Sungai-sungai di Indonesia yang Mengalami Pencemaran

Sungai-sungai di Indonesia yang Mengalami Pencemaran

BIBLIOTIKA - Sungai-sungai di Indonesia saat ini sudah jauh berbeda dengan sungai-sungai zaman dulu. Jika sungai-sungai di zaman dulu begitu jernih, sehingga banyak orang bisa memanfaatkannya untuk mandi, mencuci, atau mencari ikan, sekarang sungai-sungai di Indonesia telah tercemar, kotor, bahkan kadang berbau.

Sebanyak 52 sungai di Indonesia, misalnya, berstatus tercemar berat. Dari 450 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia, 118 DAS dalam kondisi kritis. Sedangkan Pulau Jawa berpotensi langka air bersih. Padahal, air merupakan kebutuhan pokok manusia, hewan, dan tumbuhan.

Kemampuan akses terhadap air dipengaruhi oleh siklus hidrologi. Namun, di Indonesia banyak aliran sungai yang tercemar berat. Hal tersebut berdampak buruk bagi makhluk hidup yang ada di sekitarnya.

Dari data paling mutakhir yang dirilis Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, tercatat ada 52 sungai di Indonesia berstatus cemar berat. Menyusul kemudian 20 aliran sungai berstatus cemar sedang hingga cemar berat. Selain itu, ada 7 sungai yang mengalami pencemaran ringan hingga cemar berat. Sisanya ada 21 sungai di Indonesia yang berstatus memenuhi baku mutu hingga tercemar ringan.

Perolehan tersebut mencakup 100 aliran sungai pada 33 provinsi di Indonesia. Di DKI Jakarta, Sungai Ciliwung dari tahun 2013 hingga 2015 berstatus cemar berat. Di Jawa Timur, sungai yang tercemar berat ialah Sungai Bengawan Solo, Sungai Madiun, dan Kali Surabaya. Begitu juga di Yogyakarta, ada Sungai Progo, Sungai Krasak, Sudu, Opak, Serang, dan Tina, yang juga tercemar berat.

Sedangkan di Kalimantan ada Sungai Barito dan Sungai Martapura yang menyandang cemar berat selama tiga tahun berturut-turut. Di Jawa Barat, ada Sungai Citarum, Cisadane, dan Citanduy, yang tercemar berat. Masih banyak sungai di provinsi lain yang juga tercemar berat.

Khusus dua sungai terakhir, yakni Sungai Citarum dan Kalimantan, pada 2013 silam mendapat vonis sebagai sungai paling tercemar di tataran internasional. Ketentuan tersebut berdasarkan laporan tahunan dari Green Cross Swiss dan Blacksmith Institute.

Berdasarkan investigasi lapangan di Sungai Citarum yang dilakukan oleh Blacksmith Institute, misalnya, mereka menemukan kandungan timbal lebih dari 1.000 kali standar United States Environmental Protection Agency (USEPA) dalam air minum. Air di Sungai Citarum memiliki konsentrasi mangan yang hampir empat kali tingkat yang direkomendasikan.

Baca juga: Daftar 50 Taman Nasional di Indonesia