6 Manfaat Tidur Tanpa Busana

6 Manfaat Tidur Tanpa Busana

BIBLIOTIKA - Bagaimana Anda biasa tidur setiap malam? Memakai baju tidur, piyama, atau malah bertelanjang tanpa busana? Setiap orang memiliki gaya masing-masing saat tidur, karena yang paling penting selama tidur adalah kenyamanan. Ada yang nyaman memakai piyama, ada yang nyaman bertelanjang dada, dan lain-lain. Dalam hal ini, studi menunjukkan bahwa tidur tanpa busana memiliki beberapa manfaat yang mungkin tidak pernah kita bayangkan. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari tidur tanpa busana.

Tidur lebih lelap

Studi yang dipublikasikan oleh American Academy of Sleep Science menyebutkan bahwa tubuh cenderung memiliki temperatur yang lebih rendah ketika tidur, karena suhu tubuh secara alami akan turun ketika tidur. Studi itu menghubungkan sulit tidur nyenyak dengan suhu yang panas. Tidur dengan piyama dianggap bisa menghalangi penurunan suhu, dan hal itu akan mengganggu siklus tidur.

Dr. Sarah Brewer, seorang ahli gizi, menyatakan bahwa tidur telanjang dapat mengatur suhu dan mendapatkan tidur yang baik. Orang juga cenderung akan lebih cepat tidur, dan memiliki kualitas tidur yang lebih baik ketika suhu tubuhnya lebih rendah.

Menjaga organ intim

Jennifer Landa, MD., penulis buku The Sex Drive Solution for Women, menyatakan bahwa tidur telanjang membantu menjaga kesehatan organ intim wanita. Pada organ intim wanita terdapat beberapa jenis ragi dan bakteri yang wajar dan tidak berbahaya dalam jumlah normal. Lingkungan yang lembap dan hangat terkadang menjadi penyebab pertumbuhan ragi dan bakteri sehingga dapat menyebabkan infeksi. Dalam hal ini, tidur tanpa celana dalam dapat membantu sirkulasi udara pada organ intim lebih lancar.

Membantu awet muda

Selama seharian, tubuh kita ditutup pakaian, sehingga kurang leluasa bernapas. Saat tidur tanpa pakaian, udara akan masuk dan kulit akan lebih mudah bernapas sehingga membantu memperbaiki kualitas istirahat. Untuk hasil yang maksimal, Anda bisa mengoleskan pelembap, agar kulit tidak kering.

Lebih intim dengan pasangan

Ini nilai plus bagi yang telah memiliki pasangan. Dr. Shannon Chavez, ahli kesehatan seksual dan psikologi klinis, menyatakan bahwa tidur telanjang akan meningkatkan peluang kontak dengan kulit pasangan. Persentuhan kulit akan membantu produksi hormon oksitosin. Hal itu akan mendekatkan emosi dalam hubungan, serta keinginan untuk berpelukan dan melakukan hubungan intim. Hormon oksitosin juga dapat menurunkan stres dan melawan depresi.

Survei yang dilakukan di Inggris pada 2014 juga menunjukkan bahwa sebanyak 57 persen partisipan yang tidur telanjang mengaku lebih bahagia dalam hubungan mereka. Hasil survei itu menunjukkan ada perbedaan hingga 9 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang tidur dengan piyama, diikuti oleh 43 persen dari orang yang tidur dengan baju tidur.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Saat kulit Anda kontak dengan kulit pasangan, kelenjar adrenalin dalam tubuh akan bekerja maksimal menurunkan produksi hormon stres kortisol yang menekan respons imun. Hasilnya, tentu saja, sistem imun atau kekebalan tubuh akan lebih baik. Selain itu, tidur tanpa busana yang memungkinkan kulit Anda bersentuhan dengan kulit pasangan juga meningkatkan hormon oksitosin yang memberikan efek positif pada tekanan darah dan penyembuhan.

Menjaga berat badan

Berdasarkan uraian di atas, tidur tanpa busana akan membantu Anda tidur lebih pulas. Saat Anda tidur pulas, kadar hormon kortisol akan terkontrol baik, sehingga hormon pemicu stres berkurang. Sebaliknya, ketika tidur Anda tidak pulas, kadar kortisol akan tinggi. Kortisol akan mendorong nafsu makan.

Efek langsung dari naiknya hormon kortisol adalah peningkatan nafsu makan. Konsumsi makanan berlebih, khususnya makanan manis, akan memicu penimbunan lemak. Keadaan itu akan menjadi penghalang bagi Anda dalam menjaga pola makan. Itu pula yang membuat Anda makan lebih banyak di pagi hari. Dampak akhirnya, tentu saja, berat badan lebih cepat naik.

Baca juga: Aneka Manfaat Buah Kenitu untuk Kesehatan