Umm al-Maa, Jejak Peninggalan Ribuan Tahun Lalu

Umm al-Maa, Jejak Peninggalan Ribuan Tahun Lalu

BIBLIOTIKA - Di wilayah Fezzan, Libya, terdapat padang pasir Ubari yang merupakan daerah luas bukit-bukit pasir kering yang menjulang tinggi. Tetapi, dua ratus ribu tahun yang lalu, tempat itu adalah wilayah basah dan subur dengan banyak curah hujan dan sungai yang mengalir.

Sungai-sungai itu mengaliri danau yang luas di tempat itu, yang disebut Danau Megafezzan. Selama periode lembap, Danau Megafezzan mencapai ukuran maksimum 120.000 kilometer persegi.

Sampai kemudian terjadi perubahan iklim yang menyebabkan wilayah itu berubah menjadi bagian dari Sahara. Secara bertahap, tempat yang semula basah dan subur itu mengering, dan danau besar yang ada di sana perlahan menguap antara 3.000 sampai 5.000 tahun yang lalu.

Jejak keberadaan danau besar itu masih ada sampai sekarang, dalam bentuk danau-danau mikro, yang tersebar di antara bukit-bukit pasir yang menjulang tinggi. Ada sekitar 20 danau di padang pasir Ubari, dan yang paling indah sekaligus terkenal adalah Umm al-Maa (Ibu Air). Danau ini terletak di samping reruntuhan desa tua, dan sering dikunjungi wisatawan.

Menyaksikan Danau Umm al-Maa bukan hanya menikmati keindahan di padang pasir, namun juga menghayati jejak peninggalan dari masa ribuan tahun lalu.

Baca juga: Menyelami Misteri di Lautan Dalam