Mereka yang Menolak dan Menentang Vaksinasi

 Mereka yang Menolak dan Menentang Vaksinasi

BIBLIOTIKA - Sudah sejak lama vaksinasi menjadi sesuatu yang kontroversial. Sebagian pihak menerima, sebagian lain menolak. Sebagian pihak menganggap vaksinasi baik untuk menjaga kesehatan (khususnya sejak bayi), sementara sebagian lain menentang. Pro kontra seputar vaksinasi itu semakin menguat beberapa dekade terakhir, seiring makin mudahnya informasi didapatkan.

Terkait pendapat yang pro atau mendukung vaksinasi, Anda tentu sudah biasa mendengar atau membacanya. Tapi bagaimana dengan mereka yang menolak dan menentang? Berikut ini adalah rangkuman beberapa pendapat yang menentang pemberian vaksinasi pada bayi. Orang-orang yang menyampaikan pendapat di bawah ini bisa dibilang bukan orang sembarangan, sehingga kualitas pendapatnya pun patut didengarkan.

Rangkuman pendapat ini dimaksudkan sebagai penyeimbang, agar kita bisa lebih objektif dalam menerima sesuatu, dalam hal ini vaksinasi, dan tidak hanya memperoleh satu pendapat saja.

“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.” —Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika 

“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.” —Dr. Richard Moskowitz, Harvard University

“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.” —Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris

“Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum.” —Dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional

“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.” —Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962

“Sebelum vaksinasi dilakukan besar-besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.” —Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional

“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.” —Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika

“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil, dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apa pun juga ke dalamnya.” —Dr. William Hay, dalam buku Immunisation: The Reality behind the Myth.

Baca juga: Apa yang Disebut Limbah Rumah Sakit?