Aneka Manfaat Buah Ackee untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Buah Ackee untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Ackee (Blighia sapida konig) adalah pohon dari anggota sapindaceae (famili soapberry). Nama Ackee berasal Afrika Barat, “akye fufo”, dan tumbuhan ini memang berada di daerah tropis Afrika Barat seperti Kamerun, Gabon, Sao Tome, Benin, Ghana, Mali, Nigeria, Senegal, Jamaika, dan daerah-daerah di sekitarnya. Ackee bahkan dikenal sebagai buah nasional Jamaika. Selain terkenal dengan nama ackee, tumbuhan serta buahnya juga terkenal dengan nama achee, ackee apple, dan vegetable brain.

Tinggi tumbuhan ackee bisa mencapai 10 meter, dengan daun-daun yang selalu hijau tanpa mengalami musim gugur. Tumbuhan ackee berkerabat dengan leci dan lengkeng. Sementara buah ackee memiliki bentuk mirip buah pir. Di pohon, buah ackee bisa tumbuh 6-7 buah dalam satu tangkai.

Ketika masih mentah atau muda, buah ackee berwarna hijau. Saat mulai masak, buah itu berubah warna menjadi merah terang atau kuning jingga, dan terbuka atau terbelah menjadi tiga bagian. Saat buah ackee terbelah akibat matang, biji di dalamnya akan terlihat, dan berwarna hitam mengilat. Warna biji itu sangat kontras dengan daging buah di sekitarnya yang berwarna putih kekuningan.

Berat masing-masing buah sekitar 100-200 gr. Di negara asalnya, ackee dimakan langsung sebagai buah segar, atau dimasak dalam berbagai menu sajian. Di Afrika, daging buah ackee yang matang sering ditumis dengan ikan kod yang diasinkan, beserta sayuran lain, lalu diberi bumbu lada. Rasanya gurih dan sedikit pedas.

Buah ackee juga dibudidayakan di Indonesia, dan banyak ditemukan di daerah Kudus, Jawa Tengah. Namun, buah ini bisa dibilang kurang populer, karena memiliki kandungan racun.

Pada buah ackee yang masih muda, terkandung racun hipoglisin A dan B. Karena itu, memakan buah ackee yang masih muda atau belum masak dapat mengakibatkan terjadinya JVC (Jamaican Vomiting sickness Syndrome), sesuatu yang disebabkan komponen asam amino hipoglisin A dan B.

Hipoglisin A terdapat pada biji dan daging buah ackee yang masih muda. Sedangkan hipoglisin B terdapat pada biji. Saat masuk ke dalam tubuh manusia, hipoglisin diubah menjadi asam metilensiklopropil asetat (MCPA).

Senyawa itu menghambat aktivitas enzim yang mengurai senyawa acyl-CoA, ko-enzim yang berperan pada metabolisme asam lemak. Hipoglisin mengikat ko-enzim A, karnitin, dan karnitin asiltransferase I dan II, sehingga menghambat kinerja senyawa tersebut.

Senyawa beracun itu juga menghambat betaoksidasi pada asam lemak. Betaoksidasi menghasilkan adenosin triposfat (ATP), nikotinamid adenin dinukleotid (NADH), dan asetil ko-enzim A, yang merupakan pasokan energi dari hasil glikolisis. Bila betaoksidasi terhambat, tubuh tidak bisa mengurai cadangan glukosa yang disimpan dalam hati, sehingga kadar gula dalam darah berkurang atau hipoglikemia

Orang yang mengalami JVS—sebagaimana yang dijelaskan di atas—biasanya akan didiagnosis malnutrisi kronis atau kekurangan vitamin. Meskipun JVS berakibat fatal, namun kasus ini mulai jarang terjadi karena bertambahnya pengetahuan. Lebih dari itu, mengonsumsi buah ackee yang telah matang tidak akan menimbulkan masalah tersebut. Dengan kata lain, buah ackee aman dikonsumsi, asal telah benar-benar matang di pohon.

Untuk memastikan buah ackee telah masak atau belum, kita bisa melihatnya langsung di pohon. Ciri buah ackee yang telah masak adalah buahnya yang terbelah secara alami, namun masih menggantung di pohon. Jika ingin meniru orang Afrika dalam mengonsumsi buah ini, Anda bisa merebus buah ackee dalam air garam atau susu, lalu ditumis dengan mentega. Tambahkan pula bahan lain dan bumbu, agar cita rasanya semakin lezat.

Buah ackee yang telah matang memiliki kandungan nutrisi yang baik, meliputi asam lemak esensial, vitamin A, seng, dan protein. Asam lemak yang terkandung dalam buah ackee bahkan mencapai 50%, yang meliputi linoleat, stearat, dan asam palmitat. Selain itu, buah ackee juga mengandung lemak omega-6.

Selain asam lemak, buah ackee juga tinggi protein, mengandung vitamin B dan C, zinc, fosfor, kalium, kalsium, dan serat, namun rendah kalori dan karbohidrat. Dengan semua nutrisi tersebut, mengonsumsi buah ackee dapat memberi asupan gizi untuk tubuh, serta menunjang kesehatan. Buah ackee juga baik dalam menunjang diet.

Menyangkut manfaat buah ackee dalam hal kesehatan, yang paling terkenal adalah kemampuannya dalam mengatasi diabetes. Untuk memanfaatkan hal tersebut, Anda bisa menyiapkan daging buah dari satu buah ackee, lalu masukkan ke dalam air sebanyak 3 gelas. Tambahkan sedikit garam dapur, lalu rebus sampai mendidih, dan tunggu hingga airnya tinggal 1 gelas. Setelah hangat, diminum setiap sore secara rutin. Untuk memantau perkembangan, periksakan diri Anda ke dokter yang selama ini menangani.

Baca juga: Aneka Manfaat Buah Kawista untuk Kesehatan