Dampak Kurang Tidur pada Remaja

 Dampak Kurang Tidur pada Remaja

BIBLIOTIKA - American Academy of Pediatrics, sebuah lembaga yang menangani masalah pelajar dan remaja di Amerika, menyarankan sekolah-sekolah di AS untuk mengundurkan jam dimulainya pelajaran, agar memberi kesempatan remaja berumur 14-17 tahun bisa tidur selama 8,5 sampai 9,5 jam di malam hari. Mereka merekomendasikan sekolah memulai pelajaran pada pukul 8.30 pagi.

Saran dan rekomendasi itu didasarkan pada kenyataan bahwa remaja usia sekolah dasar masih membutuhkan waktu tidur yang cukup. Sementara banyaknya aktivitas dan juga jarak dari rumah ke sekolah kadang menjadikan mereka kurang tidur, karena harus berangkat sekolah pagi-pagi sekali. Padahal, berdasarkan berbagai penelitian, remaja yang kurang tidur akan mengalami beragam hal negatif, yang di antaranya berikut ini.

Rentan mengalami kecelakaan

Di AS, lebih dari 100 ribu kecelakaan mobil terjadi setiap tahun akibat pengemudi kelelahan dan mengantuk. Para pengemudi tersebut umumnya berusia di bawah 25 tahun. Selain risiko mengantuk saat mengemudi, sering kurang tidur pada remaja bisa mengakibatkan mereka lalai dan bereaksi lebih lambat, sehingga bisa meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan.

Masalah kesehatan fisik

Kurang tidur dapat mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik remaja secara keseluruhan. Penelitian mengungkapkan bahwa remaja yang tidur dalam waktu sedikit, lebih sering mengeluhkan kesehatan mereka, dari sakit perut, sakit kepala, sakit punggung, bahkan berisiko terkena tekanan darah tinggi.

Gangguan memori dan pembelajaran

Remaja yang tidak mendapatkan waktu tidur cukup memiliki kemungkinan tinggi untuk tertidur di kelas, sehingga sulit berkonsentrasi dalam memperhatikan pelajaran. Kurang tidur juga dapat menyebabkan gangguan memori yang berpengaruh buruk pada pendidikan dan prestasi akademik remaja secara keseluruhan.

Tidak bahagia

Tidak kalah mengejutkan, remaja yang kurang tidur diketahui memiliki kecenderungan untuk tidak puas dengan kehidupan mereka. Karena kurang tidur, mereka pun mengalami kekurangan energi, sehingga sering tidak bisa ikut beraktivitas dan bersenang-senang bersama pelajar yang lain.

Berisiko tinggi mengalami obesitas

Banyak penelitian yang menyebutkan adanya pengaruh kurang tidur dengan obesitas pada anak-anak dan orang dewasa. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengontrol nafsu makan, serta menurunkan motivasi dan energi yang mengurangi motivasi remaja untuk berolahraga. Karenanya, kurang tidur membuat peluang obesitas semakin tinggi.

Masalah kesehatan mental

Remaja yang kurang tidur diketahui memiliki mood atau suasana hati yang mudah berubah. Mereka juga mudah marah, memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, dan kesulitan mengontrol amarah atau emosi.

Baca juga: 6 Manfaat Tidur Tanpa Busana