Teknologi Mampu Mengubah Mustahil Menjadi Mungkin

Teknologi Mampu Mengubah Mustahil Menjadi Mungkin

BIBLIOTIKA - Perkembangan teknologi akhir-akhir ini memang semakin memukau dan menakjubkan. Hal-hal yang sekian dekade lalu dianggap mustahil, kini sudah menjadi hal biasa. Sebagai contoh, sekian dekade lalu mungkin orang sulit membayangkan bisa bercakap-cakap ketemu muka (face to face) dalam jarak jauh. Namun, sekarang, dengan teknologi ponsel yang makin hebat, hal semacam itu sudah bisa dilakukan.

Perkembangan dan kemajuan teknologi tidak hanya terjadi pada bidang ponsel atau dunia telekomunikasi, namun juga pada nyaris semua bidang kehidupan. Kini, para ilmuwan bahkan telah mampu melakukan hal-hal yang bisa dibilang mustahil menjadi mungkin.

Dalam bahasa Inggris, ada pepatah berbunyi “You can’ unring a bell”, atau “Anda tidak bisa membatalkan suara lonceng”. Pepatah itu menyiratkan makna bahwa sesuatu yang sudah dilakukan mustahil untuk dibatalkan. Lonceng memang contoh yang mudah dipahami. Kalau kita membunyikan lonceng, maka gema atau suara lonceng akan terdengar, dan mustahil untuk dibatalkan.

Tetapi, kini, dengan kemampuan berpikir dan dibantu teknologi, para ilmuwan telah berhasil “membatalkan” suara lonceng—sesuatu yang semula dianggap mustahil. Chris Nguyen, seorang pelajar bioteknik dari Wisconsin Madison University, adalah orang yang telah terbukti mampu “membatalkan suara lonceng”.

Di Myanmar, ada sebuah lonceng terkenal, bernama Lonceng Kalay-Wa. Selain ukurannya sangat besar, lonceng itu juga mengeluarkan suara atau bunyi yang sangat nyaring, bahkan paling nyaring di dunia. Saat dibunyikan, suara Lonceng Kalay-Wa dapat terdengar ke seluruh wilayah di sekitarnya. Suara yang sangat nyaring itu pun menimbulkan masalah, khususnya pada keluarga yang memiliki bayi.

Chris Nguyen mencoba “mengalahkan” bunyi nyaring lonceng tersebut. Menggunakan teknologi pendeteksi kebocoran akustik bawah laut yang dijadikan landasan untuk mengembangkan teknologi, Chris Nguyen akhirnya dapat “membatalkan” bunyi Lonceng Kalay-Wa.

Percobaan dimulai dengan mengukur sifat akustik lonceng, kemudian membuat suara dengan amplitudo yang sama, namun dengan fase terbalik. Suara dengan fase terbalik itu kemudian dibunyikan lewat pengeras suara untuk menetralisasi suara lonceng, dan membuat lokasi di sekitarnya menjadi sunyi. Hasilnya, saat Lonceng Kalay-Wa dibunyikan, bunyinya tak terdengar.