Fakta-fakta Menarik Seputar Jakarta

Fakta-fakta Menarik Seputar Jakarta

BIBLIOTIKA - Jakarta adalah ibu kota Indonesia, yang menjadi kota terbesar di negara ini. Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga menjadi pusat ekonomi, keuangan, perdagangan, hiburan, dan lain-lain. Sebagai ibu kota, Jakarta dikelilingi kota-kota satelit, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, yang membentuk kawasan metropolitan Jabodetabek. Kawasan itu menjadi kawasan hunian sekaligus urban terbesar di Asia Tenggara.

Sebagai ibu kota sekaligus kota terbesar, Jakarta memiliki pengaruh yang luas bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal itu terbukti dengan banyaknya orang dari berbagai daerah yang berdatangan ke Jakarta untuk mengadu nasib. Meski tidak semua orang yang mencari penghidupan di Jakarta terjamin sukses, namun Jakarta tampaknya memiliki daya tarik yang sukar ditepiskan banyak orang. Terlepas dari hal itu, berikut ini fakta-fakta menarik seputar Jakarta yang perlu kita tahu.

Sepuluh kali ganti nama

Kota Jakarta telah berganti nama, setidaknya sepuluh kali. Mula-mula, kota ini bernama Sunda Kelapa. Kemudian berganti nama secara berkelanjutan, seiring masuknya Belanda ke Nusantara, mulai dari Sta Batavia, Gemeente Batavia, dan Stad Gemente Batavia.

Pada zaman pendudukan Jepang, Jakarta berganti nama menjadi Betshu Shi. Setelah itu berganti nama lagi menjadi Jakarta Toko. Setelah Indonesia merdeka, Jakarta secara berturut-turut berganti nama menjadi Jakarta, Kota Praja Jakarta, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, sampai akhirnya memakai nama Jakarta yang digunakan hingga sekarang.

Tempat diperkenalkannya Garuda

Lambang Indonesia, Garuda Pancasila, diperkenalkan pertama kali ke khalayak umum oleh Presiden Soekarno pada tahun 1950, di Hotel Des Indes, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Sayangnya, hotel bersejarah itu kemudian dihancurkan oleh pihak swasta pada tahun 1971, atas izin pemerintah Orde Baru, demi pembangunan pusat perbelanjaan.

Asal usul lambang DKI Jakarta

Lambang DKI Jakarta yang kita kenal sekarang, dibuat oleh Gubernur ke-6 Jakarta, bernama Henk Ngantung, yang punya nama asli Hendrik Hermanus Joel Ngantung. Sebelum menjadi Gubernur Jakarta, Henk Ngantung dikenal sebagai pelukis tanpa pendidikan formal.

Memiliki stadion terbesar

Jakarta memiliki beberapa bangunan yang termasuk terbesar di dunia. Stadion Senayan atau Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah satu di antara stadion terbesar di seluruh dunia, dengan kapasitas awal sekitar 100.000 orang.

Memiliki pasar grosir terbesar 

Selain memiliki stadion terbesar, Jakarta juga memiliki pasar grosir yang diakui terbesar di dunia, yaitu Pasar Tanah Abang. Pasar grosir ini dibangun pada tahun 1935.

Memiliki stasiun terbesar 

Stasiun Jakarta Kota sempat menjadi stasiun terbesar se-Asia Tenggara, dengan 580 kereta yang bolak-balik setiap hari.

Kota yang paling diincar

Meski sangat padat dan terkenal sering mengalami masalah kemacetan parah, Jakarta termasuk kota yang paling diincar para investor untuk investasi properti, mengalahkan Shanghai, Kuala Lumpur, maupun Singapura. Hal itu tak bisa dilepaskan dari kenyataan kalau Jakarta memiliki potensi ekonomi dan infrastruktur yang besar.

Fakta-fakta menarik lain

Selain yang telah disebut di atas, Jakarta masih memiliki banyak fakta menarik lain. Berikut ini di antaranya:

Jakarta termasuk kota yang memiliki gedung pencakar langit dalam jumlah banyak. Dari 40 kota yang memiliki gedung pencakar langit terbanyak di dunia, Jakarta menempati peringkat ke-17.

Pada tahun 2020, Jakarta merencanakan membangun gedung pencakar langit tertinggi se-Asia Tenggara, dan tertinggi ke-5 di dunia. Rencananya, gedung itu akan bernama The Signature.

Pada tahun 2012, Kampung Rawa di Jakarta Pusat dinobatkan sebagai kampung terindah versi CNNgo.

Selain dikenal sebagai kota dengan mal terbanyak, Jakarta juga memiliki museum terbanyak, dengan 47 museum tersebar di seluruh kota.

Di tengah himpitan pembangunan, ternyata Jakarta masih memiliki tiga hutan, yaitu Hutan Muara Angke yang berlokasi di pesisir utara Jakarta, Hutan Srengseng di Jalan Srengseng Raya, Jakarta Barat, dan Hutan Kota Tebet di Jakarta Selatan.

Dari 34 provinsi di Indonesia, Jakarta adalah satu-satunya kota dengan status setingkat provinsi, dan 70 persen perputaran uang Indonesia terjadi di sana.

Dari 17 gubernur yang pernah memimpin Jakarta selama 488 tahun, hanya dua orang yang lahir di kota ini, yaitu Soerjadi Sudirja dan Fauzi Bowo.

Di kalangan masyarakat dunia, Jakarta sudah terkenal sebagai kota yang sangat sibuk dan padat.

Dalam setahun, ada 686.864 ton polutan udara yang dihasilkan Jakarta. Dalam setahun pula, hanya 81 hari udara di Jakarta dikatakan bebas polusi.

Jakarta adalah kota penghasil 6.500 ton sampah per hari, belum termasuk sampah yang berserakan di jalan.

Pada tahun 1621, untuk pertama kalinya Batavia (Jakarta) mengalami banjir besar.

Di masa lalu, Jakarta pernah memiliki moda transportasi Trem (light-rail).

Ada sekitar 130 pusat perbelanjaan di Jakarta, yang merupakan jumlah terbanyak dibanding kota-kota besar lain di seluruh dunia.

Ada 13 sungai yang membelah wilayah Jakarta.

Jakarta terkenal sebagai kota dengan kemacetan tinggi pada jam-jam berangkat dan pulang kerja.

Menurut riset Ipsos Business Consulting, biaya hidup di Jakarta lebih mahal dibandingkan Bangkok, Hong Kong, dan New York.

Berdasarkan data Forbes, Jakarta adalah kota yang paling aktif di Twitter.

Jakarta memiliki angka kriminalitas yang cukup tinggi.

Berdasarkan statistik, 9 dari 18 kejahatan di Jakarta terjadi di angkot.

Bang Pei adalah mantan bos preman Pasar Senen Jakarta, yang diangkat menjadi Menteri Keamanan pada masa Presiden Soekarno.

Geng Sepeda Motor sudah ada di Indonesia, khususnya di Jakarta, sejak tahun 1915. Pada masa itu namanya “Motorfietsrijders te Batavia”.

Sekitar 4.000 tahun yang lalu, pinggir laut Jakarta ada di Ciputat.

Baca juga: Fakta-fakta Menarik Kota-kota Dunia