Urusan Tarik-Ulur Perasaan dengan Gebetan

Urusan Tarik-Ulur Perasaan dengan Gebetan

BIBLIOTIKA - Di dunia nyata maupun di dunia maya, kadang kita punya gebetan, yaitu orang yang ingin kita jadikan pacar. Bisa jadi, gebetan yang kita tuju juga punya perasaan yang sama, meski bisa jadi pula sebaliknya. Dalam upaya untuk meraih hati gebetan, kita pun biasanya menunjukkan sinyal atau tanda-tanda ketertarikan. Jika si dia tampaknya menangkap sinyal itu, maka langkah selanjutnya adalah pendekatan atau yang biasa disebut pedekate. Pada fase ini, biasanya sudah terjadi komunikasi.

Dalam hal pedekate, tidak jarang kita main tarik-ulur. Di suatu waktu, kita asyik mengobrol dengannya—misal lewat chat—tapi di lain waktu kita menghilang dengan alasan sibuk, atau lainnya. Biasanya, tarik-ulur semacam itu dilakukan untuk membuat si dia jadi penasaran, gemas, bertanya-tanya, hingga jadi makin tertarik. Tetapi, sejauh manakah sebenarnya efektivitas main tarik ulur ini?

Pada awal tahun 2017, sejumlah peneliti di Inggris melakukan studi yang hasilnya menyatakan bahwa main tarik ulur semacam di atas sudah dianggap ketinggalan zaman. Tentu saja studi itu mungkin relevan di Inggris, tempat studi tersebut dilakukan. Tapi bagaimana dengan Indonesia?

Tampaknya, muda-mudi di Indonesia masih suka menggunakan tarik ulur dalam hal menarik hati calon pacarnya. Kenyataannya, main tarik ulur memang masih bisa dilakukan, dengan tujuan untuk meningkatkan rasa ketertarikan dan penasaran. Seperti contoh di atas. Di suatu waktu kita intens berkomunikasi, sementara di lain waktu kita menghilang.

Namun, yang perlu diperhatikan di sini, main tarik ulur semacam itu juga harus memperhatikan “aturan main”. Pertama, tentu, permainan tarik ulur itu sama menyenangkan bagi kedua belah pihak. Karena, jika si cewek misalnya suka main tarik-ulur, sementara si cowok tidak suka, hasilnya bisa jadi malah negatif. Alih-alih si cowok makin penasaran, bisa jadi dia malah akan langsung pergi dan mencari cewek lain.

Kedua, terlalu sering main tarik ulur juga dapat menghilangkan ketertarikan, karena si dia bisa jadi akan mengira Anda sudah tidak lagi berminat. Ini masih terkait dengan alasan pertama di atas.

Ketiga, main tarik ulur hanya layak dilakukan selama masa pendekatan, bukan pada masa pacaran apalagi setelah menikah. Artinya, kalau upaya pendekatan sudah rampung, dan hubungan sudah meningkat menjadi pacaran atau bahkan menikah, sudah tidak perlu lagi menggunakan permainan tarik ulur.

Karena, jika hubungan sudah jelas, tarik ulur justru tidak baik dilakukan, karena dapat membuat pasangan merasa tidak dihargai. Bukannya makin penasaran, tarik ulur yang dilakukan pada pacar atau pasangan resmi justru dapat menimbulkan konflik dan pertengkaran.

Baca juga: Etika Pacaran dan Berkencan di Era Modern