Kisah Harry Potter Ternyata Hasil Jiplakan?

Kisah Harry Potter Ternyata Hasil Jiplakan?

BIBLIOTIKA - Serial Harry Potter yang ditulis J.K. Rowling mengisahkan seorang anak laki-laki yang memiliki kekuatan sihir, bersekolah di sekolah sihir, dan menjadi tokoh sihir terkemuka setelah mengalahkan Sang Pengeran Kegelapan. Kisah Harry Potter telah menyihir jutaan orang di seluruh dunia, dari anak-anak sampai orang tua. Kisah yang berawal dari novel itu pun difilmkan, dan—sebagaimana novelnya—filmnya pun laris di seluruh dunia.

Beriringan dengan kesuksesan Harry Potter, muncul tuduhan bahwa kisah itu sebenarnya hasil jiplakan. J.K. Rowling, sang penulis serial Harry Potter, diduga menjiplak banyak sumber, sehingga kisah Harry Potter memiliki banyak kemiripan dengan banyak kisah lain yang sebelumnya telah terbit, baik dalam bentuk buku maupun film.

Selama ini, misalnya, kita menyangka bahwa istilah “muggle” atau “muggles” adalah hasil kreasi J.K. Rowling. Dalam kisah Harry Potter, “muggle” adalah sebutan untuk orang yang bukan penyihir atau orang biasa. Ternyata, istilah itu bukan hasil kreasi J.K. Rowling, karena istilah itu pertama kali muncul dalam kisah berjudul “The Legend of Rah and the Muggles, and Larry Potter and His Best Friend Lily” yang ditulis oleh Nancy Stouffer.

Buku tersebut terbit pada tahun 1980-an, dan buku itulah yang pertama kali mengenalkan istilah “muggle”. Yang lebih mirip lagi, buku tersebut mengisahkan tokoh bernama Larry Potter, dan memiliki penampilan mirip Harry Potter dalam kisah J.K. Rowling, di antaranya berkacamata dan berambut gelap. Selain persamaan dan kemiripan itu, ada berbagai kemiripan lain, sehingga muncul dugaan bahwa J.K. Rowling “menjiplak” novel tersebut.

Karena dugaan penjiplakan itu pula, J.K. Rowling pun sempat dituntut ke pengadilan, meski kasusnya dimenangkan oleh J.K. Rowling.

Selain buku di atas, J.K. Rowling juga dituduh menjiplak film Troll, yang dirilis pada tahun 1980-an. Film yang telah muncul jauh hari sebelum novel J.K. Rowling itu mengisahkan seorang penyihir bernama... Harry Potter!

Kebetulan-kebetulan di atas—jika memang bisa disebut “kebetulan”—menjadikan sebagian pihak menuduh J.K. Rowling menjiplak. Selain buku dan film di atas, J.K. Rowling juga diduga menjiplak beberapa buku lain, di antaranya Lord of the Rings yang ditulis oleh JRR Tolkien.

Dalam kisah Lord of the Rings, kita bisa menemukan ada banyak hal yang juga ada dalam kisah Harry Potter. Misalnya, laba-laba raksasa pemakan manusia, sang penjahat yang bisa memisah rohnya pada beberapa objek, perhiasan berisi roh gelap yang harus dimusnahkan untuk mengalahkan pemiliknya, kaki tangan musuh yang licik bernama Worm, penyihir tua yang baik hati berjenggot panjang dengan kekuatan yang hanya muncul di saat genting, pohon yang bisa bergerak dan merusak, dan lain-lain.

Ada pula buku berjudul The Worst Witch, yang ditulis oleh Jill Murphy. J.K. Rowling juga diduga menjiplak buku ini, karena adanya beberapa kemiripan. Di antaranya seorang anak dari keluarga non-sihir yang bersekolah di sekolah sihir, keberadaan hutan sihir, beberapa pelajaran sihir seputar mantra dan ramuan, sapu terbang, konflik dengan teman berambut pirang, hingga seorang guru yang membenci tokoh utama.

Selain buku-buku yang telah disebut di atas, J.K. Rowling juga dituduh menjiplak berbagai adegan, kisah, dan beberapa hal lain, dari beberapa buku lain. Buku-buku yang diduga digunakan J.K. Rowling untuk “meniru” tersebut di antaranya adalah Discworld karya Terry Pratchett, Through the Looking Glass karya Lewis Caroll, Books of Magic karya Neil Gailman, dan Ender's Game karya Scott Card.

Dugaan atau tuduhan itu memang baru sebatas dugaan dan tuduhan. Sayangnya, segala dugaan atau tuduhan itu tidak ditindaklanjuti, kecuali satu kasus di atas yang menuntut ke pengadilan dan dimenangkan oleh J.K. Rowling.

Baca juga: Kisah-kisah Mencengangkan Dalam Harry Potter And The Cursed Child