Tanda-tanda Anda Kurang Tidur

Tanda-tanda Anda Kurang Tidur

BIBLIOTIKA - Kelelahan bukan satu-satunya tanda bahwa kita kurang tidur. Selain kelelahan, ada beberapa tanda lain yang bisa menjadi indikasi bahwa kita mengalami kekurangan tidur, yang artinya kita perlu mengistirahatkan tubuh. Holly Phillips, seorang dokter yang juga menulis buku berjudul The Exhaustion Breakthrough: Unmask the Hidden Reasons You're Tired and Beat Fatigue for Good, menyatakan, “Terbiasa kurang tidur bukan berarti bahwa jumlah itulah yang Anda butuhkan untuk tidur.”

Artinya, meski mungkin kita telah biasa tidur dalam waktu relatif singkat, tapi bukan berarti bahwa tubuh kita akan menerimanya begitu saja. Akibat kurang tidur, kemampuan tubuh pun berkurang. Dampaknya, kualitas kinerja kita akan ikut menurun. Berikut ini beberapa tanda kurang tidur, yang biasanya tidak kita sadari sebagai tanda kurang tidur. Jika Anda mendapati tanda-tanda berikut ini, artinya tubuh Anda memberitahu bahwa Anda kurang tidur.

Mudah marah

Dr. Holly Phillips menegaskan, “Kurang tidur meningkatkan risiko depresi, kegelisahan, dan terutama reaktif terhadap stres.” Pernyataan itu senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of California-Berkeley dan Harvard Medical School pada 2007, yang menunjukkan bahwa otak orang yang kurang tidur ternyata lebih reaktif terhadap gambar-gambar mengganggu daripada otak orang yang cukup tidur.

Karenanya, jika Anda merasa mudah marah karena hal-hal sepele, bisa jadi kurang tidur adalah penyebab kemarahan yang Anda rasakan.

Pikiran sulit fokus

Tidur tidak hanya mengistirahatkan tubuh, tapi juga mengistirahatkan pikiran. Cukup tidur akan membantu tubuh lebih segar, begitu pula pikiran lebih segar. Sebaliknya, kurang tidur akan berdampak sebaliknya—tubuh yang lelah dan pikiran yang lelah. Karena pikiran kurang beristirahat, maka hasilnya tak jauh beda dengan tubuh yang kurang istirahat. Anda jadi kesulitan memfokuskan pikiran.

Jika suatu hari Anda merasa sulit konsentrasi, padahal Anda tidak sedang mengalami masalah apa pun, kemungkinan besar hal itu disebabkan karena Anda kurang tidur.

Mudah lupa

Ini masih berkaitan dengan yang dipaparkan di atas. Kurang tidur menjadikan pikiran mudah lelah, dan sebagai dampaknya Anda juga mudah lupa. Selain menyegarkan pikiran, tidur juga berkaitan dengan memori atau ingatan. Ketika tidur, banyak memori yang dipindahkan dari jangka pendek ke jangka panjang. Hal itulah yang membantu kita dapat mengingat hal-hal semacam nama rekan kerja, hingga password yang kita gunakan saat masuk kotak e-mail.

Kurang tidur akan menjadikan otak kurang mampu optimal dalam hal mengorganisasikan memori, dan akibatnya kita mudah lupa pada banyak hal.

Berat badan naik

Selain mengistirahatkan tubuh dan pikiran, tidur juga menjaga “hormon lapar”. Dalam tubuh kita terdapat hormon yang disebut ghrelin dan leptin, dan hormon itulah yang menginformasikan apakah tubuh dalam keadaan kenyang atau lapar, agar selalu seimbang. Seperti yang disebut tadi, tidur membantu menjaga hormon-hormon tersebut. Selain itu, tidur juga penting bagi pengaturan kadar insulin dalam darah.

Kurang tidur akan menjadikan hormon-hormon di atas menjadi kacau atau tidak seimbang, sementara kadar gula darah akan turun. Hasilnya, Anda akan mudah merasa lapar. Karenanya, tidak mengerankan jika orang yang kurang tidur juga suka camilan, dan dampaknya kemudian adalah bertambahnya berat badan.

Ceroboh

Kita pasti sudah sering mendengar orang yang menabrak sesuatu, atau bahkan mengalami kecelakaan di jalan raya, karena mengemudi dalam keadaan mengantuk. Itu bukti nyata bahwa kurang tidur memang dapat menurunkan kemampuan kinerja tubuh sekaligus otak. Karena mengantuk—akibat kurang tidur—kinerja tubuh menurun, dan kerja otak, dalam hal tingkat kewaspadaan, berkurang.

Dr. Holly Phillips menyatakan, “Jika Anda kurang tidur, respons motorik Anda melambat.” Bahkan saat di dalam rumah pun, orang yang kurang tidur sering menabrak sesuatu tanpa sengaja, atau terlihat ceroboh.

Mudah terserang demam

Salah satu hal yang menjaga tubuh kita selalu sehat adalah sistem imun atau kekebalan tubuh. Tidur menjadi salah satu kunci dalam hal menjaga sistem imun yang sehat. Sebaliknya, kurang tidur akan menjadikan sistem imun atau kekebalan tubuh menurun, sehingga mudah terserang penyakit.

Studi yang dilakukan Carnegie Mellon University pada 2009 menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari tujuh jam ternyata tiga kali lebih mudah terkena demam, daripada orang yang tidur delapan jam atau lebih.

Sulit tidur

Bisa dibilang, kurang tidur seperti lingkaran setan. Kalau hari ini kita menoleransi kurang tidur, maka hal itu sering kali akan menjadi kebiasaan, meski perlahan-lahan. Misalnya, hari ini kita hanya tidur 6 jam, dan berpikir besok akan tidur lebih lama. Tapi nyatanya, sering kali, keinginan itu tak terwujud. Besok malamnya, kita kembali tidur 6 jam, dan berharap besoknya lagi bisa tidur lebih banyak. Tapi hasilnya tak seperti yang kita inginkan. Lama-lama, kita makin kurang tidur, dan kondisi itu semakin kronis.

Jika kita telah mengalami kebiasaan kurang tidur, lama-lama kita akan memasuki fase sulit tidur. Dalam jangka panjang, kebiasaan kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol, sehingga tubuh menjadi lebih waspada di malam hari. Dampaknya, tentu saja, kita jadi semakin sulit tidur. Inilah yang menjadikan orang yang biasa begadang sering kesulitan untuk tidur malam, karena tubuhnya sulit untuk rileks.

Muncul jerawat

Seperti yang dinyatakan di atas, kurang tidur dalam jangka panjang menjadikan hormon kortisol akan melonjak. Kortisol atau hormon stres akan meningkat ketika kita mengalami kelelahan dan tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Dampaknya, terjadi peningkatan peradangan yang menyebabkan munculnya jerawat.

Sakit perut

Mungkin sekilas tampak tidak berhubungan. Namun jika Anda sering mengalami masalah peerut—padahal Anda sudah menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi—bisa jadi sakit perut itu terjadi karena kurang tidur. Kurang tidur akan mengganggu keseimbangan bakterial dalam sistem pencernaan. Hasilnya bisa membuat Anda mengalami sakit perut, sembelit, diare, atau merasakan perut tidak nyaman.

Baca juga: Posisi Tidur yang Menyehatkan Otak