Aneka Manfaat Buah Leunca untuk Kesehatan

Aneka Manfaat Buah Leunca untuk Kesehatan

BIBLIOTIKA - Leunca (Solanum nigrum L) adalah tumbuhan dari suku terung-terungan (Solananceae) yang berasal dari Eropa dan Asia barat, kemudian menyebar ke Amerika, Australia, Malaysia, dan Indonesia. Orang Indonesia, khususnya orang Jawa, menyebut buah ini dengan nama ranti. Orang Ternate menyebutnya bobose, sementara orang Eropa menyebut buah ini dengan nama black nightshade.

Tanaman leunca dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 120 cm. Tanaman leunca memiliki batang yang tidak berkayu, dan ditutupi bulu halus, begitu pula dengan daunnya. Panjang daun tumbuhan Leunca dapat mencapai 7 cm dan lebar 5 cm.

Buah leunca biasanya berdiameter kurang lebih 1 cm. Buah leunca berbentuk bulat kecil-kecil, berwarna hijau saat masih muda, lalu berubah merah atau ungu pekat saat telah masak. Jika tidak biasa memakannya, rasa buah ini terasa sedikit pahit.

Di Jawa Barat, buah leunca populer bagi para penggemar masakan Sunda atau dijadikan lalapan. Biasanya, leunca dijadikan makanan pendamping atau teman makan nasi, yang dipadukan tauco atau oncom ditambah cabai. Meski bentuk buahnya kecil-kecil, namun leunca memiliki kandungan gizi yang tinggi. Di dalam buah leunca terkandung nutrisi meliputi kalsium, saponin, antropin, diosgenin, titogenun, zat samak, dan lain-lain, yang bermanfaat bagi kesehatan.

Lebih lengkap, dalam 100 gram buah leunca terkandung nutrisi berikut:
  1. Kalori: 45 kkal
  2. Protein: 4,7 gram
  3. Lemak: 0,5 gram
  4. Karbohidrat: 8,1 gram
  5. Kalsium: 210 mg
  6. Fosfor: 80 gram
  7. Besi: 6,1 mg
  8. Vitamin A: 1.900 SI
  9. Vitamin B1: 0,14 mg
  10. Vitamin C: 40 mg

Yang perlu diperhatikan terkait buah leunca, buah ini memiliki kadar racun tergantung kultivarnya, sehingga tidak semua buah leunca dapat dikonsumsi. Hanya buah leunca yang berasal dari kultivar dengan kadar racun rendah yang dapat dimakan.

Buah leunca yang masih muda memiliki kandungan zat alkaloid cukup tinggi, namun tidak menjadi racun dan tidak berbahaya. Sedangkan buah leunca yang lebih tua—dengan warna ungu pada kulitnya—memiliki kadar racun lebih rendah.

Karena itu, sebaiknya berhati-hati saat akan mengonsumsi buah leunca, agar tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Agar lebih aman, Anda bisa merebus buah leunca terlebih dulu sebelum dimakan, agar kandungan racun di dalamnya dapat berkurang.

Selain buah, daun leunca juga memiliki kandungan glikoalkolaid solanain yang cukup tinggi, dan sangat beracun apabila dikonsumsi dalam keadaan mentah, meski tidak berakibat fatal.

Meski memiliki racun di dalamnya, namun kadar racun dalam buah dan daun leunca bisa dibilang tidak berbahaya, sehingga orang tetap mengonsumsi buah dan daunnya. Di Indonesia, leunca bahkan kerap dijadikan lalapan atau bahan sayuran. Bahkan, sejak dua ribu tahun yang lalu, leunca telah dijadikan sebagai bagian pengobatan tradisional karena khasiat yang dikandungnya.

Sebelum melihat manfaat apa saja yang dikandung buah leunca dalam menunjang kesehatan, perlu dijelaskan dulu bahwa Anda bisa mengonsumsi buah leunca dengan berbagai cara, dan tetap bisa memperoleh manfaatnya.

Pertama, Anda bisa memakannya langsung seperti mengonsumsi lalapan.

Kedua, Anda bisa menjadikan buah leunca sebagai jus. Caranya adalah dengan mencampurkan 10 butir buah leunca pada jus sayuran.

Ketiga, Anda bisa mencampurkan 20 gram leunca kering yang direbus dengan 800 cc air (4 gelas) hingga tersisa separuh dari air rebusan. Lalu air rebusan itu diminum 2 kali sehari, dengan porsi segelas per konsumsi, pada pagi dan sore hari.

Berikut ini aneka manfaat buah leunca dalam membantu menjaga kesehatan.

Sebagai antikanker

Buah leunca memiliki kandungan senyawa solasonine, solasodine, solamargine, dan solanine, yang mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker yang tidak terkendali.

Senyawa solasodine mempunyai efek dalam menghilangkan rasa sakit, menurunkan panas, antiradang, dan mencegah shock. Senyawa solamargine dan solasonine mempunyai efek antibakteri, sedangkan senyawa solanine bersifat sebagai antimitosis. Senyawa-senyawa tersebut dapat mengatasi gangguan kanker seperti kanker payudara, kanker leher rahim, kanker lambung, dan saluran pernafasan.

Sebagai anti-inflamasi

Inflamasi atau peradangan dapat terjadi sewaktu-waktu pada tubuh. Buah leunca memiliki sifat sebagai anti-inflamasi, sehingga dapat mencegah dan mengatasi peradangan yang terjadi. Di Cina, buah leunca bahkan telah lama digunakan untuk meredakan radang ginjal.

Sebagai analgesik

Kandungan senyawa di dalam buah leunca dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan sakit. Di Meksiko, buah ini telah lama digunakan untuk mengatasi pusing dan sakit kepala secara tradisional.

Sebagai antipretik

Buah leunca memiliki sifat sebagai antipiretik, yaitu menurunkan panas dan demam. Karenanya, Anda bisa mengonsumsi buah ini saat mengalami demam, untuk menurunkan panas tubuh yang Anda alami.

Sebagai diuretik

Buah leunca memiliki sifat diuretik, yang berfungsi meluruhkan dan melancarkan saluran kemih. Leunca juga dapat membantu mengatasi infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih kebanyakan menyerang wanita, karena uretra wanita lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri. Gejala yang sering timbul adalah selalu ingin buang air kecil, terasa sakit, dengan kram kandung kemih, dan terasa gatal atau panas ketika buang air seni.

Sebagai ekspektoran

Mengonsumsi buah leunca dapat membantu melegakan pernapasan akibat pilek atau asma, juga dapat meredakan batuk, serta mengencerkan dahak.

Mencegah hipertensi

Rutin mengonsumsi buah leunca dapat membantu menurunkan risiko hipertensi. Karenanya, jika Anda termasuk memiliki risiko tinggi terhadap penyakit ini, Anda bisa mulai rutin menjadikan leunca sebagai lalapan sehari-hari.

Menjaga kesehatan organ hati

Kandungan senyawa di dalam buah leunca dapat membantu meningkatkan kinerja organ hati, selain dapat menetralkan dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Meringankan sakit pinggang

Buah leunca dapat membantu meringankan nyeri atau sakit pinggang, pegal linu, otot dan pinggang kaku, serta encok. Bagi Anda penderita reumatik, leunca juga dapat mengatasi reumatik serta gejala-gejala yang ditimbulkan.

Sebagai kontrasepsi sementara

Mengonsumsi buah leunca dapat menurunkan produksi sperma dan tingkat kesuburan pria. Hal ini bisa dijadikan sebagai sarana kontrasepsi sementara bagi pria yang belum ingin punya anak dengan pasangannya. Namun, karena efek ini pula, pria yang ingin segera punya anak sebaiknya tidak mengonsumsi buah leunca.

Manfaat lain

Selain manfaat-manfaat yang telah disebut di atas, buah leunca juga memiliki aneka manfaat lain, di antaranya berikut ini:

Sebagai antimikroba dan antibiotik. Buah leunca memiliki kemampuan membunuh kuman dan virus yang masuk ke tubuh.

Mengatasi penyakit kulit, termasuk gatal-gatal pada kulit, campak, dan cacar air.

Di India, buah leunca digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit anjing gila atau rabies.

Jika dikonsumsi rutin, buah leunca dapat membantu mengatasi mata kering.

Leunca dapat membantu mengatasi masalah pada ginjal.

Baca juga: Aneka Manfaat Buah Loquat untuk Kesehatan