Fakta-fakta Menarik Seputar Jeff Bezos, Pendiri Amazon

Fakta-fakta Menarik Seputar Jeff Bezos, Pendiri Amazon

BIBLIOTIKA - Nama Jeff Bezos kembali mengemuka akhir-akhir ini, karena sempat menjadi “orang terkaya di dunia selama beberapa jam”. Prestasi yang mungkin unik itu terjadi karena adanya lonjakan saham di perusahaan Amazon, yang membuat kekayaan Bezos mencapai US$91,4 miliar (Rp1.218,7 triliun). Jumlah itu mengalahkan Bill Gates, pendiri Microsoft, yang selama ini mendominasi daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Tetapi, keberadaan Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia yang mengalahkan Bill Gates hanya terjadi selama beberapa jam. Ketika saham Amazon kembali turun, posisi Bill Gates kembali berada di posisi teratas sebagai orang terkaya di dunia.

Di perusahaan Amazon, Jeff Bezos memiliki sekitar 17 persen saham, namun namanya juga terdaftar sebagai pemilik pada beberapa bisnis lain. Terkait miliuner berkepala polontos ini, berikut adalah fakta-fakta menarik yang mungkin belum Anda ketahui.

Mengubah museum menjadi rumah

Awal tahun 2017, Jeff Bezos membeli sebuah museum tekstil tua di Washington DC, seharga US$23 juta atau Rp306 miliar. Setelah itu, ia rombak museum tersebut menjadi rumah, yang rencananya akan ditinggali Jeff Bezos beserta keluarganya.

Jika itu terwujud, maka keluarga Jeff Bezos akan bertetangga dengan keluarga Barack Obama (mantan presiden AS), yang juga tinggal di hunian eksklusif tersebut. Di lingkungan yang sama juga terdapat rumah Ivanka Trump dan suaminya, Jared Kushner.

Kenyataan itu diungkap Washington Post, dan tampaknya bisa diandalkan, mengingat koran tersebut kini dimiliki Jeff Bezos. Bezos membeli Washington Post pada 2013, sebesar US$250 juta atau Rp3,3 triliun.

Suka menawarkan pisang gratis

Jeff Bezos tampaknya punya hubungan pribadi dengan pisang. Karena itu pula, dia memiliki gagasan untuk memberikan pisang kepada orang-orang yang lewat di Seattle, kota yang merupakan basis perusahaan Amazon. Setidaknya telah ada 4.500-an orang yang dilaporkan menerima tawaran pisang setiap hari di sana.

Meski gerakan memberi pisang gratis adalah upaya yang murah hati, Jeff Bezos masih dianggap kurang dermawan, khususnya jika dibanding para miliuner lain. Bezos dan keluarganya juga dikritik karena tidak melakukan hal-hal besar dalam kedermawanan, semisal membangun organisasi nirlaba sebesar yang dilakukan Bill Gates atau Mark Zuckerberg dan yang lain.

Kemudian, sejauh ini, Jeff Bezos juga belum bergabung dengan 169 miliuner lainnya, yang sudah berjanji untuk memberikan setengah dari kekayaan pribadi mereka untuk keperluan amal.

Meski begitu, Jeff Bezos terlihat sudah memiliki rencana ke arah itu—menggunakan kekayaannya untuk tujuan amal. Dia pernah menyampaikan gagasannya melalui Twitter, dan meminta feedback dari orang-orang lain, mengenai apa yang mungkin terbaik yang bisa ia perbuat dengan uangnya. Tentu terkait dengan amal dan kemanusiaan.

Punya saudara yang menjadi pahlawan

Jeff Bezos punya saudara kandung bernama Mark Bezos. Berbeda dengan Jeff yang menjadi pengusaha, Mark memilih menjadi pekerja sosial. Sebelumnya, Mark Bezos bekerja di bidang periklanan. Tapi kemudian memutuskan keluar, dan bergabung dengan Robin Hood, sebuah organisasi antikemiskinan di New York.

Dalam aktivitasnya bersama Robin Hood, Mark Bezos kadang ditugaskan bersama para pemadam kebakaran, dan dalam hal itu dia harus melakukan hal-hal yang mungkin remeh, semisal menemukan sepasang sepatu di rumah yang sedang terbakar. Meski begitu, ia mengambil pelajaran dari hal itu, dan mengatakan, “Jika Anda memiliki sesuatu untuk diberikan, betapa pun kecilnya, lakukan sekarang juga.”

Penggemar berat Star Trek

Jeff Bezos adalah penggemar sejati Star Trek. Karena kegemarannya pula, dia bisa membayar produser film tersebut, agar diizinkan menjadi salah satu pemain dalam film Star Trek.

Hasilnya, Jeff Bezos berhasil mengambil peran kecil dari film tersebut. Meski mungkin penonton akan tetap sulit menemukan sosok Bezos dalam film, karena sosoknya tertutup di balik topeng keriput berwarna abu-abu.

Pintar dan cermat sejak kecil

Seperti umumnya miliuner lain, Jeff Bezos juga seorang kutu buku dan senang belajar sejak kecil. Dia suka menghitung apa pun secara cermat, atas apa pun yang dilihatnya. Pada 2010, di hadapan para mahasiswa Princeton University, Jeff Bezos menceritakan masa kanak-kanaknya, “Pada usia itu, saya akan mengambil alasan untuk membuat perkiraan dan melakukan aritmatika kecil. Saya menghitung jarak tempuh bensin kami, saya mengetahui statistik yang tidak berguna mengenai hal-hal seperti belanja bahan makanan.”

Pada masa kanak-kanak, Jeff Bezos tinggal bersama kakek dan neneknya. Sang nenek adalah seorang perokok. Dalam hitungan Bezos waktu itu, aktivitas merokok yang dilakukan neneknya akan mengurangi sembilan tahun kehidupan sang nenek. Terkait hal tesebut, Jeff Bezos menceritakan, “Saya berharap mendapat penghargaan atas kepintaran dan kemampuan aritmatika saya, tapi nenek malah menangis.”

Lalu Bezos mengingat nasihat kakeknya pada waktu itu, “Kadang-kadang lebih sulit bersikap baik daripada pintar.”

Tergila-gila pada luar angkasa

Pengeluaran terbesar yang dilakukan Jeff Bezos ada pada hal-hal yang terkait ilmu roket dan luar angkasa. Jeff Bezos diketahui telah menjual sekitar US$1 miliar (Rp13,3 triliun) sahamnya di Amazon setiap tahun, untuk mendanai Blue Origin, proyek yang telah didirikannya untuk mengembangkan perjalanan komersial ke luar angkasa.

Sejak jauh-jauh hari, Jeff Bezos juga telah memikirkan keberadaan hotel di ruang angkasa, serta taman hiburan dan kota-kota yang mengorbit di Bumi. Kepada situs Geekwire, Jeff Bezos menyatakan, “Saya ingin jutaan orang hidup dan bekerja di luar angkasa. Saya ingin kita menjadi peradaban antariksa.”

Dalam prediksi Jeff Bezos, beberapa ratus tahun mendatang umat manusia akan memindahkan semua industri berat ke luar angkasa. Hasilnya, bumi menjadi tempat bermukim yang lebih menyenangkan. Dalam hal itu, Jeff Bezos telah membangun Blue Origin, yang memiliki slogan Gradatim Ferociter (bahasa Latin yang bermakna “Berjalan langkah demi langkah dengan mantap”).

Rekam jejak kehidupan Jeff Bezos:

Berikut ini rekam jejak perjalanan hidup Jeff Bezos, yang dianggap penting dan bersejarah.

1994: Berhenti bekerja di Wall Street untuk mendirikan Amazon.

1999: Dinobatkan sebagai People of the Year versi Majalah Time.

2000: Membuat perusahaan SpaceFlight Blue Origin.

2013: Membeli perusahaan penerbitan Washington Post.

2015: New York Times menerbitkan laporan yang memberi gambaran kritis tentang kondisi kerja di Amazon, namun Bezos menjawab dia “tidak memahami maksud New York Times”.

2015: Amazon membuka toko buku fisik pertama di Seattle.

2016: Terlibat pertengkaran publik dengan Trump, terkait Washington Post dan pajak.

2017: Manchester By The Sea, sebuah film fitur yang diproduksi oleh Amazon Studios, memenangkan dua Oscar, termasuk aktor terbaik Casey Affleck, sementara studio tersebut juga mendapat penghargaan film berbahasa asing terbaik untuk film The Salesman.