Kurang Tidur Bisa Memicu Diabetes dan Obesitas

Kurang Tidur Bisa Memicu Diabetes dan Obesitas

BIBLIOTIKA - Waktu tidur pada malam hari yang direkomendasikan untuk orang dewasa berkisar 7-8 jam. The National Heart, Lung, and Blood Institute menyarankan waktu tidur 7-8 jam, termasuk untuk lansia. Sedangkan waktu tidur untuk anak usia sekolah pada malam hari minimal 10 jam, dan para remaja setidaknya butuh tidur 9-10 jam pada malam hari.

Bagaimana jika waktu tidur yang direkomendasikan itu tidak dilakukan? Pertanyaan itulah yang dijawab oleh penelitian yang dilakukan oleh Shahrad Taheri, seorang peneliti di bidang kedokteran di Weill Cornell Medical College, Qatar. Dia melakukan riset yang menghasilkan kesimpulan bahwa durasi tidur yang pendek memiliki keterkaitan dengan obesitas dan diabetes. Ia menyatakan, “Kami menemukan bahwa kehilangan 30 menit waktu tidur per hari berdampak pada obesitas dan resistansi insulin.”

Kehidupan modern yang sangat padat dan penuh kesibukan sering kali menjadikan orang mengabaikan waktu tidur. Karena pekerjaan yang menumpuk, misalnya, atau karena banyaknya kegiatan yang harus dijalani, orang mengurangi waktu tidur. Biasanya, mereka akan “membayar utang tidur” itu saat akhir pekan atau di hari libur. Yang menjadi masalah, kehilangan waktu tidur pada hari kerja berdampak terhadap gangguan metabolisme jangka panjang dan memicu diabetes tipe 2.

Shahrad Taheri menyatakan bahwa masyarakat modern banyak yang kehilangan waktu tidur. Padahal, menghindari utang tidur bisa berdampak positif pada lingkar pinggang dan metabolisme. “Membangun kebiasaan cukup tidur bisa mengurangi berat badan dan risiko diabetes, serta meningkatkan kesuksesan,” ujarnya.

Dalam riset yang dilakukan, Shahrad Taheri beserta koleganya meneliti 522 partisipan yang didiagnosis menderita diabetes tipe 2. Para partisipan terlibat dalam penelitian selama tujuh hari, dengan melengkapi catatan khusus dan menghitung berapa utang tidur mereka. Para peneliti juga mengukur lingkar pinggang, darah, dan kadar insulin.

Hasil riset menunjukkan, partisipan yang memiliki utang tidur lebih dari 72 persen selama hari kerja ternyata cenderung mengalami obesitas. Dalam kalkulasi enam bulan, utang tidur itu berdampak pada obesitas dan resistansi insulin. Setelah 12 bulan, untuk setiap utang tidur selama 30 menit, risiko obesitas naik 17 persen. Dalam durasi yang sama, risiko resistansi insulin juga meningkat 39 persen.

Para peneliti menyarankan agar mempertimbangkan faktor cukup tidur untuk menghambat penyakit metabolisme. Menurut mereka, waktu tidur optimum dan pendidikan adalah komponen penting dalam mengendalikan penyakit metabolisme.

Baca juga: Kiat dan Panduan agar Berhenti Mendengkur