseph McCarthy, yang pernah menjabat sebagai Senator.

Pada masa Perang Dingin, Joseph McCarthy termasuk anggota Senat yang populer. Pada waktu itu pula, ia diketahui menggunakan taktik-taktik politik yang sekarang dianggap memalukan, dan belakangan diketahui bahwa banyak tindakannya yang sebenarnya berasal dari House Un-American Activities Committee.

Joseph McCarthy mengajukan klaim adanya infiltrasi (penyusupan) meluas pihak Uni Soviet ke dalam pemerintahan Amerika. Ketika klaim itu dinyatakan, banyak orang menganggapnya remeh, apalagi mengingat popularitas Joseph McCarthy sedang menurun.

Namun, beberapa dekade kemudian, bukti-bukti yang dibuka kepada publik seakan mendukung klaim Joseph McCarthy mengenai adanya infiltrasi komunis di tubuh pemerintah AS. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah arsip-arsip proyek Venona, yang dibuka untuk umum pada 1995. Salah seorang yang disebut dalam arsip itu adalah orang penting dalam State Department, yaitu Alger Hiss.

Baca juga: Bom Nuklir, dan Penyesalan Terbesar Albert Einstein