Hal-hal yang Bisa Membuat Sulit Tidur

Hal-hal yang Bisa Membuat Sulit Tidur

BIBLIOTIKA - Ada banyak hal yang tampaknya ringan atau tidak kita sadari, tapi ternyata menjadi faktor yang membuat kita jadi sulit tidur. Padahal, sebagaimana makan dibutuhkan untuk menambah energi, tidur juga dibutuhkan untuk memperbarui tubuh agar besok kita dapat kembali beraktivitas dengan baik.

Beberapa hal ini adalah hal-hal ringan yang sering dilakukan banyak orang, dan sering berdampak pada masalah sulit tidur. Karenanya, jika Anda tidak ingin mengalami masalah sulit tidur, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut.

Membawa pekerjaan kantor ke rumah

Karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, tidak jarang kita terpaksa membawa pekerjaan dari kantor ke rumah. Niat kita tentu baik, yaitu meneruskan pekerjaan di rumah, agar bisa selesai lebih cepat. Yang jadi masalah, membawa pekerjaan kantor ke rumah sering menjadikan kita sulit tidur.

Idealnya, malam hari adalah saat-saat kita menikmati tubuh dan pikiran yang rileks setelah terbebas dari beban pekerjaan. Dengan tubuh dan pikiran yang rileks, kita akan lebih mudah tidur. Karenanya, membawa pekerjaan kantor ke rumah akan membuat pikiran juga tubuh terus aktif, dan terus berfokus pada urusan kerja. Jika hal semacam itu sering dilakukan, pelan namun pasti dapat mengganggu atau mengacaukan siklus tidur yang semula berjalan dengan baik. Hasilnya, tidak hanya tidur yang kemudian akan terganggu, hal itu juga dapat memicu depresi.

Tentu saja tidak masalah, jika sewaktu-waktu kita membawa pekerjaan kantor ke rumah, khususnya ketika hal itu memang perlu dilakukan. Namun sebaiknya jangan jadikan hal itu sebagai kebiasaan. Sebagai gantinya, fokuskan fisik dan pikiran ke pekerjaan saat ada di kantor atau di tempat kerja, sehingga kita bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan baik, tanpa harus membawanya pulang. Agar saat di rumah, kita bisa membebaskan pikiran dari beban pekerjaan. Hasil akhirnya, kita bisa tidur dengan tenang, dan istirahat yang baik membantu menjaga kesehatan tubuh serta kesegaran pikiran, sehingga tidak mudah stres.

Pola makan yang salah

Hidup yang baik sering kali dibangun dengan pola yang baik. Secara garis besar, umumnya pola hidup yang baik kira-kira seperti ini; bangun tidur di pagi hari, sarapan, berangkat kerja, makan siang, melanjutkan pekerjaan, pulang ke rumah, makan malam, kemudian tidur. Dengan pola yang terjaga semacam itu, kita pun bisa menjaga pola yang lain, termasuk pola makan.

Karenanya, orang yang rutinitas kehidupannya kacau, biasanya juga memiliki pola makan yang sama kacau. Kekacauan pola makan itu bisa berhubungan dengan waktu makan, apa yang dimakan, dan seberapa banyak yang dimakan. Makan yang baik tidak hanya dalam jumlah yang cukup, tapi juga perlu memperhatikan yang dimakan, serta keteraturan waktu makan.

Jika rutinitas kehidupan tidak teratur, orang akan mudah tergoda untuk mengonsumsi makanan kaya gula dan lemak jenuh, semisal gorengan, junk food, makanan yang manis-manis, hingga camilan malam. Makanan-makanan semacam itu akan menjadikan tubuh bekerja berat, yang pada akhirnya akan mengganggu pola, waktu, dan siklus tidur.

Kurang olahraga atau berolahraga pada waktu yang salah

Dalam urusan tidur, tidak berolah raga sama tidak baik dengan berolah raga di waktu yang salah. Olah raga yang baik dilakukan pada waktu pagi atau sore hari. Olah raga pagi akan menjadikan tubuh segar, sehingga dapat beraktivitas dan bekerja dengan baik. Olah raga sore dapat membuat tubuh lebih rileks, sehingga malam harinya kita bisa lebih mudah tidur.

Yang jadi masalah, kadang ada orang berolah raga di waktu yang tidak tepat, yaitu pada malam hari. Karena biasa berolah raga sehabis pulang kerja, misalnya, orang tetap meneruskan kebiasaan itu saat kebetulan pulang kerja malam hari. Sehabis pulang lembur kerja, orang masuk ke gym untuk berolah raga. Hasilnya, tubuh jadi sulit tidur, karena sangat aktif. Karenanya tidak mengherankan jika orang-orang yang berolah raga malam hari juga sering mengalami sulit tidur.

Jarang terkena sinar matahari

Karena tempat kerja yang jauh, ada kalanya orang harus berangkat kerja pagi-pagi sekali, saat matahari belum terbit. Sementara itu, kantor atau tempat kerja juga biasanya tertutup karena menggunakan AC (pendingin udara), sehingga sinar matahari tidak bisa masuk. Ruangan kerja diterangi dengan cahaya buatan berupa lampu-lampu listrik. Sekilas memang tidak masalah, tapi kondisi semacam itu tidak membantu dalam hal menyeimbangkan jam tubuh.

Jika Anda kebetulan mengalami masalah sulit tidur, coba perhatikan apakah Anda menjalani kehidupan semacam itu. Anda berangkat kerja pagi-pagi sekali, lalu bekerja di ruangan yang tidak terkena sinar matahari. Saat pulang kerja, matahari sudah tenggelam. Jika Anda menjalani kebiasaan semacam itu, Anda bisa mengatasi masalah sulit tidur dengan membiasakan diri untuk terkena sinar matahari.

Saat istirahat siang di tempat kerja, gunakanlah waktu sekitar 15-30 menit untuk jalan-jalan di luar kantor atau tempat kerja. Membiasakan hal itu tidak hanya akan menjaga tubuh untuk mampu tidur dengan lebih baik, namun juga membantu meningkatkan serotonin yang dapat memperbaiki mood sehingga kesehatan mental dan pikiran lebih terjaga.

Banyak tidur di akhir pekan

Bisa jadi, karena menganggap akhir pekan atau hari libur sebagai waktu bebas, kita menjadikan akhir pekan untuk tidur sepuas-puasnya. Kecenderungan semacam itu biasanya semakin kuat saat kita merasa kurang tidur beberapa hari terakhir. Padahal, “balas dendam” dengan banyak tidur di akhir pekan justru bisa membuat pola tidur kita terganggu.

Karena seharian tidur, bisa jadi malam harinya kita kesulitan tidur. Akibatnya, keesokan harinya, saat harus mulai berangkat kerja, kita justru masih mengantuk karena semalam kurang tidur. Jika hal itu terus terjadi, lama-lama kita benar-benar akan mengalami masalah sulit tidur. Sebagai gantinya, cukup tidur lebih awal dari biasanya, dan bangun pada jam biasa, sebagaimana hari-hari sebelumnya. Sedangkan untuk mengisi waktu libur, tentu ada banyak hal lain yang lebih bermanfaat untuk dilakukan daripada tidur.