Sejarah dan Asal Usul Illuminati

Sejarah dan Asal Usul Illuminati

BIBLIOTIKA - Tidak ada organisasi besar lain yang lebih misterius dan rahasia dibanding Illuminati. Sebegitu besar, hingga organisasi ini bisa dibilang mencakup hampir semua bidang dalam kehidupan dunia. Dan sebegitu misterius, hingga keberadaan Illuminati bisa dibilang ada dan tak ada, karena segala hal menyangkut mereka diselubungi rahasia.

Terlepas dari sebagian orang yang menyangkal atau tidak percaya keberadaan Illuminati, faktanya organisasi rahasia ini diyakini berada di belakang hampir semua pergerakan massa yang menyebabkan perubahan besar sepanjang sejarah. Setidaknya, Illuminati diketahui menjadi dalang dua revolusi besar, yaitu Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis pada abad ke-18. Illuminati juga dipercaya menjadi penyulut pecahnya Perang Dunia.

Seperti umumnya masyarakat rahasia, Illuminati juga menjalankan kerahasiaan pada semua hal yang mereka lakukan, meski akhirnya kerahasiaan mereka ada pula yang bocor dan diketahui masyarakat di luar mereka. Dalam upaya merahasiakan diri, Illuminati menggunakan banyak hal, termasuk menyelubungi diri dengan aneka misteri hingga kamuflase dan penyimpangan informasi.

Awal mula Illuminati

Awal mula Illuminati terjadi di Bavaria, pada 1770. Pada waktu itu, Adam Weishaupt, seorang Yahudi pemeluk Katolik Roma, terpilih sebagai Guru Besar Hukum Canon di Universitas Ingolstadt, sebuah jabatan yang biasanya diduduki oleh Imam Yesuit. Ketika itu, Adam Weishaupt baru berusia 22 tahun, dan bukan dari kalangan klerikal (bukan kaum religius).

Latar belakang itu menyebabkan Adam Weishaupt sering mendapat intimidasi dari rekan-rekan dan atasannya. Menghadapi tekanan tersebut, Adam Weishaupt tidak memberi respons langsung. Namun, diam-diam, dia membentuk kader eksklusif yang disebut Perfectibilists. Belakangan, kader eksklusif yang semula berisi beberapa orang itu berubah menjadi organisasi, dan nama Perfectibilists berubah menjadi Illuminati.

Perfectibilists (yang lalu berubah menjadi Illuminati) dibentuk pada 1 Mei 1776, yang secara kebetulan merupakan hari suci pagan Beltane. Tujuan dibentuknya kader itu adalah untuk membangun masyarakat yang bebas dan adil, tempat pria dan wanita dipandang sama dan sederajat, tanpa ada tekanan dari otoritas gereja atau politik yang otoriter. Untuk tujuan tersebut, mereka pun mempropagandakan ideologi kebebasan berbicara, dan secara tersruktur melakukan penggulingan terhadap kekuasaan yang ada.

Pergerakan organisasi tidak akan lancar tanpa ada dana yang menunjang. Dalam hal itu, Illuminati mendapat bantuan dana dari dinasti Rothschild, yang terkenal berafiliasi dengan Freemansory. Selain dari dinasti Rothschild, Illuminati juga diketahui mendapat pendanaan dari beberapa pengusaha dan bankir, termasuk Jean Gaspard Schweizer asal Swiss, dan Ludwig von Goldman asal Austria. Meski begitu, dinasti Rothschild menjadi penyumbang terbesar pergerakan Illuminati.

Dinasti Rothschild tampaknya memang senang menggelontorkan uang mereka untuk hal-hal besar atau yang mereka pikir dapat digunakan untuk melakukan hal-hal besar. Sebelumnya, dinasti Rothschild diketahui mendanai perang Napoleon, dan mendanai pembentukan Federal Reserve AS pada 1913. (Pada saat ini, dinasti Rothschild memiliki sekitar 220 bank, termasuk Bank of England, Bank of Israel, dan Bank Rakyat China, serta pengendali di banyak perusahaan kelas dunia).

Ketika Illuminati mulai berkembang, organisasi itu segera menarik minat dan mendapat dukungan dari banyak tokoh terkemuka, dari berbagai bidang. Beberapa tokoh yang merupakan anggota awal Illuminati di masa itu di antaranya adalah Ferdinand dari Brunswick, Xavier von Zwack (diplomat), Wolfgang von Goethe (penulis), Gottfried Herder (penulis), Duke Karl Agustus Saxe-Weimar, Georg Hegel (filsuf), Karl von Eckartshausen, Comte de Saint-Germain, dan sejumlah Pangeran, Duke, serta Baron dari Bavaria.

Dalam struktur jabatan organisasi, Illuminati mengadopsi model Freemansonry, antara lain: Novisiat, Minerval, Illuminated Minerval, Illuminatus Minor, Illuminatus Mayor, Illuminatus Drigens, Imam, Magus, dan Rex.

Pada tingkat Imam, calon pemangku jabatan akan dituntut untuk meninggalkan dan memutuskan semua hubungan Masonik yang ada, dan melakukan sumpah setia semata-mata pada Illuminati. Pada tingkat di atasnya, calon pemangku jabatan secara resmi meninggalkan semua hubungan sosial, agama, dan politik, serta dituntut untuk memperluas pengaruh serta tujuan Illuminati.

Pada 1782, Illuminati sempat mendapat tekanan dari otoritas Katolik dan persekutuan Masonik. Karena adanya tekanan tersebut, pada 1785 penguasa Bavaria, Karl Theodor, melarang semua kegiatan Illuminati.

Tetapi, belakangan, ditemukan bukti substansial bahwa pelarangan itu hanya siasat politik belaka. Saat itu, dikabarkan sejumlah anggota Illuminati menjadi dalang dalam Revolusi Prancis dan Revolusi Amerika. Di antaranya Jean-Joseph Mounier Thomas Paine, John Hancock, Alexander Hamilton, dan Thomas Jefferson. Karenanya, Karl Theodor yang menyatakan pelarangan terhadap semua kegiatan Illuminati hanya upaya menutupi fakta bahwa Illuminati menjadi penggerak revolusi yang terjadi di Prancis dan Amerika.

Yang jelas, Adam Weishaupt—sang pendiri Illuminati—masih terus melanjutkan pergerakan organisasi yang dipimpinnya, sampai ia meninggal dunia pada 1811.

Praktik dan doktrin Illuminati

Bisa jadi, Adam Weishaupt mendirikan Illuminati dengan tujuan yang baik, yaitu mengakhiri ketidakadilan, dan mengendalikan sistem sosial tanpa mendominasi. Namun, sejarah telah menujukkan banyak hal. Seiring waktu, cita-cita yang baik sering kali dinodai oleh pihak-pihak yang melencengkannya.

Saat ini, Illuminati menjadi nama yang berkonotasi negatif, dengan rahasia terselubung yang juga negatif. Beberapa pihak yang intens mempelajari Illuminati menemukan bahwa organisasi yang terkenal dengan kamuflasenya ini memiliki sejumlah agenda yang dapat berdampak buruk bagi dunia, bahkan bisa dianggap berbahaya. Beberapa agenda Illuminati yang mulai terungkap di antaranya adalah:

Membentuk satu pemerintahan dunia, lengkap dengan pimpinan terpusat dan mata uang yang sama. Terkait hal ini, banyak pihak mengaitkannya dengan kalimat “Novus Ordo Seclorum” yang terdapat di lembaran uang dolar. Di antara keberhasilan Illuminati dalam tujuan ini adalah terbentuknya NATO, PBB, serta Uni Eropa.

Membentuk pusat perbankan dunia, untuk mengendalikan seluruh transaksi keuangan. Contoh keberhasilan mereka dalam agenda ini di antaranya adalah terbentuknya pertemuan tingkat tinggi antarnegara, seperti G-8 dan G12, serta aneka konferensi yang disponsori Bilderberg (organisasi eksklusif di bawah Illuminati).
   
Melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap warga sipil melalui microchip. Tujuan ini hampir tercapai dengan dibentuknya sistem identifikasi Jaminan Sosial, barkode indentifikasi produk, termasuk pengawasan aktivitas internet dan jaringan intelijen rahasia pemerintahan.

Itu hanya segelintir rencana dan agenda Illuminati di antara banyak agenda lain yang mereka rencanakan. Dengan sokongan dana yang sangat besar dari dinasti Rothschild—yang dipercaya menguasai hampir setengah kekayaan dunia—Illuminati tidak peduli jika harus menerjang berbagai rintangan, termasuk menumbangkan lawan-lawan yang menghadang. Dalam hal itu, ada cukup banyak tokoh terkenal yang dicurigai terbunuh karena mencoba melawan rencana Illuminati.

Baca juga: Tokoh-tokoh Terkenal yang Diduga Dibunuh Illuminati