Mengenal Rotary International Club, Organisasi Terselubung Zionis

 Rotary International Club

BIBLIOTIKA - Rotary International Club didirikan oleh Paul P. Harris, seorang keturunan Yahudi Amerika, pada Februari 1905 di Chicago, Amerika Serikat. Nama resmi organisasi ini adalah Rotary International, dan komunitas lokal Rotary International yang ada di negara-negara lain disebut “Club”. Karenanya, nama lengkap organisasi itu pun menjadi Rotary International Club, dan biasa disingkat Rotary Club (RC). Organisasi ini bermarkas di Evanston, Illinois, Amerika Serikat.

Semula, Rotary International atau Rotary Club didirikan untuk menunjang perjuangan mendapatkan tanah air bagi orang-orang Yahudi. Mayoritas anggota Rotary Club adalah para pengusaha, dan mereka menunjang dalam bentuk dana demi terbentuknya negara Israel. Rotary Club juga bertugas mengumpulkan kalangan bisnis sekaligus berfungsi sebagai kontak bisnis (clearing house), dan bisa pula menjadi sarana pengumpulan dana bagi keperluan Zionis.

Karena kenyataan itu pula, Rotary Club pun menjadi organisasi bawah tanah Zionis Israel, dan—seiring pertumbuhannya—organisasi ini beranggotakan para usahawan, para profesional, intelektual, dan berbagai profesi lain, sebagai anggota penuh. Sementara masyarakat atau orang-orang umum dan pelajar yang bergabung dengan mereka, menjadi anggota kelas lebih rendah.

Dengan dukungan dana yang kuat, Rotary Club telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, dan telah memiliki cabang di 80-an negara, termasuk Indonesia. Ada sekitar 6.800 Rotary Club yang ada di berbagai penjuru dunia, dan memiliki anggota aktif yang jumlahnya mencapai 327.000 orang.

Di Spanyol, keberadaan Rotary Club dilarang, karena pemerintah Spanyol tampaknya mencurigai aktivitas organisasi ini. Sementara Vatikan juga pernah mengeluarkan aturan untuk melarang kaum Katolik di dunia untuk masuk ke dalam keanggotaan Rotary Club.

Bagaimana di Indonesia? Rotary Club ada di negara ini, dan keberadaannya sudah ada sejak lama. Diperkirakan, masuknya Rotary Club yang membawa misi Zionis sudah ada bersamaan dengan masuknya kolonialisme Belanda ke Indonesia. Karenanya, bisa dibilang keberadaan Rotary Club di Indonesia sudah kuat mengakar, dan sampai saat ini masih eksis.

Seperti yang disebutkan di atas, Rotary Club tersebar di berbagai penjuru dunia. Anggota Rotary Club disebut Rotarian, dan mereka umumnya para pemimpin bisnis serta profesional, bahkan mewakili semua profesi (dokter, notaris, guru, penulis, penceramah, pengacara, dan lain-lain). Sebagian pihak menyatakan bahwa Rotary Club merupakan sayap gerakan Zionis, dan memiliki tujuan rahasia terkait eksistensi Yahudi.

Sebenarnya, keberadaan Rotary Club di Indonesia sempat dilarang, pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno. Pada Februari 1961, melalui Lembaran Negara nomor 18/1961, Presiden Soekarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia. Lembaran Negara itu kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala derivatnya yang meliputi Rotary Club, Rosikrusian, Lions Club, dan lain-lain.

Namun, pada masa kepresidenan Abdurrahman Wahid, Keppres nomor 264/1962 tersebut dicabut, dan diganti dengan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000. Sejak itu, keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) atau Freemasonry Indonesia, dan lain-lain semacamnya menjadi resmi dan sah kembali di Indonesia.