Plitvice Lakes, Taman Legenda yang Benar-benar Ada

Plitvice Lakes, Taman Legenda yang Benar-benar Ada

BIBLIOTIKA - Di masa lalu, masyarakat Kroasia meyakini suatu cerita yang menyatakan bahwa jauh di dalam hutan di negara mereka terdapat keindahan tersembunyi. Masyarakat kuno Kroasia menyebut keindahan itu sebagai “Taman Setan”. Siapa pun yang berani memasuki dan menjelajahi hutan tersebut, akan menemukan pemandangan indah luar biasa yang tak bisa ditemukan di tempat lain, meliputi danau, air terjun, dan lain-lain.

Bertahun-tahun kemudian, seiring modernisasi, masyarakat Kroasia makin menyadari bahwa keindahan di kedalaman hutan itu bukan sekadar legenda. “Taman Setan” itu benar-benar ada, berupa fenomena alam yang menakjubkan.

Pemerintah Kroasia lalu memugar wilayah hutan itu, dan mengubahnya menjadi taman nasional, dengan nama Plitvice Lakes National Park. Sebegitu indah dan alami taman itu, setiap tahun ada 1,2 juta orang dari berbagai belahan dunia yang berdatangan ke sana.

Taman itu memiliki luas 73.350 hektar, dan di dalamnya terdapat banyak fenomena alam termasuk gua-gua bawah tanah yang masih alami, danau-danau dengan air berwarna-warni, sampai air terjun yang menakjubkan.

Air terjun di taman itu bahkan telah menjadi salah satu warisan dunia UNESCO sejak tahun 1979. Kemudian, untuk memudahkan wisatawan dan pengunjung dalam mengeksplorasi keindahan alam di sana, dibangunlah jalan setapak yang mengagumkan.

Ada dua jalan setapak di sana, yang satu memiliki panjang 9 kilometer, bernama “Plitvica”. Sedangkan satunya sepanjang 21 kilometer, bernama “Corkovola Uvala”. Pada banyak bagian jalan setapak itu dilengkapi tanda, pos-pos, dan arah panah, yang harus diikuti sesuai aturan taman. Di sana juga terdapat para pemandu yang siap menemani dan menjelaskan banyak hal pada pengunjung.

Tujuan pembangunan jalan setapak itu untuk mempromosikan nilai-nilai alam di taman tersebut, sehingga orang-orang yang berdatangan ke sana tidak hanya dapat menikmati pemandangan dan keindahan mempesona, namun juga mendapatkan edukasi dan wawasan.

Baca juga: Asal Usul Jalan Setapak di Santorini, Yunani