Cara yang Tepat Mencuci Beras

Cara yang Tepat Mencuci Beras

BIBLIOTIKA - Nasi dibuat dari beras. Untuk membuat nasi, hal pertama yang kita lakukan biasanya adalah mencuci beras terlebih dulu hingga bersih, baru setelah itu ditanak. Bagaimana biasanya kita mencuci beras?

Umumnya, orang mencuci beras dengan memasukkan beras ke dalam wadah khusus, lalu diisi air, kemudian beras diucek-ucek di dalam air. Setelah beberapa saat, air cucian dibuang, dan diberi air lagi, lalu beras diucek-ucek lagi di dalam air. Begitu seterusnya, sampai air cucian beras tampak bening. Bagi kebanyakan orang, air cucian yang tampak bening menandakan bahwa beras yang dicuci sudah bersih.

Selain cara di atas, ada pula orang yang mencuci beras dengan cara memasukkan beras dalam wadah khusus yang berlubang, lalu meletakkan wadah tersebut di bawah pancuran air keran. Sambil air keran terus mengucur, beras diucek-ucek, sampai air cuciannya tampak bening.

Dua cara mencuci beras di atas dilakukan banyak orang, dan tampak benar. Sayangnya, cara mencuci beras semacam itu sebenarnya salah.

Ketika kita membeli beras di warung atau toko, beras yang kita beli sudah melalui proses penyosohan. Proses tersebut telah menghilangkan banyak vitamin dan zat gizi di dalam beras. Ketika kita cuci beras itu dengan cara di atas, zat gizi dan vitamin yang terbuang pun semakin banyak. Akibatnya, nasi yang kita makan tidak lagi mampu memberi asupan gizi yang cukup, karena gizi itu sudah tergerus saat penyosohan dan pencucian beras yang kurang tepat.

Cara yang tepat mencuci beras adalah cukup dengan menghilangkan kotoran atau debu pada beras, tidak perlu mencuci beras sampai air cuciannya bening.

Memang, ketika beras dicuci pertama kali, air cuciannya akan tampak keruh. Warna keruh itu menunjukkan lapisan terluar beras ikut terkikis. Jika kita menunggu air cuciannya sampai bening, maka semakin banyak lapisan pada beras yang terus terkikis. Karenanya, mencuci beras cukup dilakukan satu sampai dua kali saja, agar kandungan vitamin di dalamnya tidak terlalu banyak yang tergerus.

Di dalam air cucian beras biasanya masih terkandung beragam Vitamin B1 atau Thiamin. Vitamin B1 berguna dalam pertumbuhan, dan diperlukan dalam pembakaran karbohidrat untuk mendapatkan kalori. Jika beras terlalu lama dicuci, kandungan vitamin B1 bisa hilang. Akibatnya, meski sudah makan nasi, tubuh kita masih mudah lemas, lesu, dan tidak optimal dalam berpikir.

Selain vitamin B1, vitamin yang terkandung di dalam beras di antaranya adalah vitamin B3, B6, mangan, dan zat fosfor. Jika proses pencucian beras tidak benar, vitamin-vitamin penting itu bisa hilang, hingga kita tidak bisa mendapatkan manfaatnya.

Baca juga: Tips Menghilangkan Bau Apak dan Kutu pada Beras