Asal Usul Jalan Setapak di Santorini, Yunani

Asal Usul Jalan Setapak di Santorini, Yunani

BIBLIOTIKA - Pada tahun 1715, penduduk Santorini membangun jalan kasar ke sisi gunung, sehingga mereka bisa mendaki ke puncak. Jalan kasar itu juga dimaksudkan untuk memudahkan transportasi. Karena menuju puncak, jalan itu pun dibuat zigzag, dengan tujuan tidak terlalu berat saat dilewati. Setelah jalan kasar itu dianggap bisa digunakan, orang-orang di sana mulai memanfaatkan keledai untuk membawa barang atau penumpang.

Pembuatan jalan kasar itu lalu diikuti dengan pembuatan jalan serupa, kali ini dari wilayah kota ke daerah laut. Tujuannya untuk memudahkan penduduk yang ingin ke kota lain melalui laut.

Sama seperti jalan menuju gunung, jalan setapak menuju daerah laut juga dibuat zigzag, agar tidak terlampau curam saat dilewati. Hasilnya, jalan setapak itu lalu menyambung—paling bawah di daerah laut, dan paling tinggi di daerah gunung.

Jalan setapak berbentuk zigzag itu sangat panjang, jarak dari satu ujung ke ujung lainnya sekitar 1.300 meter atau 4.265 kaki. Karena lahan yang dilewati naik turun, di masing-masing jalan setapak itu juga terdapat anak tangga setinggi 4 inci atau 10 centimeter. Semula, jalan setapak zigzag yang sangat panjang itu masih sederhana, bahkan relatif sulit dilewati.

Sampai kemudian, pada 1930, jalan itu diperbaiki dan diratakan dengan batu. Hasilnya tidak saja lebih nyaman dilewati, tapi juga menghadirkan pemandangan yang sangat mempesona, khususnya saat dilihat dari atas. Seperti di masa lalu, orang-orang di sana masih suka menggunakan keledai untuk melewati jalan setapak panjang tersebut.