Bom-bom Mengerikan Buatan Yahudi Israel

Bom-bom Mengerikan Buatan Yahudi Israel

BIBLIOTIKA - Dalam perang antara Yahudi Israel dan rakyat Palestina, persenjataan yang digunakan tidak sebatas senapan atau senjata api semacamnya, tapi juga bom. Dalam hal itu, Yahudi Israel menggunakan bom-bom yang sangat mengerikan, yang mungkin belum pernah kita bayangkan. Kenyataan itu diungkap oleh Ang Swee Chai, seorang dokter ortopedis kelahiran Malaysia, yang menjadi tenaga medis bagi rakyat Palestina.

Dokter Ang Swee Chai berangkat ke Beirut, Lebanon, untuk menjadi tenaga sukarelawan bagi rakyat Palestina. Pengalamannya selama menjadi sukarelawan itu ia tuangkan dalam buku berjudul “From Beirut to Jerusalem”. Dalam buku itulah, Ang Swee Chai menceritakan bagaimana Yahudi Israel menggunakan bom-bom yang sangat mengerikan, sebagaimana yang ia saksikan selama menjadi sukarelawan di wilayah perang.

Beberapa bom mengerikan yang digunakan Yahudi Israel di antaranya adalah implosion bomb atau vacuum bomb. Ketika dijatuhkan dari udara, bom itu akan meledak, dan mampu mengisap satu blok bangunan sepuluh lantai ke dalam tanah hanya dalam beberapa detik, membuatnya menjadi tumpukan beton dan mengubur seluruh penghuninya hidup-hidup.

Selain implosion bomb, ada pula fragmentation bomb atau cluster bomb, yang juga dijatuhkan dari pesawat tempur. Beberapa puluh meter di atas udara, cluster bomb yang awalnya terlihat hanya satu akan memecah menjadi ratusan bola-bola besi kecil seukuran bola tenis, dan menyebar dalam radius ratusan meter persegi. Bom-bom kecil itu tidak segera meledak, dan tergeletak di tanah. Jika seorang anak kecil mengutak-atiknya karena dikira sebuah mainan, bom itu akan meledak dan membunuh atau merusak bagian tubuh anak tersebut.

Bom mengerikan sekaligus sadis itu biasanya sengaja dijatuhkan di lokasi padat penduduk.

Kemudian, ada juga fosfor bomb yang bersifat membakar. Zat fosfornya menempel di kulit, paru-paru, dan usus para korban selama bertahun-tahun, terus membakar dan menghanguskan serta menyebabkan nyeri berkepanjangan. Para korban bom ini akan mengeluarkan gas fosfor hingga napas terakhir.

Dalam bukunya, Dokter Ang Swee Chai mengatakan bahwa Israel jelas tidak ingin sekadar membunuh musuh-musuhnya, namun juga ingin membuat musuh-musuhnya menderita berkepanjangan sebelum menemui ajal. Karena itulah mereka menggunakan aneka bom yang tidak hanya membunuh, tapi juga merusak dengan cara mengerikan.

Baca juga: Menguak Konspirasi dan Kebohongan Pemanasan Global