Menguak Konspirasi dan Kebohongan Pemanasan Global

 Menguak Konspirasi dan Kebohongan Pemanasan Global

BIBLIOTIKA - Pemanasan Global atau global warming adalah isu yang sangat populer akhir-akhir ini, karena menyangkut masalah lingkungan hidup. Di seluruh dunia, pemanasan global menjadi isu penting yang dibicarakan, didiskusikan, diseminarkan, dan dibahas banyak pakar. Tujuannya, tentu saja, berupaya menanggulangi krisis lingkungan dalam bentuk pemanasan global tersebut.

Sebagian besar penduduk bumi, di negara mana pun, hampir bisa dipastikan telah mendengar atau bahkan mengetahui isu pemanasan global, dengan segala penjelasannya. Ada banyak pakar dan ilmuwan yang menggembar-gemborkan isu tersebut, ada banyak media—cetak maupun elektronik—yang terus memberitakannya, dan ada banyak buku yang mengulas isu tersebut. Namun, di tengah kepercayaan dunia terhadap isu pemanasan global, ternyata ada sebagian pihak yang meragukannya.

Pihak-pihak yang meragukan kebenaran isu pemanasan global bertanya-tanya, benarkah pemanasan global itu ada? Atau hanya rekayasa? Benarkah bumi sedang mengalami masalah lingkungan, atau hal itu sekadar dibesar-besarkan?

Jesse Ventura adalah salah satu tokoh yang getol berusaha mengungkap kebenaran isu terkait pemanasan global. Jesse Ventura adalah mantan Gubernur Massachusetts dan mantan NAVY Seal di Vietnam, serta mantan seorang pegulat wrestling profesional, juga seorang bintang film. Ia juga seorang penyelidik atau investigator, yang menghasilkan banyak buku terkait investigasi-investigasinya.

Terkait pemanasan global, Jesse Ventura meragukan kebenaran isu tersebut. Didorong keraguannya, dia pun melakukan penyelidikan dan investigasi, untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi seakurat mungkin.

Penyelidikan Jesse Ventura dimulai dari Los Angeles, tempat pertama kalinya isu pemanasan global dicetuskan, dan lahirnya masalah lingkungan hidup akibat pemanasan global. Di sana, ia bertemu Noel Sheppard, seorang jurnalis investigator. Noel Sheppard memberitahu, bahwa usaha menekan polusi adalah ide yang bagus, namun tidak ada sangkut-pautnya dengan pemanasan global.

Noel Sheppard menjelaskan kepada Jesse Ventura, “Ini semua hanyalah rekayasa untuk mendapatkan kekuasaan, mendapatkan uang, dan keuntungan, serta mendapatkan kekuatan untuk mengontrol populasi dunia oleh para elite-elit dunia yang selama ini membuat mitos terjadinya pemanasan global!”

Semuanya memang terkait dengan karbondioksida dan pencemaran, namun di situlah inti dari semuanya, karena memang ada kaitan yang erat. Para elit tersebut, menurut Noel Sheppard, memproduksi dan menjual segala sesuatu yang menyangkut pemberhentian pemanasan global yang mereka cetuskan sejak sekitar 20 tahun lamanya.

Mereka mengumpulkan uang dari penjualan triliunan dollar melalui berbagai program pemberhentian pemanasan global, termasuk green product semisal pupuk dan lainnya, juga investasi keuangan perusahaan dari pabrik-pabrik, perusahaan tenaga listrik, dan energi lainnya, serta semua barang yang menyangkut lingkungan hidup di seluruh pelosok dunia, bahkan hingga gaya hidup masyarakat dunia.

Semua itu bisa berdampak buruk, karena jika semua gaya hidup masyarakat berubah, maka tak akan pernah bisa normal seperti semula lagi, dan segelintir elit akan terus mendapat keuntungan tak terhingga untuk modalnya mengontrol dunia.

Misalnya, jika suatu industri atau perusahaan telah mencemari lingkungan (seperti pertambangan dan sejenisnya), dan mereka tak mungkin menutup pabrik atau produk tersebut, maka semua perusahaan, industri dan pabrik di seluruh dunia akan dikenai biaya penalti yang tinggi, dengan alasan untuk mensubsidi pabrik-pabrik kecil dan pabrik-pabrik yang pro-lingkungan hidup di seluruh dunia.

Tapi ada masalah lain yang belum tentu dilakukan para elit tersebut. Yaitu, apakah perusahaan-perusahaan mereka yang berjumlah ribuan juga membayar penalti yang sama?

Noel Sheppard memberi rekomendasi kepada Jesse Ventura, berupa nama-nama ilmuwan yang juga mengetahui, meneliti, menyelidiki, dan bisa membuktikan adanya kebohongan terkait isu pemanasan global. Jesse Ventura diberi petunjuk untuk menemui tiga pakar yang ahli dalam bidangnya, yang mengetahui kebohongan pemanasan global.

Tim investigasi yang diketuai Jesse Ventura pun lalu bergerak berpencar menemui para pakar untuk menghimpun data dan bukti, mengenai benar atau tidaknya pemanasan global. Salah satu tim, Alex Pipper, menuju Massachusetts untuk menemui tim ahli di MIT atau Massachusetts Institute of Technology, yang terkenal sebagai tempat berkumpulnya para pakar dan ilmuwan di Amerika.

Alex Pipper menemui ahli fisika atmosfer (Atmospheric Physicist), Prof. Dr. Richard Lindzen, di MIT. Sang profesor menyatakan bahwa isu pemanasan global memang bohong, dan para ilmuwan yang tak membenarkan adanya pemanasan global berjumlah ribuan. Namun, ia menjelaskan, jika kenyataan itu dikemukakan (bahwa pemanasan global hanyalah kebohongan), hasilnya bisa membuat masalah besar di dunia. Jadi, para ilmuwan di bidang lingkungan sengaja bungkam, dan tidak mengemukakannya ke dunia.

Prof. Dr. Richard Lindzen menyatakan bahwa ini (isu pemanasan global) adalah proyek multi miliar dolar. Karenanya, para ilmuwan tak berani mengemukakannya. Selain itu, hampir seluruh biaya penelitian di banyak universitas selama ini dibiayai oleh para elit (yang sekarang getol mengkampanyekan pemanasan global). Karenanya, jika kebohongan terkait pemanasan global diungkap, bisa jadi riset di dunia akan berhenti karena tidak ada dana untuk para ilmuwan.

Jadi, isu pemanasan global hanyalah kebohongan dan rekayasa. Kenyataannya, suhu bumi tetap dan biasa saja, adanya peristiwa bencana atau lainnya juga merupakan sesuatu yang alamiah, tidak ada hubungannya dengan pemanasan global. Namun, karena pada masa kini media informasi internet dan televisi telah dapat diakses dengan mudah oleh siapa pun, maka sekecil apa pun bencana akan terdengar beritanya pada saat yang sama pula (real time), tidak seperti dulu.

Intinya, kehidupan manusia di dunia pada kenyataannya memang berangsur-angsur mulai berubah, menjadi konsumtif terhadap segala sesuatu yang bersifat “ramah lingkungan”. Mereka sudah beralih ke sana, dan tak akan kembali seperti semula.

Akibatnya, nilai atau pemasukan investasi, pajak, keuntungan, dan hal lain bagi para konspirator… semuanya naik! Kehidupan dan gaya hidup manusia pun berubah, karena ini memang bisnis multi-miliar dollar. Pada akhirnya, justru mereka, para elit—para konspirator—yang akan dilihat oleh penduduk dunia sebagai pahlawan yang seolah telah menyelamatkan dunia dari kehancuran!

Baca juga: Tokoh-tokoh Dunia di Balik Konspirasi Pemanasan Global