Surat Albert Pike dan Rancangan Tiga Perang Dunia

 Surat Albert Pike dan Rancangan Tiga Perang Dunia

BIBLIOTIKA - Berdasarkan sejarah, dunia yang kita tinggali pernah mengalami dua kali peperangan besar yang melibatkan banyak negara, sehingga disebut Perang Dunia. Ada dua perang besar, yaitu Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Berdasarkan sejarah, dua perang besar itu tampaknya terjadi karena penyebab yang “alamiah”. Namun, di luar pelajaran sejarah yang mungkin telah kita pelajari di sekolah, dua perang itu bisa jadi merupakan hasil rancangan. Dengan kata lain, dua perang besar itu terjadi karena dirancang, diskenariokan, dengan tujuan-tujuan tertentu.

Membayangkan dua perang besar terjadi karena sebuah rancangan seseorang (atau suatu pihak) mungkin terdengar fantastis. Namun, ada alasan untuk mempercayai hal itu. Terlebih karena ada bukti tertulis yang makin menguatkan kemungkinan tersebut. Bukti tertulis itu adalah surat yang ditulis Albert Pike pada tahun 1871, dan dikirim kepada Giuseppe Mazzini.

Isi surat itu menunjukkan bagaimana perang-perang besar dunia akan dijalankan, dan kemudian benar-benar terjadi sesuai rancangan yang tertulis dalam surat tersebut. Sebelum melihat isi suratnya, kita perlu mengenal terlebih dulu siapa Albert Pike dan siapa Giuseppe Mazzini, serta mengapa mereka bisa terlibat dalam urusan yang sangat besar ini.

Albert Pike

Albert Pike lahir 29 Desember 1809 di Boston, Massachusetts, AS. Dia Perwira Konfederasi pada masa Perang Saudara di Amerika Serikat. Perang Saudara (Civil War) adalah perang antarnegara bagian AS, antara pemerintah federal dengan konfederasi.

Perang itu meletus, karena pihak konfederasi—yang berisi 7 negara bagian AS—ingin memisahkan diri dari pemerintah federal (Amerika Serikat). Pada waktu itu, Albert Pike berpangkat brigadir jenderal. Setelah perang berakhir dengan kemenangan pemerintah federal, Albert Pike dinyatakan bersalah atas tuduhan pengkhianatan, namun hukumannya dicabut karena mendapat ampunan dari Presiden AS saat itu, yaitu Andrew Jackson.

Giuseppe Mazzini

Giuseppe Mazzini adalah tokoh revolusioner Italia. Bersama Giuseppe Garibaldi dan Camilo di’Cavour, mereka bertiga menjadi sosok di balik lahirnya Risorgimento Italia atau Kebangkitan Italia.

Selain itu, Giuseppe Mazzini juga menjadi pendiri Mafia, yang merupakan singkatan Mazzini Autorizza Furti, Incendi, Avvelenamenti (Mazzini Authorizes Thefts, Arson, Poisoning).

Hubungan Albert Pike dengan Giuseppe Mazzini

Berdasarkan perkenalan di atas, kita melihat bahwa Albert Pike ada di Amerika Serikat, sementara Giuseppe Mazzini ada di Italia. Bagaimana dua orang di dua negara berbeda itu bisa saling kenal, dan mengapa Albert Pike mengirim surat rahasia kepada Giuseppe Mazzini? Jawaban untuk pertanyaan itu akan membuka tabir rahasia dua orang tersebut, terkait Freemasonry hingga Illuminati.

Selain menjadi perwira dalam Perang Saudara di Amerika, Albert Pike juga menjadi pengacara, penulis, dan anggota Freemason. Dia menulis buku berjudul “Morals and Dogma” yang dipakai sebagai semacam “buku suci” oleh para anggota Freemason.

Dalam keanggotaan Freemason, Albert Pike telah mencapai derajat ke-33, yang merupakan tingkatan tertinggi dalam perkumpulan tersebut. Pada derajat ke-33, seorang angggota Freemason dianggap sebagai master atau pemimpin. Selain menjadi anggota Freemason, Albert Pike juga diketahui termasuk anggota Illuminati.

Sama seperti albert Pike, Giuseppe Mazzini juga menjadi angota Freemason, dan telah menempati tingkatan ke-33, selain juga menjadi anggota Illuminati. Dalam perkumpulan Freemason itulah, Mazzini dan Pike bertemu. Mazzini juga menjadi pemimpin The Bavarian Illuminati, dan diketahui kalau dialah yang telah membujuk Albert Pike untuk ikut bergabung dengan Illuminati. Dari situ, dua orang tersebut kemudian tumbuh menjadi tokoh-tokoh Illuminati yang terkemuka.

Yang paling fenomenal terkait hubungan Albert Pike dengan Giuseppe Mazzini adalah keberadaan surat yang ditulis Pike, yang dikirim untuk Mazzini. Surat yang dikirimkan pada 15 Agustus 1871 itu berisi rancangan tiga perang besar di dunia. Berikut ini adalah terjemahan isi surat tersebut.

Perang Dunia Pertama digelar dengan mengizinkan Illuminati untuk menggulingkan kekuasaan Tsar Rusia, dan membuat negara tersebut menjadi negara benteng komunisme atheistik. Perselisihan antara Kerajaan Inggris dan Jerman yang digerakkan oleh agen Illuminati akan digunakan untuk memicu perang ini. Pada akhir perang, Komunisme akan dibangun dan digunakan untuk menghancurkan pemerintah lainnya, dan untuk melemahkan agama-agama. 
Perang Dunia Kedua dipicu dengan mengambil keuntungan dari perselisihan antara Fasis dan politik Zionis. Perang ini harus dibuat, sehingga Nazisme hancur dan sampai politik Zionis cukup kuat untuk menyelenggarakan sebuah lembaga negara yang berdaulat dalam wujud Israel di Palestina. Selama Perang Dunia Kedua, Komunisme internasional harus cukup kuat untuk mengimbangi Kristen, yang kemudian akan terkendali sampai ketika kita akan memerlukannya untuk bencana sosial akhir. 
Perang Dunia Ketiga dipicu dengan mengambil keuntungan dari perselisihan yang disebabkan oleh agen Illuminati, antara Zionis dan para pemimpin dunia Islam. Perang harus dilakukan sedemikian rupa, sehingga Islam (umat Islam dunia Arab) dan Zionisme (Israel) saling menghancurkan satu sama lain. 
Sementara itu, bangsa lain sekali lagi terpecah atas masalah ini, dan akan saling serang sampai titik kelelahan fisik, moral, spiritual, dan ekonomi secara keseluruhan. Kita perlu melepaskan para nihilis dan atheis, dan kita akan memprovokasi sebuah katalis besar sosial, yang akibatnya akan ditunjukkan dengan jelas kepada semua negara. 
Mereka akan merasakan dampak absolut dari atheisme, asal muasal penderitaan dan kerusuhan berdarah terbesar. Setelah itu, orang-orang akan terpaksa melindungi diri mereka terhadap kelompok minoritas revolusioner dunia, dan akan mulai membinasakan para penghancur peradaban. 
Umat Kristiani yang saat itu menghadapi hilangnya semangat, kepemimpinan, dan timbulnya kekhawatiran terhadap keyakinan mereka, akan kehilangan arah kepada siapa harus percaya, akan mendapatkan cahaya sejati lewat manifestasi universal dari doktrin kita. Sebuah manifestasi yang akan membawa pergerakan ketika Kristiani dan atheisme akan ditaklukkan dan dihilangkan pada saat yang sama.

Realitas masa lalu dan sekarang

Jika kita perhatikan isi surat yang ditulis Albert Pike tersebut, kita melihat bahwa ada kesamaan antara rancangan yang terdapat dalam surat tersebut dengan peristiwa Perang Dunia I maupun Perang Dunia II, seolah dua perang itu memang telah diatur sedemikian rupa, dengan maksud dan tujuan tertentu.

Lalu bagaimana dengan Perang Dunia III? Saat ini memang perang besar ketiga—atau yang mungkin akan disebut Perang Dunia III—belum terjadi. Namun, benih-benih perang, sebagamana yang terlihat dalam surat Albert Pike, mulai terlihat. Kita bisa mengamati beberapa realitas berikut ini:

Sebagaimana yang tertulis dalam surat Albert Pike, Perang Dunia Ketiga dipicu dengan menciptakan kebenciaan antara Zionis dan Islam. Pada beberapa tahun terakhir, pasukan Zionis Israel semakin gencar melakukan invasi dan ekspansi terhadap Palestina, yang membuat umat Islam sangat marah, terutama karena Israel berencana menghancurkan masjid Al Aqsha. Israel beralasan, Al Aqsha merupakan reruntuhan kuil Solomon yang merupakan salah satu tempat suci bagi umat Yahudi, dan ingin membangunnya kembali. Hal itu pun memicu aksi anti-Israel dan boikot Israel di berbagai negara Muslim.

Kemudian, semakin banyaknya kaum Nihilis serta Atheis yang mulai terbuka mengakui keyakinan mereka, sebagaimana yang dapat kita saksikan sekarang. (Nihilisme adalah paham yang tidak mendukung keberadaan pencipta, moral sejati, dan etika. Karena itu, kehidupan tidak memiliki arti. Sementara Atheis adalah paham yang tidak meyakini adanya Tuhan.)

Seiring dengan itu, gejolak yang terjadi di Timur Tengah yang mengguncang Tunisia, Mesir, dan Libya, diyakini tidak akan padam bahkan akan semakin meluas sampai negara lain di jazirah Arab dan sekitarnya. Hal itu disebabkan karena rakyat mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah dan menginginkan revolusi.

Jika memang Perang Dunia Ketiga benar-benar akan terjadi—sebagaimana yang disebutkan dalam surat Albert Pike—maka kemungkinan akan menjadi peperangan yang dahsyat, melebihi Perang Dunia Pertama atau pun Kedua. Kita bisa membayangkan perang antara Yahudi dan Islam akan melibatkan hampir seluruh negara di dunia, karena sudah menyangkut masalah agama (hampir sama seperti Perang Salib).

Sementara persenjataan di masa kini telah jauh lebih canggih, sehingga dapat dipastikan Perang Dunia III—jika benar terjadi—akan melibatkan penggunaan senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lain.

Israel tentu didukung sekutu abadinya, yaitu AS, juga tentu akan mendapat dukungan dari negara kuat seperti Inggris, Jerman, Italia, Kanada, Australia, dan Prancis, selain mendapat dukungan dari sebagian golongan negara Arab dan negara di Asia seperti Jepang dan Korea selatan.

Mereka semua akan berhadapan dengan Palestina, negara anggota OKI dan Liga Arab seperti Arab Saudi, Mesir, Yaman, Pakistan, Uni Emirat Arab, Irak, Bahrain, dan dukungan dari negara-negara Afrika seperti Tunisia, Aljazair, Libya, dan lain-lain. Indonesia pun kemungkinan akan bergabung di blok ini jika ikut terjun ke kancah peperangan.

Sementara negara-negara kuat lain, seperti Rusia dan Cina serta negara-negara yang anti AS seperti Iran, Kuba, dan Venezuela, kemungkinan besar tidak secara langsung ikut dalam peperangan, namun akan menunggu untuk masuk ke dalam salah satu blok atau berada pada blok yang baru (netral).

Bagaimana pun, tentu saja, kita berharap Perang Dunia III tidak terjadi. Karena, jika benar terjadi, dampak kehancurannya akan benar-benar mengubah wajah bumi.

Baca juga: Perang Dunia III Telah Sampai di Ambang Mata